DJAMI, Rhesa E. M. (2026) PRAKTIK “UBAT NEGERI” KOMUNITAS KRISTEN DI HUTUMURI Upaya Dekolonialisasi dalam Dialog Pemikiran Synthesis Robert J. Schreiter dan Pluriversality Walter Mignolo. Masters thesis, Artha Wacana Christian University.
|
Text
I. Cover (Cover & Lembar Pengesahan).pdf Download (461kB) |
|
|
Text
II. Abstrak.pdf Download (286kB) |
|
|
Text
III. Bab 1.pdf Download (457kB) |
|
|
Text
IV. Bab 2.pdf Restricted to Registered users only Download (519kB) |
|
|
Text
V. Bab 3.pdf Restricted to Registered users only Download (265kB) |
|
|
Text
VI. Bab 4.pdf Restricted to Registered users only Download (387kB) |
|
|
Text
VII. Bab 5.pdf Download (367kB) |
|
|
Text
VIII. Bibliografi (Daftar Pustaka).pdf Download (230kB) |
|
|
Text
IX. Lampiran.pdf Download (698kB) |
Abstract
Penelitian ini mengkaji praktik pengobatan tradisional Ubat Negeri komunitas Kristen di Negeri Hutumuri, Ambon, Maluku, sebagai wujud dekolonialisasi iman di tengah hegemoni medis-teologis Barat. Fenomena yang dikaji ialah ketegangan batin jemaat yang menjalani kehidupan keagamaan dua jalur: aktif beribadah di gereja, namun menyembunyikan praktik pengobatan tradisional di ruang privat karena takut dicap melakukan sinkretisme. Penelitian menggunakan desain kualitatif deskriptif-analitis. Data primer dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi lapangan terhadap sepuluh narasumber kunci: tokoh adat, dokter kampong, pasien, pendeta, majelis jemaat, dan perwakilan pemerintah lokal. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian naratif-tematik, dan refleksi teologis. Kerangka teori yang digunakan ialah konsep Synthesis Robert J. Schreiter yang memandang perjumpaan iman dan budaya sebagai dialog kreatif-kritis yang melahirkan teologi lokal baru yang autentik dan konsep Pluriversality Walter Mignolo, yang mendekonstruksi dominasi kebenaran tunggal Barat melalui praksis epistemic disobedience dan border thinking. Temuan menunjukkan bahwa Ubat Negeri bukan sinkretisme, melainkan sintesis teologis lokal yang matang yang mengintegrasikan tiga dimensi: identitas Teong Negeri sebagai fondasi kedaulatan epistemik, hutan adat sebagai "apotek alam" yang sakral, serta perpaduan doa Kristen dan kapata (bahasa tanah) sebagai puncak integrasinya. Dokter Kampong mewujudkan pembangkangan epistemik nyata dengan menolak komersialisasi ilmu dan menempatkan integritas moral di atas sertifikasi formal. Penelitian menyimpulkan bahwa komunitas Hutumuri telah menciptakan "ruang ketiga" di mana iman Kristen dan kearifan leluhur menyatu secara organik. Implikasinya, gereja perlu mendekonstruksi label sinkretisme yang peyoratif dan mengakui jemaat lokal sebagai produsen iman yang aktif dan mandiri.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Ubat Negeri; Synthesis; Pluriversality; Dekolonialisasi Iman; Pembangkangan Epistemik; Penyembuhan Holistik |
| Subjects: | Theology > Christian Theology Theology |
| Divisions: | Pascasarjana > Magister > Teologi |
| Depositing User: | Mrs Skripsi Perpust |
| Date Deposited: | 29 Jul 2026 00:37 |
| Last Modified: | 29 Jul 2026 00:37 |
| URI: | http://repo-ukaw.superspace.id/id/eprint/7176 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
