ANALISIS PENYEBARAN MIKROPLASTIK BERDASARKAN KEDALAMAN BERBEDA DI LOKASI PENANGKAPAN BAGAN APUNG PERAIRAN TELUK KUPANG

NOGE, Fridolin (2026) ANALISIS PENYEBARAN MIKROPLASTIK BERDASARKAN KEDALAMAN BERBEDA DI LOKASI PENANGKAPAN BAGAN APUNG PERAIRAN TELUK KUPANG. Undergraduate thesis, Artha Wacana Christian University.

[img] Text
1 HALAMAN DEPAN.pdf

Download (678kB)
[img] Text
2 RINGKASAN & SUMMARY.pdf

Download (79kB)
[img] Text
3 BAB I.pdf

Download (17kB)
[img] Text
4 BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (138kB)
[img] Text
5 BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (513kB)
[img] Text
6 BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (472kB)
[img] Text
7 BAB V.pdf

Download (86kB)
[img] Text
8 DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (90kB)

Abstract

Mikroplastik merupakan partikel plastik berukuran kurang dari 5 mm yang bersifat persisten dan berpotensi menimbulkan dampak ekologis serta risiko kesehatan melalui rantai makanan. Perairan Teluk Kupang merupakan wilayah pesisir yang dimanfaatkan secara intensif untuk aktivitas perikanan, khususnya penangkapan ikan menggunakan bagan apung, sehingga berpotensi terpapar pencemaran mikroplastik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelimpahan dan penyebaran mikroplastik berdasarkan kedalaman berbeda (0 m, 1 m, dan 3 m) serta mengidentifikasi jenis mikroplastik di lokasi penangkapan bagan apung perairan Teluk Kupang. Penelitian dilaksanakan pada bulan November–Desember 2025 menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik purposive sampling pada tiga stasiun pengamatan, yaitu Pasir Panjang, Kelapa Lima, dan Oesapa. Sampel air laut dianalisis di laboratorium menggunakan metode filtrasi dan identifikasi visual dengan mikroskop stereo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mikroplastik ditemukan pada seluruh stasiun dan kedalaman pengamatan, dengan lima jenis mikroplastik yang teridentifikasi, yaitu fragmen, fiber, film, foam, dan pellet. Jenis fragmen merupakan mikroplastik yang paling dominan, sedangkan pellet memiliki kelimpahan paling rendah dan tidak ditemukan di Stasiun III. Kelimpahan mikroplastik tertinggi terdapat di Stasiun II (Kelapa Lima), yang diduga dipengaruhi oleh tingginya aktivitas manusia di wilayah pesisir. Secara umum, penyebaran mikroplastik di perairan Teluk Kupang dipengaruhi oleh degradasi sampah plastik, aktivitas antropogenik, serta parameter lingkungan seperti arus dan salinitas, sehingga berpotensi mengganggu kualitas perairan dan sumber daya perikanan.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Mikroplastik, Kedalaman Perairan, Bagan Apung, Kelimpahan, Teluk Kupang
Subjects: S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling
Divisions: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Manajemen Sumber Daya Perairan
Depositing User: Mrs Skripsi Perpust
Date Deposited: 25 Feb 2026 02:49
Last Modified: 25 Feb 2026 02:49
URI: http://repo-ukaw.superspace.id/id/eprint/6793

Actions (login required)

View Item View Item