FOBIA, Bethsiani Silvana Helena (2026) DESKRIPSI TENTANG PERUBAHAN FUNGSI HUTAN LINDUNG DAN CAGAR ALAM MUTIS TIMAU MENJADI TAMAN NASIONAL: (Dengan Surat Keputusan Menteri LHK Nomor 946 Tahun 2024). Undergraduate thesis, Artha Wacana Christian University.
|
Text
1. COVER.pdf Download (713kB) |
|
|
Text
2. ABSTRAK.pdf Download (286kB) |
|
|
Text
3. BAB I.pdf Download (594kB) |
|
|
Text
4. BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (673kB) |
|
|
Text
5. BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (668kB) |
|
|
Text
6. BAB IV.pdf Download (265kB) |
|
|
Text
7. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (261kB) |
Abstract
Deskripsi Tentang Perubahan Fungsi Hutan Lindung dan Cagar Alam Mutis Timau Menjadi Taman Nasional, Bethsiani Silvana Helena Fobia, 21310151. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh peralihan fungsi hutan lindung dan cagar alam menjadi taman nasional, sehingga menimbulkan perdebatan dimasyarakat sekitar. Pokok permasalahan yang dikaji oleh penulis, yaitu: 1) Apa alasan perubahan fungsi hutan lindung dan cagar alam mutis timau menjadi taman nasional?, 2) Bagaimana dampak perubahan fungsi hutan lindung dan cagar alam mutis timau menjadi taman nasional? dan 3) Bagaimana reaksi masyarakat terhadap perubahan fungsi hutan lindung dan cagar alam mutis timau menjadi taman nasional?. Penelitian ini bertujuan untuk, yaitu: 1) Untuk mengetahui alasan perubhan fungsi hutan lindung dan cagar alam mutis timau menjadi taman nasional, 2) Untuk mengetahui dampak perubahan fungsi hutan lindung dan cagar alam mutis timau menjadi taman nasional dan 3) Untuk mengetahui reaksi masyarakat setelah perubahan fungsi hutan lindung dan cagar alam mutis timau menjadi taman nasional. Sifat penelitian ini adalah deskriptif, Jenis penelitian adalah penelitian Empiris. Variable bebas dalam penelitian ini adalah alasan perubahan fungsi hutan lindung dan cagar mutis timau menjadi taman nasional dan yang menjadi variabel terikat dalam penelitian ini adalah mengukur seberapa besar dampak dan reaksi masyarakat setelah perubahan fungsi Hutan Lindung dan Cagar Alam Mutis Timau menjadi Taman Nasional. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Data primer, yaitu UUD RI 1945, Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, Surat Keputusan Menteri LHK RI NO. 946 Tahun 2024, UU No 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja, Peraturan Pemerintah 23 Tahun 2021 tentang penyelenggaraan kehutanan, UU No. 32 Tahun 2024 tentang perubahan atas undang-undang nomor 5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya, Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 7 Tahun 2021 Tentang perancanaan Kehutanan, Perubahan Bentuk Kawasan Hutan dan Perubahan Fungsi Kawasan Hutan, data sekunder dan juga data tersier. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teknik wawancara dan teknik dokumentasi. Populasi yang menjadi tempat penelitian penulis yakni kelompok masyarakat di Desa Fatumnasi, Desa Nenas, Desa Taneotob dan Desa Noebesi dan Desa Bonleu. Teknik sampel yang digunakan adalah “Purposive Sampling”, Lokasi yang menjadi tempat penelitian penulis berada di Desa Fatumnasi, Desa Nenas di Kec. Fatumnasi, selanjutnya Desa Taneotob dan Desa Noebesi, di Kec. Nunbena dan Desa Bonleu di Kec. Tobu yang berbatasan dengan Taman Nasional Mutis Timau di wilayah Kabupaten Timor Tengah Selatan. Responden yang diambil penulis berjumblah 60 responden, diambil dari kepala BKSDA wilayah Soe, UPTD KPH, Desa Fatumnasi, Desa Nenas, Desa Taneotob dan Desa Noebesi, Desa Bonleu. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan penulis dapat diambil kesimpulan yakni: 1) Untuk melegalkan aktivitas masyarakat, 2) Meningkatkan pengelolaan dan pengawasan kawasan dengan diberlakukannya system zonasi, 3)Untuk memaksimalkan konservasi dan pembangunan infastruktur dalam Kawasan, 4)Untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, 5) Memudahkan pemerintah dalam system pengawasan, 6) Masyarakat bisa lebih memahami kebutuhan hutan dengan melalui pendampingan oleh pemerintah, 7) Rekasi kelompok masyarakat yang setuju (Pro), dimana dari 5 desa hasil penelitian penulis menemukan 2 (dua) desa yang setuju dan 8) Reaksi masyarakat yang tidak setuju (kontra, dari 5 desa penelitian penulis menemukan ada 3 (tiga) desa yang tidak setuju. Saran dari penulis, yaitu diharapkan pemerintah yang berkaitan dalam perubahan fungsi hutan lindung dan cagar alam mutis timau menjadi taman nasional melakukan sosialisasi secara menyeluruh ke desa-desa yang mengelilingi hutan lindung dan cagar alam, agar masyarakat didesa-desa tersebut bisa memahami mengenai dampak dari taman nasional ini.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Taman Nasional, Cagar Alam, Hutan Lindung, Mutis Timau |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Hukum > Ilmu Hukum |
| Depositing User: | Mrs Skripsi Perpust |
| Date Deposited: | 19 Feb 2026 00:12 |
| Last Modified: | 19 Feb 2026 00:12 |
| URI: | http://repo-ukaw.superspace.id/id/eprint/6590 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
