PELOLO HUHU KEBIE (PENUTURAN SILSILAH): SUATU TINJAUAN TEOLOGI KONTEKSTUAL TERHADAP MAKNA PELOLO HUHU KEBIE (PENUTURAN SILSILAH) DALAM MASYARAKAT SABU DAN REFLEKSINYA BAGI JEMAAT GMIT PULAU PATMOS TULAIKA, KLASIS SABU BARAT-RAIJUA

DIRA TOME, Asri Novita (2026) PELOLO HUHU KEBIE (PENUTURAN SILSILAH): SUATU TINJAUAN TEOLOGI KONTEKSTUAL TERHADAP MAKNA PELOLO HUHU KEBIE (PENUTURAN SILSILAH) DALAM MASYARAKAT SABU DAN REFLEKSINYA BAGI JEMAAT GMIT PULAU PATMOS TULAIKA, KLASIS SABU BARAT-RAIJUA. Undergraduate thesis, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang.

[img] Text
1 HALAMAN DEPAN.pdf

Download (227kB)
[img] Text
2 ABSTRAK.pdf

Download (150kB)
[img] Text
3 PENDAHULUAN.pdf

Download (244kB)
[img] Text
4 BAB I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (227kB)
[img] Text
5 BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (268kB)
[img] Text
6 BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (208kB)
[img] Text
7 PENUTUP.pdf

Download (90kB)
[img] Text
8 DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (220kB)
[img] Text
9 LAMPIRAN.pdf

Download (389kB)

Abstract

Penelitian ini mengkaji Pelolo Huhu Kebie (penuturan silsilah) sebagai salah satu tradisi lisan masyarakat Sabu yang masih dipertahankan, khususnya dalam upacara kematian. Tradisi ini tidak hanya berfungsi sebagai penuturan garis keturunan, tetapi juga mengandung nilai-nilai budaya, sosial, dan spiritual yang membentuk identitas masyarakat Sabu. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi Jemaat GMIT Pulau Patmos Tulaika, menganalisis makna tradisi Pelolo Huhu Kebie dalam kehidupan masyarakat Sabu, serta merefleksikan nilai-nilai teologis yang terkandung di dalamnya bagi kehidupan dan pelayanan gereja. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara dengan tokoh adat, majelis jemaat, dan anggota jemaat, serta didukung oleh observasi lapangan dan studi pustaka. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pelolo Huhu Kebie merupakan tradisi yang tidak hanya berfungsi sebagai penuturan silsilah leluhur, tetapi juga menjadi sarana pelestarian identitas budaya, pemeliharaan memori kolektif, penguatan hubungan kekerabatan, serta solidaritas masyarakat Sabu. Dalam perspektif teologi kontekstual, tradisi ini mencerminkan karya Allah yang hadir dalam sejarah kehidupan umat melalui relasi antargenerasi, nilai kebersamaan, dan tanggung jawab untuk memelihara kehidupan bersama.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Pelolo Huhu Kebie, Teologi Kontekstual, Masyarakat Sabu, Kekerabatan, GMIT
Subjects: Theology
Divisions: Fakultas Teologi > Teologi Agama Kristen
Depositing User: Mrs Skripsi Perpust
Date Deposited: 31 Jul 2026 03:36
Last Modified: 31 Jul 2026 03:36
URI: http://repo-ukaw.superspace.id/id/eprint/7261

Actions (login required)

View Item View Item