TARIAN LEGO-LEGO: Suatu Tinjauan Teologi Pastoral Terhadap Pemahaman Lego-Lego dan Implikasinya bagi Jemaat GMIT Betel Alimake Klasis Pantar Barat

KALLA, Meriyanti (2026) TARIAN LEGO-LEGO: Suatu Tinjauan Teologi Pastoral Terhadap Pemahaman Lego-Lego dan Implikasinya bagi Jemaat GMIT Betel Alimake Klasis Pantar Barat. Undergraduate thesis, Artha Wacana Christian University.

[img] Text
1. COVER.pdf

Download (328kB)
[img] Text
2. ABSTRAK.pdf

Download (355kB)
[img] Text
3. BAB I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (318kB)
[img] Text
4. BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (468kB)
[img] Text
5. BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (330kB)
[img] Text
6. PENUTUP.pdf

Download (283kB)
[img] Text
7. DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (117kB)

Abstract

Penelitian ini bermula dari permasalahan konflik pemahaman terhadap praktik budaya lego-lego di Jemaat GMIT Betel Alimake, Klasis Pantar Barat. Lego-lego yang secara tradisional dipahami sebagai ruang persaudaraan dan kebersamaan, dalam konteks gereja justru memunculkan perbedaan tafsir budaya dan teologis yang berdampak pada hubungan jemaat. Persoalan ini menjadi urgen karena konflik tersebut berakhir pada melemahnya persekutuan, munculnya jarak sosial antarjemaat, serta penarikan diri sebagian anggota dari kehidupan bergereja. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak persoalan lego-lego terhadap kehidupan jemaat serta menilai praktik pendampingan pastoral gereja dalam menanggapi konflik tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi terhadap kehidupan jemaat GMIT Betel Alimake. Analisis dilakukan dengan merujuk pada enam fungsi pastoral menurut van Beek serta refleksi teologis atas Lukas 19:1–10 sebagai kerangka interpretatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik lego-lego berdampak nyata pada hubungan jemaat, ditandai dengan melemahnya ikatan persaudaraan, perpecahan relasi antar anggota jemaat,serta 17 Kepala Keluarga yang menarik diri dari persekutuan. Praktik pastoral gereja sejauh ini terbatas pada kunjungan ke oikos dan belum dilakukan secara berkelanjutan. Penelitian ini menawarkan pengembangan pendampingan pastoral yang kontekstual, dialogis, dan berkelanjutan dengan memanfaatkan nilai-nilai rekonsiliatif dalam praktik lego- lego sebagai sarana pemulihan hubungan jemaat dan pembukaan keutuhan persekutuan sebagai satu tubuh Kristus.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Lego-lego; Pendampingan pastoral; Konflik jemaat; Budaya lokal; Rekonsiliasi
Subjects: Theology > Christian Theology
Divisions: Fakultas Teologi > Teologi Agama Kristen
Depositing User: Mrs Skripsi Perpust
Date Deposited: 16 Feb 2026 11:55
Last Modified: 16 Feb 2026 11:55
URI: http://repo-ukaw.superspace.id/id/eprint/6529

Actions (login required)

View Item View Item