DESKRIPSI TENTANG MOTIF, MODUS DAN AKIBAT HUKUM TINDAK PIDANA PEREDARAN ROKOK ILEGAL

SERAN, Raymond Constantino (2026) DESKRIPSI TENTANG MOTIF, MODUS DAN AKIBAT HUKUM TINDAK PIDANA PEREDARAN ROKOK ILEGAL. Undergraduate thesis, Artha Wacana Christian University.

[img] Text
1. COVER, PENGESAHAN, dll.pdf

Download (416kB)
[img] Text
2. ABSTRAK.pdf

Download (123kB)
[img] Text
3. BAB I.pdf

Download (240kB)
[img] Text
4. BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (233kB)
[img] Text
5. BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (247kB)
[img] Text
6. BAB IV.pdf

Download (75kB)
[img] Text
7. DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (82kB)

Abstract

Rumusan masalah yang dikaji oleh penulis adalah 1). Apa motif terjadinya tindak pidana peredaran rokok ilegal? 2). Apa modus terjadinya tindak pidana peredaran rokok ilegal? dan 3). Apa akibat hukum pidana terhadap pelaku tindak pidana peredaran rokok ilegal? Tujuan yang ingin penulis kaji adalah 1). Untuk mengetahui motif terjadinya tindak pidana peredaran rokok ilegal, 2). Untuk mengetahui modus terjadinya tindak pidana peredaran rokok ilegal, dan 3). Untuk mengetahui akibat hukum pidana terhadap pelaku tindak pidana peredaran rokok ilegal. Sifat penelitian adalah bersifat deskriptif analisis dan jenis penelitian yang penulis gunakan adalah penelitian hukum normatif. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah motif, modus, dan akibat hukum tindak pidana peredaran rokok ilegal. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah putusan terhadap pelaku tindak pidana peredaran rokok ilegal. Berdasarkan hasil penelitian penulis terhadap lima putusan pengadilan yang diteliti maka diperoleh hasil sebagai berikut: 1). Motif terjadinya tindak pidana peredaran rokok ilegal yaitu a) faktor ekonomi yang mendorong pelaku memperoleh keuntungan dengan menghindari kewajiban pembayaran cukai, b) adanya kesempatan karena lemahnya pengawasan terhadap peredaran rokok ilegal, dan c) kurangnya pengawasan dari aparat yang dimanfaatkan oleh pelaku untuk mengedarkan rokok ilegal. 2). Modus yang dilakukan pelaku dalam tindak pidana peredaran rokok ilegal yaitu a) memesan rokok dari luar daerah untuk dijual kembali melalui jaringan distribusi kepada pengecer, b) mengedarkan rokok tanpa dilekati pita cukai guna menghindari pembayaran cukai, dan c) menggunakan pita cukai bekas agar rokok ilegal tampak sebagai rokok yang legal. 3). Akibat hukum pidana terhadap pelaku tindak pidana peredaran rokok ilegal yaitu pelaku dijatuhi pidana penjara dan pidana denda sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai, serta barang bukti yang berkaitan dengan tindak pidana dirampas untuk dimusnahkan atau dirampas untuk negara sesuai dengan amar putusan pengadilan. Saran dari penulis terkait penelitian ini adalah agar Pemerintah, khususnya Direktorat Jenderal Bea dan Cukai bersama aparat penegak hukum lainnya meningkatkan pengawasan terhadap jalur distribusi rokok, toko eceran, pasar tradisional, dan wilayah perbatasan untuk mencegah peredaran rokok ilegal, serta memberikan edukasi hukum kepada masyarakat mengenai bahaya dan konsekuensi hukum membeli maupun memperjualbelikan rokok ilegal sehingga kesadaran hukum masyarakat meningkat dan peredaran rokok ilegal dapat diminimalkan

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Peredaran Rokok Ilegal, Motif, Modus Operandi, Akibat Hukum, Cukai
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
Depositing User: Mrs Skripsi Perpust
Date Deposited: 04 Aug 2026 02:59
Last Modified: 04 Aug 2026 02:59
URI: http://repo-ukaw.superspace.id/id/eprint/7340

Actions (login required)

View Item View Item