HELA KETA: SUATU TINJAUAN TEOLOGI KONTEKSTUAL TERHADAP TRADISI HELA KETA DAN IMPLIKASINYA BAGI KEHIDUPAN KELUARGA KRISTEN DI JEMAAT GMIT GETSEMANI HALILULIK MATA JEMAAT MANOINHAU MOTASOKON, KLASIS BELU.

SEUBELAN, Asni Mitny (2026) HELA KETA: SUATU TINJAUAN TEOLOGI KONTEKSTUAL TERHADAP TRADISI HELA KETA DAN IMPLIKASINYA BAGI KEHIDUPAN KELUARGA KRISTEN DI JEMAAT GMIT GETSEMANI HALILULIK MATA JEMAAT MANOINHAU MOTASOKON, KLASIS BELU. Undergraduate thesis, Arha Wacana Christian University.

[img] Text
1 HALAMAN DEPAN.pdf

Download (1MB)
[img] Text
2 ABSTRAK.pdf

Download (141kB)
[img] Text
3 PENDAHULUAN.pdf

Download (312kB)
[img] Text
4 BAB I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (191kB)
[img] Text
5 BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (362kB)
[img] Text
6 BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (202kB)
[img] Text
7 PENUTUP.pdf

Download (103kB)
[img] Text
8 DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (145kB)

Abstract

Penelitian ini berangkat dari realitas komplek tradisi Hela Keta dalam kehidupan keluarga Kristen di jemaat GMIT Getsemani Halilulik Mata Jemaat Manoinhau Motasokon, Klasis Belu. Tradisi Hela Keta merupakan praktik adat masyarakat Tetun yang bertujuan untuk melepaskan sumpah leluhur dan memperoleh kedamaian dalam pernikahan, namun menimbulkan pertanyaan teologis karena masih melibatkan pengorbanan darah hewan. Permasalahan jemaat bersifat kompleks, mencakup aspek budaya, kepercayaan, sosial, ekonomi, dan spiritual yang berdampak pada pemahaman jemaat tentang keselamatan dan pendamaian sejati dalam Kristus.Tulisan penelitian ini memahami konteks jemaat Manoinhau Motasokon, menganalisis pelaksanaan dan makna tradisi Hela Keta, serta merumuskan tinjauan teologi kontekstual berdasarkan teori Robert J. Schreiter tentang model kontekstual dalam pengembangan teologi lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, analitis, dan reflektif melalui wawncara, pengamatan langsung, dan studi kepustakaan. Informan penelitian terdiri dari tokoh adat, tokoh masyarakat, pendeta, dan anggota jemaat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Hela Keta mengandung nilai-nilai teologis positif yang sejalan dengan iman Kristen, yaitu kerinduan akan pendamaian, pemulihan hubungan yang rusak, dan kesadaran akan dampak lintas generasi. Namun, praktik ini juga mengandung aspek yang memerlukan transformasi, khususnya pemahaman tentang sumber keselamatan, fungsi darah dalam ritual, dan ketakutan terhadap kutuk leluhur. Penelitian ini mengusulkan model transformasi dialogis yang mempertahankan identitas budaya sambil mengarahkan makna Hela Keta menuju pemahaman yang sejalan dengan iman Kristen, yakni melalui doa bersama, rekonsiliasi yang sadar, pengampunan, dan pengharapan dalam Allah.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Hela Keta, teologi kontekstual, pendamaian, keselamatan, jemaat Manoinhau Motasokon
Subjects: Theology
Divisions: Fakultas Teologi > Teologi Agama Kristen
Depositing User: Mrs Skripsi Perpust
Date Deposited: 13 Feb 2026 01:20
Last Modified: 13 Feb 2026 01:20
URI: http://repo-ukaw.superspace.id/id/eprint/6349

Actions (login required)

View Item View Item