MAKU, Antaritalgia Carmila Violensia (2026) DESKRIPSI KEJAHATAN KESUSILAAN DAN PORNOGRAFI MELALUI MEDIA ELEKTRONIK. Undergraduate thesis, Artha Wacana Christian University.
|
Text
1. COVER & PENGESAHAN.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
2. ABSTRAK.pdf Download (196kB) |
|
|
Text
3. BAB I.pdf Download (483kB) |
|
|
Text
4. BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (536kB) |
|
|
Text
5. BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (791kB) |
|
|
Text
6. BAB IV.pdf Download (197kB) |
|
|
Text
7. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (304kB) |
Abstract
Praktik tindak pidana kesusilaan adalah norma yang mengatur perilaku manusia agar sesuai dengan moral dan dianggap baik oleh masyarakat, sedangkan pornografi adalah segala bentuk konten yang melanggar norma kesusilaan yang dilakukan oleh terdakwa. Permasalahannya adalah: Apa yang menjadi motif pelaku melakukan tindak pidana kesusilaan dan Pornografi di media elektronik? Apa modus yang menyebabkan pelaku melakukan balas dendam terhadap korban? Apa akibat hukum terhadap pelaku tindak pidana kesusilaan dan pornografi melalui media elektronik? Tujuan penelitian ini adalah: Untuk mengetahui motif pelaku melakukan tindak pidana kesusilaan dan Pornografi di media elektronik Untuk mengetahui modus pelaku melakukan balas dendam terhadap korban Untuk mengetahui akibat hukum terhadap pelaku tindak pidana kesusilaan melalui media elektronik yang berguna secara teoretis dan praktis. Penelitian ini adalah penelitian normatif yang bersifat deskriptif. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah: motif, modus dan akibat hukum bagi pelaku melakukan tindak pidana kesusilaan dan pornografi di media elektronik dan variabel terikat dalam penelitian ini adalah Putusan Hakim Pengadilan Negeri. Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah bahan primer, bahan sekunder dan tersier yang akan dianalisa secara normatif kualitatif. Berdasarkan pada hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: Pertama, Motif pelaku melakukan tindak pidana kesusilaan dan Pornografi di media elektronik karena terdakwa sakit hati dan cemburu terhadap korban, korban tidak bersedia menceraikan suaminya dan terdakwa ingin berhubungan badan dengan korban; Kedua, Modus yang menyebabkan pelaku melakukan tindak pidana kesusilaan dan pornografi adalah menyebarkan foto dan video korban mengandung unsur pornografi melalui media elektronik dan mengirimkan foto dan vidio yang mengandung unsur pornografi dengan tujuan mencoba merayu korban; Ketiga, Akibat hukum terhadap pelaku tindak pidana kesusilaan dan pornografi melalui media elektronik adalah terdakwa di pidana penjara, terdakwa membayar denda dan terdakwa membayar biaya perkara; Saran yaitu: Diharapkan Hakim dalam menjatuhkan sanksi pidana terhadap terdakwa agar lebih memperbaiki pelaku dalam lembaga pemasyarakatan. 2. Sanksi pidana yang dijatuhkan kepada para pelaku agar dapat memberikan rasa adil pada korban. Bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap pentingnya menjaga privasi di dunia maya dan tidak terlibat dalam penyebaran konten intim tanpa persetujuan.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Media Elektronik, Tindak Pidana, kesusilaan dan Pornografi |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Hukum > Ilmu Hukum |
| Depositing User: | Mrs Skripsi Perpust |
| Date Deposited: | 12 Feb 2026 01:39 |
| Last Modified: | 12 Feb 2026 01:39 |
| URI: | http://repo-ukaw.superspace.id/id/eprint/6174 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
