PENGARUH FAKTOR INTERNAL DAN FAKTOR EKSTERNAL TERHADAP PENINGKATAN KESEJAHTERAAN PELAKU UMKM DI KELURAHAN KUANINO - KECAMATAN KOTA RAJA

TIKA, Bonaventura Reynaldy (2025) PENGARUH FAKTOR INTERNAL DAN FAKTOR EKSTERNAL TERHADAP PENINGKATAN KESEJAHTERAAN PELAKU UMKM DI KELURAHAN KUANINO - KECAMATAN KOTA RAJA. Undergraduate thesis, Artha Wacana Christian University.

[img] Text
01. COVER.pdf

Download (953kB)
[img] Text
02. ABSTRAK.pdf

Download (188kB)
[img] Text
03. BAB I.pdf

Download (353kB)
[img] Text
04. BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (362kB)
[img] Text
05. BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (408kB)
[img] Text
06. BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (420kB)
[img] Text
07. BAB V.pdf

Download (287kB)
[img] Text
08. DAFTAR PUSTAKA - Copy.pdf

Download (295kB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor internal dan faktor eksternal terhadap peningkatan kesejahteraan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kelurahan Kuanino, Kecamatan Kota Raja. Faktor internal mencakup aspek seperti kemampuan manajerial, inovasi produk, efisiensi operasional, dan struktur organisasi. Sementara itu, faktor eksternal meliputi kebijakan pemerintah, kondisi ekonomi makro, persaingan pasar, dan perkembangan teknologi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis regresi linear berganda. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada 54 pelaku UMKM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan pelaku UMKM dengan nilai signifikansi 0,000. Hal ini menunjukkan bahwa semakin baik faktor internal yang dimiliki pelaku usaha, semakin meningkat kesejahteraan mereka. Sementara itu, faktor eksternal tidak berpengaruh signifikan terhadap kesejahteraan pelaku UMKM, yang mengindikasikan bahwa keberhasilan usaha lebih banyak ditentukan oleh faktor dari dalam diri pelaku usaha itu sendiri dibandingkan faktor eksternal. Temuan ini sejalan dengan teori yang dikemukakan oleh Kotler dan Keller (2016), yang menekankan pentingnya inovasi dan kemampuan adaptasi dalam menghadapi dinamika pasar. Mereka menyebut bahwa UMKM yang mampu berinovasi memiliki peluang lebih besar untuk bertahan dan berkembang. Selain itu, Robbins dan Coulter (2018) menekankan bahwa kepemimpinan yang efektif serta pengelolaan sumber daya yang optimal merupakan elemen penting dalam meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan UMKM. Sementara itu, Porter (1980) melalui teorinya tentang lima kekuatan persaingan menjelaskan bagaimana tekanan dari kompetitor, pemasok, dan konsumen dapat memengaruhi kinerja bisnis, termasuk UMKM. Dukungan pemerintah dalam bentuk regulasi, insentif pajak, dan akses terhadap pembiayaan juga memiliki peran penting dalam lingkungan bisnis UMKM. Drucker (2006) menyatakan bahwa kebijakan pemerintah yang pro-UMKM dapat menciptakan lingkungan bisnis yang kondusif, sehingga meningkatkan peluang kesuksesan usaha. Selain itu, perkembangan teknologi menjadi salah satu faktor eksternal yang sangat relevan di era digital. Menurut Davis (1989), adopsi teknologi sangat dipengaruhi oleh persepsi manfaat dan kemudahan penggunaan. Sementara itu, Drucker (1985) menyatakan bahwa teknologi juga merupakan faktor internal yang memengaruhi keberhasilan usaha. Bagi UMKM, kemampuan dalam mengadopsi teknologi, seperti penggunaan aplikasi digital, e-commerce, atau sistem manajemen modern, dapat meningkatkan efisiensi operasional dan akses ke pasar yang lebih luas. Kondisi ekonomi makro seperti inflasi, suku bunga, dan nilai tukar mata uang juga memiliki pengaruh signifikan terhadap kesejahteraan UMKM. Samuelson dan Nordhaus (2010) menjelaskan bahwa stabilitas ekonomi menjadi prasyarat bagi tumbuh kembangnya sektor bisnis, termasuk UMKM. Ketika ekonomi makro tidak stabil, daya beli masyarakat menurun, yang pada gilirannya berdampak pada penjualan UMKM. Tidak hanya itu, faktor sosial dan budaya juga turut memainkan peran dalam kesejahteraan UMKM. Hofstede (2001) mengemukakan bahwa nilai-nilai budaya seperti kolektivitas dan kepercayaan dapat memengaruhi cara UMKM beroperasi, terutama di masyarakat yang sangat mengutamakan hubungan sosial. Di Indonesia, misalnya, konsep gotong royong sering kali menjadi dasar dalam membangun jaringan bisnis lokal. Implikasi dari penelitian ini menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas dan keterampilan pelaku UMKM dalam mengelola usaha secara mandiri. Oleh karena itu, diperlukan program pelatihan dan pendampingan yang lebih intensif, terutama dalam aspek pengelolaan keuangan, pemasaran, dan inovasi produk. Pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya juga diharapkan dapat menciptakan kebijakan yang lebih efektif dalam mendukung pengembangan UMKM agar mampu berkembang secara berkelanjutan.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Faktor Internal, Faktor Eksteranal dan Peningkatan Kesejahteraan.
Subjects: Economic > Economy Management
Divisions: Fakultas Ekonomi > Ekonomi Manajemen
Depositing User: Steven B. R. Waang
Date Deposited: 10 Feb 2026 02:55
Last Modified: 10 Feb 2026 02:55
URI: http://repo-ukaw.superspace.id/id/eprint/6161

Actions (login required)

View Item View Item