TRADISI TARONG GANG TARONG BU "SUATU TINJAUAN TEOLOGI KONTEKSTUAL TERHADAP TRADISI TARONG GANG TARONG BU DALAM KONTEKS PERTANIAN DAN IMPLIKASINYA BAGI ANGGOTA MATA JEMAAT BETANIA MAMPUI KLASIS ALOR TIMUR

LANGATA, Gustin Sriyati Bebi (2026) TRADISI TARONG GANG TARONG BU "SUATU TINJAUAN TEOLOGI KONTEKSTUAL TERHADAP TRADISI TARONG GANG TARONG BU DALAM KONTEKS PERTANIAN DAN IMPLIKASINYA BAGI ANGGOTA MATA JEMAAT BETANIA MAMPUI KLASIS ALOR TIMUR. Undergraduate thesis, Artha Wacana Christian University.

[img] Text
1 HALAMAN DEPAN.pdf

Download (794kB)
[img] Text
2 ABSTRAK.pdf

Download (93kB)
[img] Text
3 PENDAHULUAN.pdf

Download (270kB)
[img] Text
4 BAB I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (335kB)
[img] Text
5 BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (511kB)
[img] Text
6 BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (234kB)
[img] Text
7 PENUTUP.pdf

Download (177kB)
[img] Text
8 DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (163kB)

Abstract

Latar belakang penelitian ini berangkat dari realitas kehidupan anggota Mata Jemaat Betania Mampui yang menjalankan aktivitas pertanian berdasarkan tahun tertentu, yakni tahun ganjil dan tahun genap. Kondisi ini dipengaruhi oleh tradisi yang diwariskan oleh leluhur, yakni tradisi Tarong Gang Tarong Bu (Tahun baik dan tahun buruk). Tradisi ini mendasari pemahaman jemaat bahwa tahun bernomor ganjil merupakan tahun tidak baik, sebab tahun ini mempengaruhi peningkatan hama tikus. Sebaliknya tahun bernomor genap merupakan tahun baik, sehingga baik untuk melaksanakan aktivitas pertanian. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pemahaman jemaat terhadap tradisi ini, kemudian mengidentifikasi setiap pemahaman berdasarkan tradisi ini menggunakan model pendekatan teologi kontekstual. Model kontekstual yang digunakan adalah model antropologis dan sintesis yang digagas oleh Stephen B. Bevans, selanjutnya menemukan nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi Tarong Gang Tarong Bu serta merumuskan refleksi teologis dan relevansinya bagi anggota Mata Jemaat Betania Mampui. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis-reflektif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi. Penelitian ini turut menggunakan metode kepustakaan yang bersumber dari buku, jurnal, dan artikel-artikel teologis. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemahaman jemaat dalam pengecualian tahun didasari atas ketakutan akan hama tikus yang meningkat, padahal peningkatan hama tikus bukan didasari oleh tahun tertentu, melainkan pada faktor pembersihan lahan yang tidak serentak pada satu lahan, seperti yang dilakukan pada tahun baik (Tarong Gang). Berdasarkan pendekatan teologi kontekstual antropologi dan sintesis. Pemahaman jemaat akan ketakutan hama tikus dalam tradisi ini, dapat didialogkan dengan iman Kristen, yang tidak terlepas dari nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi Tarong Gang Tarong Bu. Berdasarkan pendekatan tersebut, penelitian ini menemukan transformasi pemahaman. Pengecualian tahun dalam aktivitas pertanian oleh anggota mata jemaat tidak lagi dilihat sebagai ketakutan mistis, melainkan bentuk pemeliharaan alam. Selain itu, dengan menggunakan pendekatan teologi kontekstual, penelitian ini menemukan nilai-nilai dalam tradisi yang mendukung kehidupan jemaat dan pelayanan gereja.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Tahun baik, Tahun Tidak Baik, Teologi Kontekstual, Antropologis, Sintesis
Subjects: Theology > Christian Theology
Divisions: Fakultas Teologi > Teologi Agama Kristen
Depositing User: Mrs Skripsi Perpust
Date Deposited: 18 Feb 2026 04:39
Last Modified: 18 Feb 2026 04:39
URI: http://repo-ukaw.superspace.id/id/eprint/6536

Actions (login required)

View Item View Item