PIT'AY, Wenti (2026) DESKRIPSI TENTANG KEKUATAN PEMBUKTIAN PERJANJIAN LISAN DALAM PENYELESAIAN SENGKETA WANPRESTASI. Undergraduate thesis, Artha Wacana Christian University.
|
Text
1. COVER.pdf Download (500kB) |
|
|
Text
2. ABSTRAK.pdf Download (167kB) |
|
|
Text
3. BAB I.pdf Download (553kB) |
|
|
Text
4. BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (588kB) |
|
|
Text
5. BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (867kB) |
|
|
Text
6. BAB IV.pdf Download (234kB) |
|
|
Text
7. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (197kB) |
|
|
Text
8. DAFTAR RIWAYAT HIDUP.pdf Download (76kB) |
Abstract
Masalah penelitian dalam penulisan ini adalah (1). Bagaimanakah kekuatan pembuktian perjanjian lisan dan sengeketa wanprestasi. (2). Bagimanakah akibat Hukum dari kekuatan pembuktian perjanjian lisan terhadap putusan Hakim dalam sengketa wanprestasi. Tujuan penelitian dalam penulisan ini adalah (1). Untuk mengatahui kekuatan pembuktian dari perjanjian lisan dalam sengketa wanprestasi. (2). Untuk mengatahui akibat Hukum dari kekuatan pembuktian perjanjian lisan terhadap putusan Hakim dalam sengketa wanprestasi. Metode penelitian dalam penulisan ini adalah penelitian ini bersifat deskriptif dan jenis penelitian ini adalah penelitian normatif dengan menggunakan dua variabel yakni variabel bebas dan variabel terikat. Sumber data yang digunakan adalah bahan hukum primer, sekunder dan tersier dengan teknik pengumpulan data menggunakan studi kepustakaan dan menggunakan analisis deskriptif- kualitatif. Berdasarakan hasil penelitian disimpulkan bahwa.(1) Bagaimanakah kekuatan pembuktian perjanjian lisan adalah bisa dilihat dari keterangan saksi yang diperkuat dengan bukti surat serta Sah menurut Hukum Perdata. (2) Bagaimanakah akibat hukum dari kekuatan pembuktian perjanjian lisan terhdap putusan Hakim dalam sengketa wanprestasi adalah hakim mengabulkan gugutan Penggugat dan tergugat dihukum untuk mengganti kerugian yang dialami oleh pengggugat. Hakim menolak gugatan pengggugat, tergugat dibebaskan dari tuntutan gugatan penggugat. Saran yang diberikan penulis adalah. Masnyarakat sebaiknya membuat perjanjian secara tertulis atau menyiapkan bukti pendukung apabila perjanjian dilakukan secara lisan. Para pihak hendakanya melaksanakan perjanjian dengan etikada baik untuk menghindari wanprestasi. Aparat penegak Hukum diharapkan cermat dan objektif dalam menilai alat bukti perjanjian lisan demi tercapai kepastian Hukum dan keadilan
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Pembuktian, perjanjian lisan, wanprestasi |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Hukum > Ilmu Hukum |
| Depositing User: | Mrs Skripsi Perpust |
| Date Deposited: | 29 Jul 2026 00:59 |
| Last Modified: | 29 Jul 2026 00:59 |
| URI: | http://repo-ukaw.superspace.id/id/eprint/7181 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
