PENGENALAN POLA GERAK DASAR DALAM TARIAN LIKURAI PADA SISWA SEKOLAH DASAR

LAKA, Oktovianus (2026) PENGENALAN POLA GERAK DASAR DALAM TARIAN LIKURAI PADA SISWA SEKOLAH DASAR. Undergraduate thesis, Artha Wacana Christian University.

[img] Text
1. COVER, PENGESAHAN, dll.pdf

Download (450kB)
[img] Text
2. ABSTRAK.pdf

Download (142kB)
[img] Text
3. BAB I.pdf

Download (135kB)
[img] Text
4. BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (614kB)
[img] Text
5. BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (196kB)
[img] Text
6. BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (327kB)
[img] Text
7. BAB V.pdf

Download (153kB)
[img] Text
8. DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (86kB)
[img] Text
9. LAMPIRAN.pdf

Download (345kB)

Abstract

Latar belakang: Dari penelitian adalah pentingnya pelestarian budaya lokal melalui dunia pendidikan serta pengembangan kemampuan motorik dan kreativitas anak sejak usia dini. Tarian tradisional seperti tarian Likurai dari Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, memiliki nilai budaya yang tinggi dan dapat menjadi media pembelajaran yang efektif. Tujuan: Dari penelitian ini untuk mengetahui efektivitas pengenalan pola gerak dasar dalam tarian tradisional Likurai terhadap peningkatan kemampuan motorik dan kreativitas siswa sekolah dasar. Subjek penelitian adalah 22 siswa SDI Loohali di Desa Dualasi, Kecamatan Lasiolat, Kabupaten Belu, yang terdiri dari 10 siswa laki-laki dan 12 siswa perempuan berusia 7–10 tahun. Metode yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi selama proses pelatihan tarian Likurai yang berlangsung selama tiga minggu. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa berada dalam kategori "Baik" dan "Sangat Baik" dalam memahami serta mempraktikkan pola gerak dasar tarian Likurai. Selain itu, sekitar 68% siswa mampu menirukan gerakan dengan tepat sesuai irama. Perempuan menunjukkan pemahaman dan ekspresi gerakan yang lebih halus dan terkoordinasi dibandingkan laki-laki, yang lebih dominan dalam gerakan yang energik. Antusiasme siswa juga tinggi, dengan 86,4% termasuk kategori aktif hingga sangat aktif dalam proses latihan. Pola gerak dasar yang diperkenalkan mencakup kombinasi gerakan kaki, tangan, dan koordinasi ritmis, yang terbukti efektif dalam meningkatkan aspek motorik, kognitif, dan emosional siswa. Metode demonstrasi dan praktik langsung menjadi pendekatan utama dalam pembelajaran, yang didukung dengan penggunaan media visual dan musik tradisional. Kendala yang dihadapi antara lain keterbatasan alat musik, waktu latihan, serta rasa malu, terutama pada siswa laki-laki. Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengenalan pola gerak dasar dalam tarian Likurai memiliki dampak positif terhadap peningkatan kemampuan motorik, kreativitas, dan pemahaman budaya lokal pada siswa sekolah dasar. Melalui pendekatan pembelajaran yang melibatkan demonstrasi dan praktik langsung, siswa mampu menguasai gerakan dengan baik dan menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti kegiatan. Temuan ini menegaskan bahwa tarian tradisional dapat dijadikan sebagai media pembelajaran yang efektif dalam pendidikan jasmani, serta mendukung pelestarian budaya lokal sejak dini. Oleh karena itu, integrasi seni tari daerah seperti tarian Likurai ke dalam kurikulum dan kegiatan ekstrakurikuler sangat disarankan sebagai upaya penguatan identitas budaya dan pengembangan potensi siswa secara holistik.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Likurai, Pola Gerak Dasar, Motorik, Kreativitas.
Subjects: L Education > L Education (General)
L Education > Sports
Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi
Depositing User: Mrs Skripsi Perpust
Date Deposited: 02 Sep 2026 05:19
Last Modified: 02 Sep 2026 05:19
URI: http://repo-ukaw.superspace.id/id/eprint/7845

Actions (login required)

View Item View Item