DESKRIPSI TENTANG PENEGAKAN HUKUM TERHADAP PELAKU YANG TURUT SERTA DALAM TINDAK PIDANA PERBANKAN

DIDA, David Rivaldi Haga (2026) DESKRIPSI TENTANG PENEGAKAN HUKUM TERHADAP PELAKU YANG TURUT SERTA DALAM TINDAK PIDANA PERBANKAN. Other thesis, Artha Wacana Christian University.

[img] Text
1. COVER.pdf

Download (1MB)
[img] Text
2. ABSTRAK.pdf

Download (197kB)
[img] Text
3. BAB I.pdf

Download (813kB)
[img] Text
4. BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (819kB)
[img] Text
5. BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (645kB)
[img] Text
6. BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (395kB)
[img] Text
7. BAB V.pdf

Download (205kB)
[img] Text
8. DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (391kB)

Abstract

Deskripsi Tentang Penegakan Hukum Terhadap Pelaku Yang Turut Serta Dalam Tindak Pidana Perbankan. Oleh David Rivaldi Haga Dida. NIM: 22310176. Manusia sebagai pelaku aktivitas perbankan tidak dapat dipisahkan dari sistem perbankan yang menjadi bagian penting dalam memenuhi kebutuhan keuangan. Oleh karena itu, pengelolaan dan pengawasan terhadap aktivitas perbankan sangat diperlukan agar dapat berfungsi secara optimal dan aman. Namun, dalam praktiknya, tindak pidana perbankan sering terjadi yang dapat merugikan nasabah dan institusi perbankan. Masalah Penelitian dalam penulisan ini adalah: Mengapa Hakim Pengadilan Negeri menjatuhkan putusan bebas terhadap pelaku yang turut serta dalam tindak pidana perbankan?, Mengapa Hakim Mahkamah Agung menjatuhkan putusan pemidanaan terhadap pelaku yang turut serta dalam tindak pidana perbankan?, Mengapa Hakim peninjauan kembali menolak permohonan PK?. Tujuan Penelitian dalam penulisan ini adalah untuk mengetahui alasan Hakim pengadilan negeri menjatuhkan putusan bebas terhadap pelaku yang turut serta dalam tindak pidana perbankan. Untuk mengetahui alasan hakim mahkamah agung menjatuhkan putusan pemidanaan terhadap pelaku yang turut serta dalam tindak pidana perbankan. Alasan Hakim peninjauan kembali menolak permohonan PK. Metode Penelitian dalam penulisan ini adalah metode penelitian normatif dengan menggunakan dua variabel yakni variabel bebas dan variabel terikat. Jenis sumber data yang digunakan adalah bahan hukum primer, sekunder, dan tersier dengan teknik pengumpulan data melalui dokumen dan bahan Pustaka dan menggunakan analisis deskriptif-kualitaif. Hasil penelitian yang diperoleh adalah alasan hakim pengadilan negeri memutus bebas karena didasarkan pada pertimbangan bahwa terdakwa hanya menjalankan tugas penerbitan SKBDN berdasarkan permintaan dan persetujuan nasabah, telah memberikan penjelasan mengenai risiko transaksi, tidak memperoleh keuntungan pribadi, serta kerugian yang timbul akibat tidak dikirimkannya barang oleh penjual merupakan tindak pidana lain yang berdiri sendiri. Majelis Hakim menilai tidak terdapat cukup bukti untuk membuktikan adanya kesengajaan maupun pelanggaran prosedur oleh terdakwa, sedangkan hakim mahkamah agung memutus pemidanaan karena didasarkan pada penilaian bahwa Pengadilan Negeri keliru menerapkan hukum. Mahkamah Agung menilai terdakwa melanggar ketentuan perbankan karena tidak menjelaskan risiko penggunaan SKBDN kepada nasabah serta melakukan kesalahan prosedural, termasuk penerbitan SKBDN tanpa kelengkapan dokumen dan persetujuan nasabah, yang berpotensi menimbulkan kerugian dan alasan Hakim peninjauan kembali menolak permohonan PK karena bukti baru berupa laporan audit internal tidak cukup kuat untuk menghapus sifat melawan hukum perbuatan terdakwa, serta terbukti adanya kesengajaan terdakwa dalam tidak menjalankan prosedur sesuai regulasi yang mengakibatkan kerugian bagi korban. Saran yang dapat diberikan oleh penulis adalah: Penting sekali bagi bank untuk meningkatkan sistem pengawasan internal yang efektif agar dapat mencegah tindak pidana perbankan sejak awal, seperti kasus pencairan dana tanpa prosedur yang benar. Regulasi perlu diperbaiki dan penegakan hukum harus tegas serta konsisten supaya memberikan efek jera bagi pelaku, termasuk mereka yang mempermudah pencairan dana tanpa memenuhi persyaratan. Koordinasi antar lembaga penegak hukum harus ditingkatkan agar proses penyidikan dan penuntutan berjalan lancar dan efektif, sehingga kerugian besar bisa diusut tuntas. Melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat dan pegawai bank tentang resiko tindak pidana perbankan sangat penting agar mereka lebih waspada dan bisa menjadi pengawas aktif.memanfaatkan teknologi informasi untuk memonitor transaksi secara real-time harus dioptimalkan agar aktivitas mencurigakan seperti pencairan dana tanpa barang dikirim dapat segera terdeteksi dan dicegah.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Tindak Pidana Perbankan
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
Depositing User: Mrs Skripsi Perpust
Date Deposited: 09 Feb 2026 23:31
Last Modified: 09 Feb 2026 23:31
URI: http://repo-ukaw.superspace.id/id/eprint/6087

Actions (login required)

View Item View Item