EKLESIOLOGI FEMINIS DAN ISU STUNTING DI PEDESAAN: Analisis Pemikiran Natalie K. Watson terhadap Program Pelayanan GASING (Gereja Bersih Stunting) di Jemaat GMIT Overa Fatululat, Klasis Amfoang Selatan

BIAF, Mahalty N. (2026) EKLESIOLOGI FEMINIS DAN ISU STUNTING DI PEDESAAN: Analisis Pemikiran Natalie K. Watson terhadap Program Pelayanan GASING (Gereja Bersih Stunting) di Jemaat GMIT Overa Fatululat, Klasis Amfoang Selatan. Undergraduate thesis, Artha Wacana Christian University.

[img] Text
I. Cover (Cover dan lembaran pengesahan).pdf

Download (346kB)
[img] Text
II. Abstrak.pdf

Download (217kB)
[img] Text
III. Bab 1.pdf

Download (404kB)
[img] Text
IV. Bab 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (308kB)
[img] Text
V. Bab 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (231kB)
[img] Text
VI. Bab 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (628kB)
[img] Text
VII. Bab 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (315kB)
[img] Text
VIII. Bab 6.pdf

Download (242kB)
[img] Text
IX. Bibliografi (Daftar Pustaka).pdf

Download (239kB)
[img] Text
X. Lampiran.pdf

Download (1MB)

Abstract

Penanganan stunting selama ini cenderung dipahami sebagai persoalan kesehatan semata, sehingga keterkaitannya dengan relasi gender, pengalaman perempuan, dan tanggung jawab gereja belum banyak mendapat perhatian. Berangkat dari realitas tersebut, penelitian ini mengkaji keterlibatan Jemaat GMIT Overa Fatululat melalui program pelayanan GASING (Gereja Bersih Stunting) sebagai praksis gereja dalam merespons isu stunting di pedesaan melalui perspektif eklesiologi feminis Natalie K. Watson. Penelitian ini bertujuan untuk memahami implementasi eklesiologi Jemaat GMIT Overa Fatululat dalam upaya penanganan stunting, menganalisis program pelayanan GASING, termasuk peran dan pengalaman perempuan sebagai praksis eklesiologi feminis, serta merumuskan refleksi teologis bagi pelayanan GMIT, khususnya dalam pengembangan diakonia transformatif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap 23 narasumber yang terdiri atas pendeta, majelis jemaat, kader GASING, ibu hamil atau ibu dengan bayi penerima program, praktisi kesehatan, kepala desa, dan tokoh adat. Analisis data dilakukan secara deskriptif-interpretatif dalam dialog dengan kerangka eklesiologi feminis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program GASING merupakan wujud konkret tanggung jawab eklesiologis gereja dalam menghadirkan pelayanan yang menyentuh kebutuhan nyata jemaat melalui pemberian telur, edukasi gizi, dan pemberdayaan komunitas. Melalui perspektif Natalie K. Watson, penelitian ini menegaskan bahwa gereja dipanggil untuk bergerak dari model pelayanan yang bersifat karitatif menuju komunitas yang inklusif, relasional, adil gender, dan membebaskan, dengan menempatkan perempuan sebagai subjek iman dan mitra setara dalam misi Allah. Kata Kunci: Eklesiologi feminis, Natalie K. Watson, Stunting, Program GASING, Perempuan.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Eklesiologi feminis, Natalie K. Watson, Stunting, Program GASING, Perempuan.
Subjects: Theology > Christian Theology
Theology
Divisions: Pascasarjana > Magister > Teologi
Depositing User: Mrs Skripsi Perpust
Date Deposited: 31 Jul 2026 06:12
Last Modified: 31 Jul 2026 06:12
URI: http://repo-ukaw.superspace.id/id/eprint/7272

Actions (login required)

View Item View Item