EKI, Bertonides Fransiskus (2026) RITUS HEL BEBA: SUATU TINJAUAN TEOLOGI KONTEKSTUAL TERHADAP RITUS HEL BEBA DAN IMPLIKASINYA BAGI JEMAAT IMANUEL NEFONEKE KLASIS FATULEU TIMUR. Undergraduate thesis, Artha Wacana Christian University.
|
Text
1 HALAMAN DEPAN.pdf Download (619kB) |
|
|
Text
2 ABSTRAK.pdf Download (141kB) |
|
|
Text
3 PENDAHULUAN.pdf Download (322kB) |
|
|
Text
4 BAB I.pdf Restricted to Registered users only Download (311kB) |
|
|
Text
5 BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (393kB) |
|
|
Text
6 BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (257kB) |
|
|
Text
7 PENUTUP.pdf Download (90kB) |
|
|
Text
8 DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (223kB) |
Abstract
Ritus Hel beba merupakan salah satu ritus adat masyarakat Atoni Meto yang berfungsi sebagai sarana pemulihan relasi dan pendamaian akibat konflik masa lalu, khususnya dalam konteks perkawinan. Dalam kehidupan Jemaat GMIT Imanuel Nefoneke, ritus ini masih terus dipraktikkan dan diyakini memiliki pengaruh terhadap keharmonisan relasi sosial dan keluarga. Namun, praktik tersebut juga menimbulkan pertanyaan teologis, terutama ketika ritus adat dipahami secara berlebihan dan ditempatkan sejajar atau bahkan melampaui pemahaman iman Kristen. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna ritus Hel beba serta merefleksikannya secara teologis dalam terang Teologi Kontekstual. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka dan penelitian lapangan melalui observasi dan wawancara. Analisis dilakukan dengan menggunakan Model Sintetis sebagaimana dikemukakan oleh Stephen B. Bevans, yang menempatkan Injil dan budaya dalam relasi dialogis dan kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ritus Hel beba mengandung nilai-nilai positif seperti persekutuan, penghormatan dan upaya membangun kembali relasi yang rusak. Nilai-nilai tersebut memiliki titik temu dengan gagasan pendamaian dalam iman Kristen. Namun demikian, ditemukan pula pemahaman jemaat yang masih dipengaruhi oleh rasa takut terhadap kutukan dan ketergantungan berlebihan pada ritus adat. Oleh karena itu, ritus Hel beba perlu dipahami ulang secara kritis agar tidak bertentangan dengan iman Kristen. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ritus Hel beba dapat tetap dihargai sebagai warisan budaya, tetapi perlu ditransformasikan melalui refleksi teologi kontekstual agar iman jemaat semakin berakar pada Kristus dan tidak didasarkan pada tekanan adat semata.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Gereja, Ritus Hel beba, Teologi Kontekstual, Pendamaian |
| Subjects: | Theology |
| Divisions: | Fakultas Teologi > Teologi Agama Kristen |
| Depositing User: | Mrs Skripsi Perpust |
| Date Deposited: | 19 Feb 2026 04:12 |
| Last Modified: | 19 Feb 2026 04:12 |
| URI: | http://repo-ukaw.superspace.id/id/eprint/6618 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
