LASSA, Inne Normalisa J. (2026) KAJIAN SOSIAL EKONOMI DAN PERSEPSI EKOLOGIS MASYARAKAT DALAM AKTIVITAS PENGAMBILAN BATU WARNA DI PESISIR KOLBANO. Undergraduate thesis, Artha Wacana Christian University.
|
Text
1 HALAMAN DEPAN.pdf Download (744kB) |
|
|
Text
2 RINGKASAN & SUMMARY.pdf Download (12kB) |
|
|
Text
3 BAB I.pdf Download (85kB) |
|
|
Text
4 BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (110kB) |
|
|
Text
5 BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (280kB) |
|
|
Text
6 BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (306kB) |
|
|
Text
7 BAB V.pdf Download (85kB) |
|
|
Text
8 DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (170kB) |
Abstract
Pantai Kolbano merupakan kawasan pesisir yang memiliki keunikan berupa hamparan batu warna yang menjadi daya tarik wisata sekaligus dimanfaatkan masyarakat sebagai sumber mata pencaharian. Aktivitas pengambilan batu warna memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, namun berpotensi menimbulkan dampak terhadap kelestarian lingkungan pesisir apabila dilakukan secara terus-menerus tanpa pengelolaan yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi sosial ekonomi masyarakat, mengidentifikasi persepsi ekologis masyarakat terhadap aktivitas pengambilan batu warna, serta mengkaji hubungan antara kondisi sosial ekonomi dan persepsi ekologis masyarakat di Pesisir Kolbano. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2025 di Pesisir Kolbano, Kabupaten Timor Tengah Selatan, menggunakan pendekatan mixed methods dengan metode survei, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Populasi penelitian berjumlah 100 orang yang terlibat dalam aktivitas pengambilan batu warna, dengan sampel sebanyak 50 responden. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif, kemudian diintegrasikan melalui teknik triangulasi untuk memperoleh gambaran yang komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat didominasi oleh usia produktif dengan tingkat pendidikan dasar hingga menengah, serta sebagian besar bekerja sebagai penambang batu warna. Aktivitas pengambilan batu warna menjadi sumber pendapatan utama maupun tambahan bagi masyarakat pesisir. Dari aspek ekologis, masyarakat memiliki persepsi yang cukup baik terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan pesisir dan menyadari bahwa pengambilan batu warna secara berlebihan dapat mengurangi keindahan pantai serta ketersediaan batu warna di masa mendatang. Meskipun demikian, kebutuhan ekonomi masih menjadi alasan utama masyarakat tetap melakukan aktivitas tersebut. Secara keseluruhan, terdapat keseimbangan antara ketergantungan ekonomi masyarakat terhadap batu warna dan kesadaran mereka akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Oleh karena itu, pengelolaan pemanfaatan batu warna perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah agar manfaat ekonomi tetap dapat diperoleh tanpa mengurangi fungsi ekologis kawasan pesisir.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform T Technology > Fishery |
| Divisions: | Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Manajemen Sumber Daya Perairan |
| Depositing User: | Mrs Skripsi Perpust |
| Date Deposited: | 21 Aug 2026 02:04 |
| Last Modified: | 21 Aug 2026 02:04 |
| URI: | http://repo-ukaw.superspace.id/id/eprint/7718 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
