LITUALY, Diandra Berthalia (2026) MEKAR IMAN DI ATAS KARANG PELAYANAN PENDETA PEREMPUAN: KAJIAN TERHADAP PERGUMULAN PENDETA PEREMPUAN DI KLASIS KUPANG BARAT MENURUT LENSA SPIRITUALITAS FEMINIS KWOK PUI-LAN. Masters thesis, Artha Wacana Christian University.
|
Text
I. COVER DAN PENGESAHAN.pdf Download (346kB) |
|
|
Text
II. ABSTRAK.pdf Download (83kB) |
|
|
Text
III. BAB I.pdf Download (159kB) |
|
|
Text
IV. BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (133kB) |
|
|
Text
V. BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (113kB) |
|
|
Text
VI. BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (245kB) |
|
|
Text
VII. BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (165kB) |
|
|
Text
VIII. BAB VI.pdf Download (83kB) |
|
|
Text
IX. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (94kB) |
|
|
Text
X. LAMPIRAN.pdf Download (613kB) |
Abstract
Tulisan ini membahas spiritualitas pendeta perempuan Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) di Klasis Kupang Barat dalam menghadapi keragaman beban pelayanan, keluarga, adat, dan sosial dalam masyarakat patriarkal. Masalah utama berangkat dari kenyataan bahwa pendeta perempuan telah diterima dalam struktur gereja, tetapi pengalaman pelayanan mereka belum selalu didukung secara sosial, kultural, dan kelembagaan. Mereka tetap dituntut melayani jemaat secara penuh, mengurus rumah tangga, menjaga citra diri, menghadapi penilaian jemaat, dan membuktikan kelayakan kepemimpinan di tengah budaya yang masih lebih mengutamakan laki-laki. Karena itu, penelitian ini penting untuk membaca kelelahan, air mata, tubuh yang terbatas, dan daya tahan pendeta perempuan sebagai pengalaman spiritual sekaligus struktural. Tulisan ini bertujuan mendeskripsikan bentuk-bentuk keragaman beban pendeta perempuan, menganalisis cara mereka memaknai spiritualitas dalam pergumulan tersebut, serta merefleksikannya secara teologis melalui lensa spiritualitas feminis Asia pascakolonial Kwok Pui-lan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Hasil temuan diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumen, lalu dianalisis dengan teori spiritualitas, teori gender dan patriarki, serta teologi feminis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spiritualitas pendeta perempuan tidak hadir sebagai pelarian dari kenyataan, tetapi sebagai daya hidup yang membuat mereka bertahan, melawan bias gender secara sunyi, dan menemukan Tuhan dalam keterbatasan tubuh. Studi ini merumuskan model Spiritualitas Daya Hidup, yaitu spiritualitas yang bekerja sebagai daya bertahan, daya melawan, dan daya memulihkan. Kebaruan ini terletak pada pembacaan pengalaman pendeta perempuan GMIT sebagai sumber berteologi yang sah, sekaligus sebagai kritik bagi gereja agar membangun pelayanan yang lebih setara, peka, dan manusiawi. Dengan demikian, tesis ini memberi kontribusi bagi teologi feminis lokal dan pendampingan pastoral GMIT dalam konteks Kupang Barat.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | GMIT, Klasis Kupang Barat, Pendeta Perempuan, Spiritualitas |
| Subjects: | Theology > Christian Theology |
| Divisions: | Pascasarjana > Magister > Teologi |
| Depositing User: | Mrs Skripsi Perpust |
| Date Deposited: | 30 Jul 2026 07:58 |
| Last Modified: | 30 Jul 2026 07:58 |
| URI: | http://repo-ukaw.superspace.id/id/eprint/7239 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
