MAAK, Galang Resky Kurnya (2026) ANALISIS PERUBAHAN SUHU DAN EVALUASI KEMATANGAN BOKASHI MENGGUNAKAN PENGUKURAN SUHU PADA KEDALAMAN 10 CM DAN 20 CM. Undergraduate thesis, Artha Wacana Christian University.
|
Text
1. COVER,PENGESAHAN DLL.pdf Download (405kB) |
|
|
Text
2. ABSTRAK.pdf Download (111kB) |
|
|
Text
3. BAB I.pdf Download (103kB) |
|
|
Text
4.BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (362kB) |
|
|
Text
5.BAB III METODE PENELITIAN.pdf Restricted to Registered users only Download (73kB) |
|
|
Text
6.BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (196kB) |
|
|
Text
6.BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (196kB) |
|
|
Text
7.BAB V.pdf Download (66kB) |
|
|
Text
8.DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (67kB) |
|
|
Text
9.LAMPIRAN.pdf Download (244kB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan suhu selama proses fermentasi bokashi pada kedalaman 10 cm dan 20 cm serta mengevaluasi tingkat kematangan bokashi berdasarkan parameter suhu, pH, kelembapan, Electrical Conductivity (EC), kandungan nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K), dan tingkat kesuburan (fertility). Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Pengamatan suhu dilakukan secara berkala selama proses fermentasi bokashi pada dua kedalaman, yaitu 10 cm dan 20 cm, sedangkan evaluasi kematangan bokashi dilakukan pada akhir fermentasi menggunakan alat Soil Parameter Detector. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu bokashi mengalami pola perubahan yang khas selama fermentasi, yaitu meningkat pada fase awal hingga mencapai puncak, kemudian menurun secara bertahap mendekati suhu lingkungan pada fase pematangan. Suhu pada kedalaman 20 cm cenderung lebih tinggi dibandingkan suhu pada kedalaman 10 cm, yang menunjukkan bahwa panas fermentasi lebih banyak terakumulasi pada bagian dalam tumpukan bokashi. Pembalikan bokashi berpengaruh terhadap dinamika suhu, yang ditandai dengan penurunan suhu sesaat setelah pembalikan akibat pelepasan panas, kemudian meningkat kembali seiring membaiknya aerasi dan aktivitas mikroorganisme. Hasil pengukuran menggunakan Soil Parameter Detector menunjukkan bahwa bokashi memiliki suhu akhir 33–36°C, pH 6,3–7,7, kelembapan 32,2–79,3%, EC 865–1336 µS/cm, kandungan nitrogen 43–66 mg/kg, fosfor 60–93 mg/kg, kalium 138–213 mg/kg, dan fertility 475–734 mg/kg. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengukuran suhu pada dua kedalaman memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai distribusi panas selama fermentasi bokashi. Bokashi yang dihasilkan telah menunjukkan karakteristik bokashi matang dan layak digunakan sebagai pupuk organik, sedangkan penggunaan Soil Parameter Detector terbukti membantu evaluasi kematangan bokashi secara lebih cepat, praktis, dan komprehensif.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Bokasi, Fermentasi, Suhu, Kematangan Bokasi, Soil Parameter Detector |
| Subjects: | T Technology > Agricultural Technology |
| Divisions: | Fakultas Teknologi Pertanian > Mekanisasi Pertanian |
| Depositing User: | Mrs Skripsi Perpust |
| Date Deposited: | 11 Aug 2026 06:01 |
| Last Modified: | 11 Aug 2026 06:01 |
| URI: | http://repo-ukaw.superspace.id/id/eprint/7572 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
