FORMULASI MIE KERING DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG DAUN KELOR UNTUK MENINGKATKAN VITAMIN C YANG DAPAT DI TERIMA OLEH KONSUMEN

KLAU, Maria (2026) FORMULASI MIE KERING DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG DAUN KELOR UNTUK MENINGKATKAN VITAMIN C YANG DAPAT DI TERIMA OLEH KONSUMEN. Undergraduate thesis, Artha Wacana Christian University.

[img] Text
1. COVER, PENGESAHAN, dll.pdf

Download (1MB)
[img] Text
2. ABSTRAK.pdf

Download (95kB)
[img] Text
3. BAB I.pdf

Download (98kB)
[img] Text
4. BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (131kB)
[img] Text
5. BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (120kB)
[img] Text
7. BAB V.pdf

Download (95kB)
[img] Text
6. BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (183kB)
[img] Text
8. DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (85kB)
[img] Text
9. LAMPIRAN.pdf

Download (3MB)

Abstract

Mie kering merupakan salah satu makanan olahan yang populer di Indonesia, namun memiliki kandungan vitamin C yang rendah. Daun kelor (Moringa oleifera L.) merupakan sumber vitamin C alami yang berpotensi digunakan sebagai bahan fortifikasi untuk meningkatkan nilai gizi mie kering. Mengetahui pengaruh penambahan tepung daun kelor terhadap karakteristik organoleptik dan kadar vitamin C mie kering, serta menentukan formulasi yang tepat untuk menghasilkan mie kering tinggi vitamin C yang dapat diterima konsumen. Penelitian ini dilakukan pada bulan oktober 2025, dengan metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali sehingga menghasilkan12 unit percobaan. perlakun yang dicoba dalam pembuatan ini adalah formulasi mie kering dengan penambahan tepung kelor sebanyak 0%, 20%, 30% dan 40%. Variabel yang diamati adalah karakteris organoleptik mie meliputi aroma, rasa, warna, dan tekstur. Hasil penelitian terbaik menunjukan uji analisis organoleptik meliputi aroma (P1 dengan nilai rata-rata 4,71), rasa (P0 dengan nilai rata-rata 4,78), warna (P0 dengan nilai rata-rata 4,62), dan tekstur (P0 dengan nilai rata-rata 4,73).Serta kadar vitamin C dengan metode titrasi iodimetri. Data dianalisis dengan ANOVA dan uji lanjut Duncan pada taraf α=0,05. Kadar vitamin C mie kering meningkat seiring dengan peningkatan konsentrasi tepung daun kelor, yaitu P0 (0,23%), P1 (0,55%), P2 (0,74%), dan P3 (0,94%), dengan perbedaan nyata antar perlakuan. Untuk parameter organoleptik, perlakuan P0 dan P1 memiliki tingkat kesukaan yang tidak berbeda nyata

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Mie kering, tepung daun kelor, vitamin C
Subjects: T Technology > Agricultural Technology
Divisions: Fakultas Teknologi Pertanian > Teknologi Hasil Pertanian
Depositing User: Mrs Skripsi Perpust
Date Deposited: 29 Jul 2026 23:44
Last Modified: 29 Jul 2026 23:44
URI: http://repo-ukaw.superspace.id/id/eprint/7216

Actions (login required)

View Item View Item