SOPADA, Jeni Mirna (2025) ANALISIS PENGARUH DESENTRALISASI FISKAL TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN. Undergraduate thesis, Artha Wacana Christian University.
|
Text
01. COVER - DAFTAR TABEL.pdf Download (945kB) |
|
|
Text
02. ABSTRAK.pdf Download (194kB) |
|
|
Text
03. BAB I.pdf Download (367kB) |
|
|
Text
04. BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (364kB) |
|
|
Text
05. BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (277kB) |
|
|
Text
06. BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (653kB) |
|
|
Text
07. BAB V.pdf Download (195kB) |
|
|
Text
08. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (281kB) |
Abstract
Pada dasarnya Desentralisasi Menurut Rondinell (2010) adalah proses penyerahan kewenangan dan tanggung jawab dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah untuk mengurus urusan rumah tangga sendiri, berdasarkan prinsip otonomi daerah. Ini memungkinkan daerah-daerah untuk memiliki lebih banyak kebebasan dalam pengambilan keputusan dan pengelolaan sumber daya, serta mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat. Sementara itu menurut Bisma (2010) mengartikan bahwa desntralisasi fiskal adalah ukuran untuk menunjukan tingkat kewenangan dan tanggung jawab yang diberikan pemerintah pusat kepada pemerintah daerah untuk melaksanakan pembangunan.Sedangkan Hendratno ( 2009) Menambahkan bahwa desentralisasi adalah penyerahan kekuasaan pemerintah pusat ke daerah-daerah yang mengurus rumah tangganya sendiri. Pertumbuhan Ekonomi menurut Blanchard (2011) Didefinisikan sebagai peningkatan kapasitas produksi suatu negara dalam jangka panjang, yang diukur melalui peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB) atau pendapatan nasional rill. Pertumbuhan ini juga sering dikaitkan dengan peningkatan kemakmuran masyarakat dan perbaikan kualitas hidup, serta disertai dengan perbaikan sistem kelembagaan. Sedangkan menurut Simon Kuznets ( dala, Arsyat ,2010) mengarikan bahwa pertumbuhan ekonomi merupakan kenaikan kapasitas jangka panjang dari negara yang bersangakutan untuk menyediakan berbagai barang ekonomi kepada penduduknya. Sementra itu Tadoro dan Smit (2013) menambakan Perutumbuhan ekonomi adalah adanya investasi-investasi yang mampu memperbaiki kualitas modal atau sumber daya manusia dan fisik, yang berhasil meningkatkan kualitas sumber daya produktif dan dapat menaikan produktivitas seluruh sumber daya melalui penemuan-penemuan baru, inovasi dan sebagainya. Bedasarkan Penelitan yang dilakukan, Peneliti menyimpulkan bahwa pengaruh desentralisasi fiskal dan pertumbuhan ekonomi dikabupaten Timor Tengah Selatan Berdasarkan konsep Desentralisasi fiskal memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di kabupaten Timor Tengah Selatan, namun pelaksanaan dan evektivitasnya masih perlu dioptimalkan. Agar alokasi anggaran lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat lokal dan pengembangan sumber daya manusia dapat meningkatkan perumbuhan ekonomiditikat daerah. Sedangkan terkusus untuk pertumbuhan dan perkembangan ekonomi di kabupaten Timor Tengah Selatan secara keseluruhan kabupaten TTS memilik potensi pertumbuhan ekonomi yang cukup besar, terutama dengan sektor- sektor potensial dan peningkatan PAD. Namun, realisasi PAD yang masih rendah perlu diatasi untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi yang di inginkan.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Desentralisasi Fiskal, dan Pertumbuhan Ekonomi |
| Subjects: | Economic > Economy Management |
| Divisions: | Fakultas Ekonomi > Ekonomi Manajemen |
| Depositing User: | Steven B. R. Waang |
| Date Deposited: | 13 Feb 2026 05:15 |
| Last Modified: | 13 Feb 2026 05:15 |
| URI: | http://repo-ukaw.superspace.id/id/eprint/6428 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
