MANUHUTU, ELYZABETH A. D. C. (2025) ANALISIS PENGARUH PELATIHAN DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA DINAS PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK KOTA KUPANG. Undergraduate thesis, Artha Wacana Christian University.
|
Text
01. COVER.pdf Download (5MB) |
|
|
Text
02. ABSTRAK.pdf Download (96kB) |
|
|
Text
03. BAB I.pdf Download (209kB) |
|
|
Text
04. BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (187kB) |
|
|
Text
05. BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (133kB) |
|
|
Text
06. BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (931kB) |
|
|
Text
07. BAB V.pdf Download (17kB) |
|
|
Text
08. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (18kB) |
Abstract
Menurut Stoner (2017), manajemen sumber daya manusia adalah suatu prosedur yang berkelanjutan yang bertujuan untuk memasok suatu organisasi atau perusahaan dengan orang-orang yang tepat untuk ditempatkan pada posisi dan jabatan yang tepat pada saat organisasi memerlukannya. Manajemen sumber daya manusia juga menyangkut desain system perencanaan, penyusunan karyawan, pengembangan karyawan, pengelolaan karier, evaluasi kinerja, kompensasi karyawan dan hubungan ketenagakerjaan yang baik. Manajemen sumber daya manusia melibatkan semua keputusan dan praktik manajemen yang mempengaruhi secara langsung sumber daya manusianya. Kinerja menurut Mangkunegara (2015) kinerja (prestasi kerja) adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Menurut Khaeruman,dkk (2021), kinerja merupakan aspek penting dalam upaya pencapaian tujuan perusahaan atau instansi. Dengan kinerja pegawai yang baik pada suatu perusahaan atau instansi, maka perusahaan atau instansi tersebut akan dapat mencapai tujuan yang diinginkannya. Hal ini dikarenakan kinerja sebagai penentu keberhasilan serta kelangsungan hidup perusahaan. Dalam setiap organisasi, manusia merupakan salah satu komponen yang sangat penting dalam menghidupkan organisasi tersebut. Dalam hal ini seorang pimpinan harus melakukam pertimbangan mengenai hasil prestasi kerja para bawahannya. Menurut Priansa (2017), Pelatihan adalah upaya yang sistematis dan terencana untuk mengubah atau mengembangkan pengetahuan, keterampilan, sikap baru yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Menurut Humaidi (2024) mengatakan bahwa motivasi adalah dorongan untuk bertindak terhadap serangkaian proses perilaku manusia dengan mempertimbangkan arah, intensitas, dan ketekunan pada pencapaian tujuan. Berdasarkan penjelasan diatas tersebut maka dalam penelitian ini peneliti akan membahas pengaruh pelatihan kerja, motivasi kerja, terhadap kinerja pegawai pada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Kupang. Dalam penelitian ini sebanyak 41 orang. Teknik pengumpulan analisis data yang peneliti gunakan dalam penelitian ini untuk mengetahui pengaruh antara pelatihan kerja dan motivasi kerja terhadap kinerja pegawai, peneliti menggunakan Uji Analisi Regresi Linier Berganda, Uji parsial (Uji T), Uji Simultan (Uji F) dan Koefisien Determinasi (R2). Dari hasil penelitian ini yang digunakan, peneliti dapat menyimpulkan bahwa secara parsial Pelatihan Kerja (X1) berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Pegawai (Y). Sedangkan secara simultan atau secara bersama-sama Pelatihan Kerja (X1) dan Motivasi Kerja (X2) memiliki pengaruh signifikan terhadap Kinerja Pegawai Dinas Pemeberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Kupang. Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil pengujian didapati hasil analisis regresi linier berganda yang memperlihatkan pengaruh Pelatihan Kerja (X1) dan Motivasi Kerja (X2) terhadap Kinerja Pegawai (Y) dengan nilai konstanta α sebesar 31.804 sedangkan koefisien b1 = 0,221, b2 = 0,343. Dengan demikian persamaan regresi linier berganda yang memperlihatkan pengaruh Pelatihan Kerja (X1) dan Motivasi Kerja (X2) terhadap Kinerja Pegawai (Y) adalah sebagai berikut : Y= 31.804 + 0.221 X1 + 0.343 X2 +e Selain itu hasil uji hipotesis pertama yaitu Pelatihan Kerja (X1) berpengaruh terhadap Kinerja Pegawai (Y). Diketahui bahwa untuk variabel Pelatihan Kerja (X1) ditemukan Nilai T hitung 3.065 > Ttabel 2,024 dan tingkat tingkat t = 0,004. Oleh karena nilai signifikan < 0,05. Maka, H0 (b1≠0) ditolak dan Ha (b1=0) diterima yaitu variabel Pelatihan Kerja (X1) berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Pegawai (Y). Berikutnya hasil uji hipotesis kedua yaitu Motivasi kerja (X2) terhadap Kinerja Pegawai (Y). diketahui bahwa untuk variabel Motivasi Kerja (X2) ditemukan Nilai T hitung 3.114 > Ttabel 2,024 dengan tingkat signifikan t = 0,004. Oleh karena nilai signifikan < 0,05. Maka, H0 (b1≠0) ditolak dan Ha (b1=0) diterima, artinya bahwa secara simultan Pelatihan Kerja (X1) dan Motivasi Kerja (X2) berpengaruh signifikan secara bersama-sama terhadap Kinerja Pegawai (Y). Dan terakhir berdasarkan perolehan hasil uji koefisien determinasi (R2) diatas dapat diketahui besarnya koefisien determinasi R2 adalah 0.550 atau 55,0%. Hal ini menunjukkan bahwa besarnya pengaruh Pelatihan Kerja dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Pegawai adalah 55,0%. Sedangkan pengaruh sebesar 45% disebabkan oleh factor lainnya yang tidak diketahui dalam penelitian ini.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Pelatihan Kerja, Motivasi Kerja, Kinerja Pegawai |
| Subjects: | Economic > Economy Management |
| Divisions: | Fakultas Ekonomi > Ekonomi Manajemen |
| Depositing User: | Steven B. R. Waang |
| Date Deposited: | 14 Feb 2026 04:04 |
| Last Modified: | 14 Feb 2026 04:04 |
| URI: | http://repo-ukaw.superspace.id/id/eprint/6490 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
