POLIN, Priska Almaromio (2026) DESKRIPSI TENTANG MOTIF, MODUS, DAN AKIBAT HUKUM TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA PENGEDARAN EKSTASI. Undergraduate thesis, Artha Wacana Christian University.
|
Text
1. COVER, PENGESAHAN, dll.pdf Download (803kB) |
|
|
Text
2. ABSTRAK.pdf Download (59kB) |
|
|
Text
3. BAB I.pdf Download (334kB) |
|
|
Text
4. BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (292kB) |
|
|
Text
5. BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (486kB) |
|
|
Text
6. BAB IV.pdf Download (82kB) |
|
|
Text
7. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (142kB) |
|
|
Text
8. DAFTAR RIWAYAT HIDUP.pdf Download (66kB) |
Abstract
Tindak pidana pengedaran ekstasi merupakan permasalahan serius yang memerlukan perhatian dan penanganan khusus. Tingginya angka peredaran ekstasi menunjukkan bahwa tindak pidana narkotika masih menjadi ancaman nyata bagi masyarakat Indonesia. Permasalahan dalam penelitian ini adalah: apa motif pelaku melakukan tindak pidana pengedaran ekstasi, bagaimana modus pelaku melakukan tindak pidana pengedaran ekstasi, serta apa akibat hukum yang dikenakan bagi pelaku dan barang bukti dalam tindak pidana pengedaran ekstasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui motif pelaku melakukan tindak pidana pengedaran ekstasi., mengetahui modus pelaku melakukan tindak pidana pengedaran ekstasi, serta mengetahui akibat hukum yang dikenakan terhadap pelaku dan barang bukti dalam tindak pidana pengedaran ekstasi. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan sifat penelitian deskriptif. Variabel bebas dalam penelitian ini meliputi motif pelaku melakukan tindak pidana pengedaran ekstasi, modus pelaku melakukan tindak pidana, serta akibat hukum terhadap pelaku dan barang bukti. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah putusan hakim terhadap pelaku tindak pidana pengedaran ekstasi. Data yang digunakan terdiri atas bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier yang dianalisis secara normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa: pertama, motif pelaku melakukan tindak pidana pengedaran ekstasi antara lain dipengaruhi oleh keinginan memperoleh keuntungan finansial dan terpengaruh lingkungan pergaulan yang berhubungan dengan penyalahgunaan ekstasi. Kedua, modus pelaku melakukan tindak pidana pengedaran ekstasi dilakukan dengan menerima dan mengikuti perintah dari pihak lain, bertindak sebagai perantara dalam transaksi ekstasi, bekerjasama dengan pihak lain dan menyamarkan ekstasi kedalam barang lain, membeli, menyimpan, menjual kembali, dan mengedarkan ekstasi dari pihak yang satu ke pihak yang lain. Ketiga, akibat hukum yang dikenakan terhadap pelaku berupa pidana penjara dan pidana mati sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, sedangkan terhadap barang bukti berupa dirampas untuk dimusnahkan atau dirampas untuk negara. Disarankan agar penegak hukum terus meningkatkan profesionalisme, ketelitian, dan konsistensi dalam penegakan hukum terhadap tindak pidana pengedaran ekstasi sehingga tercipta kepastian hukum, keadilan, dan efek jera. Selain itu, pelaku diharapkan tidak mengulangi perbuatannya serta meningkatkan kesadaran hukum agar dapat kembali berperilaku sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku..
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Tindak pidana, pengedaran, ekstasi |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Hukum > Ilmu Hukum |
| Depositing User: | Mrs Skripsi Perpust |
| Date Deposited: | 08 Aug 2026 03:52 |
| Last Modified: | 08 Aug 2026 03:52 |
| URI: | http://repo-ukaw.superspace.id/id/eprint/7482 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
