BEA, Angelina (2026) PENGARUH MODAL KERJA DAN PENJUALAN TERHADAP LABA BERSIH PADA PERUSAHAAN SUB SEKTOR TELEKOMUNIKASI YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA. Undergraduate thesis, Artha Wacana Christian University.
|
Text
1. COVER, PENGESAHAN, DLL.pdf Download (783kB) |
|
|
Text
2. ABSTRAK.pdf Download (126kB) |
|
|
Text
3. BAB I.pdf Download (198kB) |
|
|
Text
4. BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (198kB) |
|
|
Text
5. BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (151kB) |
|
|
Text
6. BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (523kB) |
|
|
Text
7. BAB V.pdf Download (111kB) |
|
|
Text
8. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (99kB) |
|
|
Text
9. LAMPIRAN.pdf Download (666kB) |
Abstract
Laba bersih merupakan salah satu indikator penting yang digunakan untuk menilai keberhasilan perusahaan dalam menjalankan kegiatan operasionalnya. Laba bersih mencerminkan hasil akhir dari aktivitas usaha perusahaan setelah memperhitungkan pendapatan dan berbagai beban selama periode tertentu. Besarnya laba bersih dapat memberikan gambaran mengenai kemampuan perusahaan dalam mengelola sumber daya yang dimiliki untuk menghasilkan keuntungan. Menurut Kasmir (2019), laba merupakan salah satu ukuran yang dapat digunakan untuk menilai keberhasilan perusahaan dalam menjalankan aktivitas operasionalnya. Oleh karena itu, kemampuan perusahaan dalam mempertahankan dan meningkatkan laba bersih menjadi perhatian penting bagi manajemen, investor, dan pihak-pihak lain yang berkepentingan terhadap perkembangan perusahaan. Salah satu faktor yang berkaitan dengan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba bersih adalah modal kerja. Modal kerja memiliki peranan penting dalam mendukung kelancaran aktivitas operasional perusahaan, terutama dalam memenuhi kebutuhan jangka pendek dan membiayai kegiatan usaha sehari-hari. Selain modal kerja, penjualan juga merupakan faktor penting yang berkaitan dengan kemampuan perusahaan menghasilkan laba bersih. Penjualan merupakan salah satu sumber utama pendapatan perusahaan dari kegiatan usaha yang dijalankan. Peningkatan penjualan berpotensi meningkatkan pendapatan perusahaan dan memberikan peluang yang lebih besar untuk memperoleh laba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh modal kerja terhadap laba bersih dan pengaruh penjualan terhadap laba bersih pada perusahaan sub sektor telekomunikasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2021–2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis data sekunder. Data diperoleh dari laporan keuangan tahunan perusahaan yang dipublikasikan melalui Bursa Efek Indonesia dan situs resmi perusahaan terkait. Populasi penelitian meliputi perusahaan sub sektor telekomunikasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, sedangkan penentuan sampel dilakukan menggunakan teknik purposive sampling, yaitu pemilihan sampel berdasarkan kriteria yang telah ditentukan sesuai dengan kebutuhan penelitian. Periode pengamatan mencakup lima tahun, yaitu tahun 2021 sampai dengan tahun 2025. Variabel independen dalam penelitian ini terdiri atas Modal Kerja (X₁) dan Penjualan (X₂), sedangkan variabel dependen adalah Laba Bersih (Y). Modal kerja diukur menggunakan total aset lancar sebagaimana tercantum dalam laporan posisi keuangan. Penjualan diukur menggunakan total penjualan bersih atau pendapatan perusahaan sebagaimana dilaporkan dalam laporan laba rugi. Sementara itu, laba bersih diukur menggunakan jumlah laba atau rugi yang dilaporkan perusahaan dalam laporan keuangan. Dengan demikian, pengukuran setiap variabel didasarkan pada informasi keuangan yang tersedia dalam laporan perusahaan selama periode penelitian. Hasil analisis regresi linear berganda menghasilkan persamaan LN_Y = - 10,319 + 0,326 LN_X1 + 0,974 LN_X2 + e. Persamaan tersebut menunjukkan bahwa koefisien regresi modal kerja sebesar 0,326 memiliki arah positif terhadap laba bersih. Artinya, dalam model regresi yang digunakan, peningkatan modal kerja yang diukur melalui total aset lancar berkaitan dengan peningkatan laba bersih ketika variabel penjualan dianggap konstan. Selanjutnya, koefisien regresi penjualan sebesar 0,974 juga menunjukkan arah positif terhadap laba bersih. Hal ini berarti bahwa peningkatan penjualan berkaitan dengan peningkatan laba bersih ketika variabel modal kerja dianggap konstan. Karena variabel ditransformasikan dalam bentuk logaritma natural, koefisien tersebut dapat ditafsirkan sebagai elastisitas dalam model log-log, dengan asumsi bentuk model dan pengukuran variabel telah diterapkan secara konsisten. Konstanta sebesar -10,319 merupakan nilai konstanta model regresi dan tidak dengan sendirinya menggambarkan kondisi keuangan aktual perusahaan. Berdasarkan hasil uji t, variabel Modal Kerja (X₁) memperoleh nilai t hitung sebesar 2,135, lebih besar daripada t tabel sebesar 2,009, dengan nilai signifikansi sebesar 0,038 yang lebih kecil dari 0,05. Hasil tersebut menunjukkan bahwa modal kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap laba bersih secara parsial. Dengan demikian, hipotesis pertama (H₁) yang menyatakan bahwa modal kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap laba bersih dapat diterima berdasarkan hasil pengujian yang dilaporkan. Temuan ini menunjukkan