ANALISIS PENGARUH PENDAPATAN ASLI DAERAH DAN BELANJA MODAL TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI KABUPATEN ALOR

ALENG, Matilda Welhwlmina (2025) ANALISIS PENGARUH PENDAPATAN ASLI DAERAH DAN BELANJA MODAL TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI KABUPATEN ALOR. Undergraduate thesis, Artha Wacana Christian University.

[img]
Preview
Text
01. COVER - DAFTAR LAMPIRAN.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
02. ABSTRAK.pdf

Download (194kB) | Preview
[img]
Preview
Text
03. BAB I.pdf

Download (509kB) | Preview
[img] Text
04. BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (575kB)
[img] Text
05. BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (416kB)
[img] Text
06. BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (931kB)
[img]
Preview
Text
07. BAB V.pdf

Download (399kB) | Preview
[img]
Preview
Text
08. DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (480kB) | Preview

Abstract

Menurut Mardiasmo (2009), pertumbuhan ekonomi merupakan peningkatan kapasitas suatu perekonomian dalam memproduksi barang dan jasa dalam jangka panjang. Pertumbuhan ekonomi mencerminkan keberhasilan pembangunan ekonomi suatu daerah atau negara yang diukur melalui indikator seperti Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atau Produk Domestik Bruto (PDB). Mardiasmo menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kebijakan fiskal, investasi, infrastruktur, serta efektivitas pengelolaan keuangan daerah. Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu indikator keberhasilan Pembangunan suatu daerah yang mencerminkan pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dalam era otonomi daerah, setiap daerah dituntut untuk mampu mengembangkan potensi lokalnya secara optimal guna menciptakan kemandirian daerah dalam pembiayaan pembangunan. Kabupaten Alor sebagai salah satu kabupaten diProvinsi Nusa Tenggara Timur menghadapi tantangan dalam mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Menurut Anggoro (2017), Pendapatan Asli Daerah (PAD) adalah penerimaan daerah yang bersumber dari pemanfaatan sumber daya daerah, pelaksanaan urusan pemerintahan serta pelayanan kepada masyarakat daerah setempat. Pendapatan asli daerah sebagai sumber pendapatan daerah terbesar yang digunakan dalam membiayai pelaksanaan pembangunan dan urusan pemerintahan daerah setempat untuk memajukan kesejahteraan daerah, sehingga perkembangan pembangunan suatu daerah sangat bergantung pada kemampuan daerah tersebut dalam memaksimalkan PAD. Semakin besar potensi PAD yang diperoleh suatu daerah, maka tingkat pembangunan daerah juga semakin tinggi. Menurut Mardiasmo (2002), belanja modal didefinisikan sebagai pengeluaran anggaran yang digunakan untuk memperoleh atau meningkatkan aset tetap berwujud yang memberikan manfaat lebih dari satu periode akuntansi. Tujuan penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh pendapatan asli daerah dan belanja modal terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Alor. Penelitian menggunakan data sekunder dari tahun 2013 samapai tahun 2023 terdiri dari data pendapatan asli daerah dan belanja modal serta pertumbuhan ekonom. Teknik analisis data menggunakan persamaan Regresi Linear Berganda, Uji t, Uji F dan koefisien determinasi (R2). Hasil penelitian diketahui bahwa pendapatan asli daerah tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Hasil penelitian juga diketahui bahwa belanja modal berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Hasil uji koefisien determinasi (R2) sebesar 97,3% pendapatan asli daerah dan belanja modal dapat menjelaskan pertumbuhan ekonomi dan sebesar 2,7% dipengaruhi variable lain yang tidak masuk dalam penelitian. Hal ini dibuktikan dengan hasil analisis regresi linear berganda dengan nilai konstanta (a) sebesar 444,047 dan untuk Pendapatan Asli Daerah (b1) sebesar 0, 877 , dan Belanja Modal (b2) sebesar -2,759. Dengan demikian, persamaan regresi linear berganda yang memperlihatkan pengaruh pendapatan asli daerah (X1) dan belanja modal (X2) terhadap pertumbuhan ekonomi (Y) adalah sebagai berikut : Y = 444,047 + 0, 877 X1 + -2,759 X2. Selain itu hasil uji hipotesis pertama yaitu pendapatan asli daerah (X1) tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi (Y). diketahui bahwa untuk variable pendapatan asli daerah (X1) ditemukan t hitung = 2,177 lebih kecil t table = 2,364 dan Tingkat Sig. = 0,061 oleh karena nilai sig. > 0,05 maka Ho (b1 = 0) diterima dan Ha ditolak yaitu variabel pendapatan asli daerah (X1) tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi (Y). Berikut hasil uji hipotesis kedua yaitu belanja modal (X2) berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi (Y). diketahui bahwa untuk variabel belanja modal (X2) ditemukan t hitung = -3,418 lebih kecil t table 2,364 dan Tingkat Sig. = 0,009 oleh karena nilai sig. < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima artinya bahwa belanja modal berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi (Y). Untuk hasil pengujian uji F dengan Tingkat Sig. = 0,000 oleh karena nilai Sig. < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima artinya bahwa pendapatan asli daerah (X1) dan belanja modal (X2) berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi (Y). Dan terakhir berdasarkan perolehan hasil uji koefisien determinasi (R2) dapat diketahui besarnya koefisien determinasi R2 adalah 0,973 atau 97,3 % hal ini berarti besarnya pengaruh pendapatan asli daerah dan belanja modal terhadap pertumbuhan ekonomi. Sedangkan pengaruh sisanya 2,7 % disebabkan oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Pendapatan Asli Daerah, Belanja Modal, Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Alor.
Subjects: Economic > Economy Management
Divisions: Fakultas Ekonomi > Ekonomi Manajemen
Depositing User: Steven B. R. Waang
Date Deposited: 05 Feb 2026 00:10
Last Modified: 05 Feb 2026 00:10
URI: http://repo-ukaw.superspace.id/id/eprint/5989

Actions (login required)

View Item View Item