BOELAN, Kevin Logen (2026) PENERAPAN RESTORATIVE JUSTICE TERHADAP TINDAK PIDANA PENCURIAN SEPEDA MOTOR YANG DILAKUKAN OLEH ANAK (Studi Kasus di Polresta Kupang Kota). Undergraduate thesis, Artha Wacana Christian University.
|
Text
1. COVER PENGESAHAN DLL.pdf Download (270kB) |
|
|
Text
2. ABSTRAK.pdf Download (108kB) |
|
|
Text
3. BAB I.pdf Download (200kB) |
|
|
Text
4. BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (251kB) |
|
|
Text
5. BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (296kB) |
|
|
Text
6.BAB IV.pdf Download (79kB) |
|
|
Text
7. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (87kB) |
|
|
Text
8.LAMPIRAN.pdf Download (193kB) |
Abstract
Penelitian ini membahas penyidikan tindak pidana pencurian sepeda motor yang dilakukan oleh anak di wilayah hukum Polresta Kupang Kota, khususnya terkait penyelesaian perkara melalui pendekatan restorative justice serta perkara yang dilanjutkan ke tahap penuntutan. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) mengapa dalam penyidikan tindak pidana pencurian sepeda motor yang dilakukan oleh anak terdapat perkara yang diselesaikan melalui restorative justice, dan (2) apa pertimbangan penyidik sehingga dalam penyidikan tindak pidana pencurian sepeda motor yang dilakukan oleh anak terdapat perkara yang dilanjutkan ke tahap penuntutan. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk (1) Untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan perkara tindak pidana pencurian sepeda motor yang dilakukan oleh anak diselesaikan melalui pendekatan restorative justice pada tahap penyidikan. (2) Untuk menganalisis pertimbangan penyidik dalam melanjutkan perkara tindak pidana pencurian sepeda motor yang dilakukan oleh anak ke tahap penuntutan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis empiris dengan sifat deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara semi terstruktur dan dokumentasi, serta didukung dengan studi kepustakaan. Sampel penelitian berjumlah 10 responden yang terdiri dari 6 anggota kepolisian yaitu Kabag Ops Polresta Kupang Kota, Penyidik Polresta Kupang Kota, Anggota Reskrim Polresta Kupang Kota, 2 pelaku anak, dan 2 korban curanmor, yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Berdasarkan Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) penyelesaian perkara curanmor oleh anak melalui restorative justice dilakukan karena adanya kesepakatan perdamaian antara pelaku dan korban, adanya pengembalian barang atau ganti rugi, serta pertimbangan kemanusiaan dan kepentingan terbaik bagi anak agar pelaku tetap dapat melanjutkan pendidikan. Penerapan restorative justice juga didukung oleh nilai kekeluargaan masyarakat Kupang dan memiliki dasar hukum Peraturan Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2021 serta Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023, khususnya Pasal 112 dan Pasal 113 ayat 3. Selanjutnya, (2) perkara curanmor oleh anak dilanjutkan ke tahap penuntutan apabila tidak memenuhi syarat diversi atau restorative justice, terutama karena pelaku merupakan residivis, korban tidak bersedia memaafkan, serta keluarga pelaku tidak kooperatif. Pertimbangan hukum penyidik dalam melanjutkan perkara didasarkan pada ketentuan pasal pencurian dalam KUHP serta Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak sebagai ketentuan khusus dalam penanganan anak yang berhadapan dengan hukum. Dengan demikian, penerapan restorative justice maupun pelimpahan perkara ke tahap penuntutan merupakan bentuk kebijakan penegakan hukum yang mempertimbangkan keseimbangan antara pemulihan korban, tanggung jawab pelaku, serta pembinaan anak dalam sistem peradilan pidana anak
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Penyidikan, Anak, Curanmor, Restorative Justice, Penuntutan |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Hukum > Ilmu Hukum |
| Depositing User: | Mrs Skripsi Perpust |
| Date Deposited: | 31 Jul 2026 05:44 |
| Last Modified: | 31 Jul 2026 05:44 |
| URI: | http://repo-ukaw.superspace.id/id/eprint/7270 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
