MANDALA, Erniwati (2026) TRADISI MOLEBINGGA: Tinjauan Teologi Kontekstual Terhadap Praktik Molebingga Serta Implikasinya Bagi Jemaat GMIT Getsemani Longgo, Klasis Rote Barat Laut. Undergraduate thesis, Artha Wacana Christian University.
|
Text
1 HALAMAN DEPAN.pdf Download (576kB) |
|
|
Text
2 ABSTRAK.pdf Download (106kB) |
|
|
Text
3 PENDAHULUAN.pdf Download (265kB) |
|
|
Text
4 BAB I.pdf Restricted to Registered users only Download (270kB) |
|
|
Text
5 BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (499kB) |
|
|
Text
6 BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (366kB) |
|
|
Text
7 PENUTUP.pdf Download (14kB) |
|
|
Text
8 DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (135kB) |
Abstract
Tradisi Molebingga adalah warisan kebudayaan masyarakat Rote Dengka yang mempunyai makna mengenai kehidupan sosial. Tradisi Molebingga dipahami sebagai ritual mendinginkan keadaan pasca kematian, yang sering kali membuat jemaat ada dalam kondisi ketegangan identitas yaitu antara patuh terhadap adat dan iman Kristen. Masalah utama yang diangkat adalah bagaimana praktik Molebingga yang terkandung nilai-nilai dan makna dapat dialogkan secara kritis dengan teks Alkitab. Penelitian ini bertujuan untuk menggali nilai-nilai dan makna dari praktik Molebingga sehingga tidak menimbulkan dualisme iman, tetapi sebuah teologi yang kontekstual bagi jemaat. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif yang bersifat deskriptif. Penelitian ini memakai analisis yang mendalam sebab lebih mengutamakan situasi yang terjadi di lapangan. Oleh karena itu, pendekatan teologi yang digunakan adalah model dialektis yang dikembangkan oleh Emanuel Gerrit Singgih. Informasi yang didapatkan melalui observasi, studi literatur, dan wawancara dengan tokoh adat dan pemimpin jemaat di GMIT Getsemani Longgo. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tradisi Molebingga terkandung nilai-nilai dikorelasikan kritis maka ada nilai positif dan nilai negatif. Terdapat nilai luhur dari tradisi Molebingga yaitu upaya memanusiakan manusia dan psikologis melalui simbolisme (mendinginkan). Oleh karena itu, melalui proses dialektika, ditemukan bahwa praktik Molebingga memberikan pemahaman jemaat tentang rasa syukur kepada Tuhan sebagai kesejukan di tengah duka dan perlindungan serta perdamaian hanya dari-Nya. Lalu, teks Alkitab sangat berperan penting dalam memberikan kritik profetis untuk mentransformasikan pemaknaan ritual yang awalnya bersifat legalistik dan penuh ketakutan akan kematian menjadi sebuah perayaan kasih Allah. Penelitian ini, dengan refleksi teologis kritis maka menyimpulkan bahwa tradisi Molebingga di lakukan pemaknaan kembali dalam budaya sebagai peneguhan iman dan solidaritas berupa diakonia penghiburan di Jemaat GMIT Getsemani Longgo, di mana Allah bekerja melalui struktur kekeluargaan suku Rote (Dengka) yaitu To’o yang menyatakan kasih dan keadilan bagi keluarga duka.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Molebingga, To’o , Kontekstual, GMIT Getsemani Longgo |
| Subjects: | Theology > Christian Theology Theology |
| Divisions: | Fakultas Teologi > Teologi Agama Kristen |
| Depositing User: | Mrs Skripsi Perpust |
| Date Deposited: | 13 Feb 2026 02:35 |
| Last Modified: | 13 Feb 2026 02:35 |
| URI: | http://repo-ukaw.superspace.id/id/eprint/6364 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