bahwa ketersediaan aset lancar memiliki hubungan yang berarti dengan kemampuan perusahaan telekomunikasi dalam menghasilkan laba bersih. Aset lancar yang dikelola secara efektif dapat membantu perusahaan memenuhi kebutuhan operasional, menjaga kelancaran pembayaran kewajiban jangka pendek, dan mendukung pelaksanaan kegiatan usaha. Meskipun demikian, manfaat aset lancar terhadap laba bersih tetap bergantung pada bagaimana perusahaan menggunakan dan mengelola sumber daya tersebut. Selanjutnya, hasil uji t pada variabel Penjualan (X₂) menunjukkan nilai t hitung sebesar 9,556, lebih besar daripada t tabel sebesar 2,009, dengan nilai signifikansi sebesar 0,001 yang lebih kecil dari 0,05. Berdasarkan hasil tersebut, penjualan berpengaruh positif dan signifikan terhadap laba bersih secara parsial. Dengan demikian, hipotesis kedua (H₂) yang menyatakan bahwa penjualan berpengaruh positif dan signifikan terhadap laba bersih dapat diterima berdasarkan hasil pengujian yang dilaporkan. Temuan ini memperlihatkan bahwa penjualan mempunyai hubungan positif dengan laba bersih dalam model penelitian. Pendapatan yang lebih tinggi dapat memperbesar peluang perusahaan untuk menghasilkan keuntungan apabila diikuti dengan pengendalian biaya dan pengelolaan kegiatan operasional yang baik. Dalam industri telekomunikasi, upaya peningkatan penjualan dapat dilakukan melalui pengembangan layanan, peningkatan kualitas jaringan, perluasan jangkauan pelanggan, serta pemanfaatan peluang pasar digital. Namun, perusahaan tetap perlu memperhatikan biaya penyediaan layanan dan investasi infrastruktur agar pertumbuhan pendapatan dapat memberikan kontribusi terhadap laba bersih. Hasil uji F menunjukkan nilai F hitung sebesar 135,853 dengan nilai signifikansi yang dilaporkan sebesar 0,001, lebih kecil dari 0,05. Hasil tersebut menunjukkan bahwa modal kerja dan penjualan secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap laba bersih dalam model regresi yang digunakan. Dengan demikian, kedua variabel independen secara simultan mempunyai hubungan yang signifikan dengan variasi laba bersih perusahaan sub sektor telekomunikasi yang menjadi sampel penelitian. Hasil ini memperlihatkan bahwa analisis laba bersih perlu mempertimbangkan lebih dari satu aspek keuangan. Ketersediaan aset lancar berhubungan dengan kemampuan perusahaan mendukung kegiatan operasional, sedangkan penjualan berhubungan dengan pendapatan yang diperoleh dari aktivitas usaha. Kombinasi pengelolaan kedua aspek tersebut dapat menjadi bagian penting dalam mengevaluasi kinerja keuangan perusahaan. Selanjutnya, hasil pengujian koefisien determinasi menunjukkan nilai R Square sebesar 0,845 atau 84,5%. Nilai tersebut berarti bahwa modal kerja dan penjualan secara bersama-sama mampu menjelaskan 84,5% variasi laba bersih dalam model penelitian berdasarkan 53 observasi yang dianalisis. Sementara itu, sebesar 15,5% variasi lainnya berkaitan dengan faktor-faktor di luar model, yang tidak dianalisis secara langsung dalam penelitian ini. Faktor tersebut dapat mencakup biaya operasional, struktur modal, beban bunga, beban pajak, efisiensi perusahaan, kebijakan investasi, persaingan usaha, dan kondisi ekonomi. Nilai koefisien determinasi yang tinggi menunjukkan bahwa model memiliki kemampuan penjelasan yang kuat terhadap variasi laba bersih pada data yang dianalisis. Akan tetapi, nilai tersebut tidak berarti bahwa kedua variabel merupakan satu-satunya faktor yang menentukan laba bersih atau bahwa hasil penelitian secara otomatis berlaku untuk seluruh perusahaan telekomunikasi di luar sampel penelitian. Berdasarkan keseluruhan hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa modal kerja yang diukur menggunakan total aset lancar berpengaruh positif dan signifikan terhadap laba bersih, sedangkan penjualan juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap laba bersih pada perusahaan sub sektor telekomunikasi yang terdaftar diBursa Efek Indonesia selama periode 2021–2025. Selain itu, modal kerja dan penjualan secara bersama-sama menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap laba bersih. Hasil penelitian ini memberikan gambaran bahwa pengelolaan aset lancar dan peningkatan penjualan merupakan dua aspek yang perlu diperhatikan perusahaan dalam upaya mendukung kinerja keuangan. Perusahaan diharapkan mampu menjaga kecukupan aset lancar, menggunakan sumber daya secara efisien, meningkatkan kualitas layanan, memperluas pasar, dan mengendalikan biaya operasional. Dengan pengelolaan yang tepat, perusahaan dapat memperkuat keberlangsungan kegiatan usaha dan meningkatkan peluang untuk memperoleh laba bersih yang lebih baik. Hasil penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi bahan referensi bagi peneliti selanjutnya yang ingin mengkaji faktor-faktor lain yang memengaruhi laba bersih pada perusahaan sub sektor telekomunikasi maupun sektor usaha lainnya.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Modal Kerja, Penjualan, Laba Bersih. |
| Subjects: | Economic > Economy Management |
| Divisions: | Fakultas Ekonomi > Ekonomi Manajemen |
| Depositing User: | Mrs Skripsi Perpust |
| Date Deposited: | 28 Oct 2026 06:08 |
| Last Modified: | 28 Oct 2026 06:08 |
| URI: | http://repo-ukaw.superspace.id/id/eprint/7906 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
