SNAE, Dani Azmawed (2026) JAGUNG SEBAGAI PEMBERI KEHIDUPAN: SUATU TINJAUAN TEOLOGIS-KONTEKSTUAL TERHADAP FILOSOFI JAGUNG MENURUT ORANG PUTUN DAN IMPLIKASINYA BAGI POS PELAYANAN GETSEMANI OEKANI MATA JEMAAT BETHANIA LETETETA KLASIS AMANATUN SELATAN. Undergraduate thesis, Artha Wacana Christian Univercity.
|
Text
1 HALAMAN DEPAN.pdf Download (877kB) |
|
|
Text
2 ABSTRAK.pdf Download (89kB) |
|
|
Text
3 PENDAHULUAN.pdf Download (243kB) |
|
|
Text
4 BAB I.pdf Restricted to Registered users only Download (214kB) |
|
|
Text
5 BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (380kB) |
|
|
Text
6 BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (249kB) |
|
|
Text
7 PENUTUP.pdf Download (231kB) |
|
|
Text
8 DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (234kB) |
Abstract
Penelitian ini berangkat dari realitas budaya masyarakat Putun, khususnya jemaat Pos Pelayanan Getsemani Oekani yang memaknai jagung sebagai pemberi kehidupan dan simbol penting dalam keberlangsungan hidup. Pokok persoalan yang menjadi fokus penelitian ini adalah bagaimana dampak dari pemaknaan terhadap filosofi jagung. Ketika jagung diposisikan sebagai penentu keselamatan, maka iman jemaat mengalami pergeseran. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat filosofi jagung melalui pendekatan teologi kontekstual berdasarkan teori dari Richard Niebuhr dengan tipologi (Kristus memperbaharui budaya) dan membuat refleksi teologi kontekstual dari perspektif Alkitab dan iman Kristen, serta merumuskan implikasinya bagi kehidupan iman jemaat dan peran gereja. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Informan penelitian berjumlah sebelas orang. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa jagung dapat dimaknai sebagai tanda pemeliharaan Allah yang menopang kehidupan jasmani, tetapi bukan sebagai sumber keselamatan. Yesus Kristus sebagai Roti Hidup adalah pusat iman dan sumber kehidupan sejati. Pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib menegaskan bahwa karya keselamatan Allah telah diselesaikan secara sempurna dan final. Sehingga praktik pengorbanan dalam budaya filosofi jagung perlu ditafsirkan kembali secara kritis dan teologis. Pengorbanan budaya pada jagung yang menuntut kurban sebagai syarat ketaatan pada leluhur untuk memperoleh kehidupan atau keselamatan tidak lagi dapat dipahami sebagai keharusan religius yang menentukan relasi manusia dengan Allah untuk memperoleh keselamatan. Sebab, dalam iman Kristen, relasi tersebut telah dipulihkan sepenuhnya melalui pengorbanan Kristus. Oleh karena itu budaya filosofi jagung tidak dihapus, melainkan diperbaharui nilai dan maknanya dalam terang injil sehingga dapat memmbangun iman jemaat yang kontekstual dan berakar pada Kristus.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Filosofi Jagung, Pengorbanan, Keselamatan, Iman. |
| Subjects: | Theology > Christian Theology |
| Divisions: | Fakultas Teologi > Teologi Agama Kristen |
| Depositing User: | Mrs Skripsi Perpust |
| Date Deposited: | 13 Feb 2026 04:49 |
| Last Modified: | 13 Feb 2026 04:49 |
| URI: | http://repo-ukaw.superspace.id/id/eprint/6407 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
