TANEBETH, Tresa Patricia Melani (2026) DESKRIPSI PERANAN KORBAN DALAM TERJADINYA PERKARA KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA: (Studi Kasus Pada Kepolisian Sektor Maulafa). Undergraduate thesis, Artha Wacana Christian University.
|
Text
1. COVER.pdf Download (590kB) |
|
|
Text
2. ABSTRAK.pdf Download (447kB) |
|
|
Text
3. BAB I.pdf Download (525kB) |
|
|
Text
4. BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (459kB) |
|
|
Text
5. BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (705kB) |
|
|
Text
6. BAB IV.pdf Download (177kB) |
|
|
Text
7. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (174kB) |
Abstract
Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah:(1) Bagaimana bentuk peranan korban dalam terjadinya tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga; dan(2) Mengapa dari 17 kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang ditangani dan diselesaikan di Polsek Maulafa, terdapat 14 kasus yang diselesaikan secara damai.Penelitian ini dilakukan dengan tujuan: (1). Untuk mengetahui bentuk peranan korban dalam terjadinya tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga; dan (2). Untuk mengetahui alasan dari 17 kasus KDRT yang diselesaikan di Polsek Maulafa, terdapat 14 kasus yang diselesaikan secara damai. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian yuridis empiris. Penelitian ini bersifat deskriptif, yaitu penelitian yang menggambarkan suatu fenomena berdasarkan data yang akurat dan diteliti secara sistematis, responden yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 12 orang terdiri atas Penyidik 2 orang, Korban 6 orang, Pelaku 4 orang. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif, yaitu melibatkan pengumpulan dan analisis sumber bahan yang telah terkumpul, baik primer maupun sekuder. Data diperoleh diklasifikasikan dan dianalisis untuk menghasilkan Kesimpulan yang relefan dengan permaslahan yang dibahas. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, menunjukkan bahwa: (1) Bentuk peranan korban dalam terjadinya kekerasan dalam rumah tangga antara lain korban yang terlalu banyak berbicara (cerewet), korban tidak melaksanakan kewajibannya sebagai istri, korban sering mengeluhkan kondisi ekonomi rumah tangga, korban mencurigai pelaku berselingkuh, serta korban mengabaikan dan lalai dalam mengurus anak. (2) Dari 17 kasus KDRT yang ditangani, terdapat 14 kasus yang diselesaikan secara damai di Polsek Maulafa. Hal ini disebabkan karena adanya kesepakatan damai dari kedua belah pihak, korban masih membutuhkan pelaku untuk menghidupi keluarga, adanya rasa saling mencintai. Dari penelitian yang dilakukan oleh penulis, dengan adanya kesempatan dalam penulisan skripsi ini, penulis mencoba memeberikan saran sebagai berikut: (1). Tehadap Pelaku, Pelaku diharapkan meningkatkan kesadaran hukum dan menyadari bahwa kekerasan dalam rumah tangga merupakan perbuatan yang dilarang dan memiliki konsekuensi pidana sesuai Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan KDRT. Pelaku juga disarankan untuk mengendalikan emosi serta menyelesaikan setiap konflik rumah tangga melalui komunikasi yang sehat tanpa menggunakan kekerasan. (2). Terhadap Korban, Korban diharapkan tidak menyalahkan diri sendiri atas terjadinya kekerasan dan segera mencari perlindungan serta bantuan hukum sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan KDRT. Selain itu, korban disarankan untuk memanfaatkan dukungan keluarga, lembaga perlindungan, dan layanan konseling guna menjamin keamanan serta pemulihan dirinya.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Korban, Kekerasan dalam rumah tangga |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Hukum > Ilmu Hukum |
| Depositing User: | Mrs Skripsi Perpust |
| Date Deposited: | 16 Feb 2026 04:01 |
| Last Modified: | 16 Feb 2026 04:01 |
| URI: | http://repo-ukaw.superspace.id/id/eprint/6514 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
