ANALISIS KESIAPAN DAN MINAT PELAKU UMKM PEREMPUAN PESISIR PANTAI LASIANA DALAM MENGADOPSI APLIKASI SIAPIK SEBAGAI MEDIA DIGITALISASI LAPORAN KEUANGAN

XIMENES, Dersia Maria (2026) ANALISIS KESIAPAN DAN MINAT PELAKU UMKM PEREMPUAN PESISIR PANTAI LASIANA DALAM MENGADOPSI APLIKASI SIAPIK SEBAGAI MEDIA DIGITALISASI LAPORAN KEUANGAN. Undergraduate thesis, Artha Wacana Christian University.

[img] Text
1. COVER, PENGESAHAN, dll.pdf

Download (1MB)
[img] Text
2. ABSTRAK.pdf

Download (99kB)
[img] Text
3. BAB I.pdf

Download (171kB)
[img] Text
4. BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (202kB)
[img] Text
5. BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (165kB)
[img] Text
6. BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (293kB)
[img] Text
7. BAB V.pdf

Download (119kB)
[img] Text
8. DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (129kB)
[img] Text
9. LAMPIRAN.pdf

Download (1MB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya tingkat literasi akuntansi dan pengelolaan keuangan pada pelaku UMKM perempuan pesisir di Pantai Lasiana Kota Kupang. Sebagian besar pelaku usaha masih melakukan pencatatan secara manual yang bercampur dengan keuangan rumah tangga. Di era digitalisasi, Bank Indonesia telah mengembangkan aplikasi SIAPIK sebagai solusi pencatatan keuangan sederhana yang sesuai dengan SAK EMKM. Namun, meskipun telah dilaksanakan pelatihan oleh Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Artha Wacana pada tahun 2022, tingkat keberlanjutan adopsi aplikasi SIAPIK masih rendah. Hal ini menunjukkan bahwa ketersediaan teknologi tidak serta merta diikuti oleh kesiapan penggunanya. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan pendekatan Technology Acceptance Model dan Teori Kesiapan Teknologi untuk menganalisis faktor yang memengaruhi kesiapan dan minat adopsi aplikasi SIAPIK pada UMKM perempuan pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis profil kesiapan pelaku UMKM perempuan pesisir Pantai Lasiana dalam mengadopsi aplikasi SIAPIK ditinjau dari aspek kemampuan teknis dan kesiapan mental psikologis. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menggambarkan minat pelaku UMKM perempuan pesisir dalam mengadopsi SIAPIK dilihat dari dimensi persepsi kemudahan penggunaan dan persepsi kemanfaatan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini berjumlah 6 pelaku UMKM perempuan pesisir Pantai Lasiana yang telah mengikuti workshop, sosialisasi, ataupun pelatihan SIAPIK dan 1 informan kunci yaitu pendamping pelatihan. Penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles dan Huberman yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profil kesiapan digital pelaku UMKM perempuan pesisir di Pantai Lasiana masih tergolong rendah. Kesiapan sarana terbatas pada kepemilikan smartphone dengan spesifikasi standar yang sering mengalami kendala memori penuh dan performa lambat. Stabilitas jaringan internet di lokasi wisata juga tidak konsisten. Kesiapan literasi masih rendah, sebagian besar informan mengalami kendala dalam memahami menu dan logika input transaksi pada aplikasi. Beberapa informan bahkan menyatakan memiliki keterbatasan literasi digital dasar seperti tidak dapat mengirim SMS. Kesiapan mental juga terhambat oleh technology anxiety dan keterikatan pada kebiasaan pencatatan manual di buku kas yang dianggap lebih aman dan nyaman karena telah digunakan secara turun-temurun. Dari aspek Technology Acceptance Model, persepsi kemudahan penggunaan aplikasi SIAPIK tergolong rendah. Informan merasa aplikasi sulit dipelajari, takut salah dalam menginput data, dan membutuhkan waktu lama untuk memahami. Persepsi kemanfaatan juga belum terbentuk. Informan belum merasakan manfaat nyata dari aplikasi SIAPIK dalam membantu memisahkan keuangan usaha dengan keuangan rumah tangga dan meningkatkan peluang akses permodalan dari lembaga resmi. Minat untuk mengadopsi aplikasi SIAPIK secara berkelanjutan juga masih rendah. Sebagian informan menyatakan bersedia menggunakan jika ada pendampingan berkelanjutan, namun sebagian lainnya merasa malas belajar lagi dan memilih bertahan pada metode manual. Kendala implementasi yang dihadapi meliputi hambatan teknis seperti aplikasi sering keluar sendiri, HP lemot, jaringan tidak stabil, dan hambatan non-teknis seperti kesibukan melayani pembeli, rasa takut salah input, serta tidak adanya pendampingan lanjutan pasca pelatihan. Implikasi dari penelitian ini menekankan pentingnya pendekatan pendampingan yang humanis dan berkelanjutan. Universitas Kristen Artha Wacana disarankan untuk melakukan pendampingan personal secara rutin. Dinas Koperasi dan UMKM Kota Kupang perlu memasukkan kelompok UMKM Pantai Lasiana ke dalam program prioritas literasi digital. Bank Indonesia selaku pengembang SIAPIK disarankan untuk membuat versi "Lite" dengan fitur yang disederhanakan, ikon dan tulisan besar, panduan audio dalam bahasa daerah, serta fitur offline agar dapat digunakan di area dengan jaringan terbatas. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dengan memperkuat Technology Acceptance Model dan Teori Kesiapan Teknologi pada konteks UMKM perempuan pesisir pasca-pelatihan. Hasil penelitian ini juga menjadi acuan bagi pembuat kebijakan dalam merancang program pemberdayaan UMKM berbasis digital yang sesuai dengan karakteristik sosiokultural pelaku usaha

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Digitalisasi Laporan Keuangan, Aplikasi SIAPIK, Kesiapan Digital, Minat Adopsi, Technology Acceptance Model, UMKM Perempuan Pesisir Pantai Lasiana
Subjects: Economic > Accounting
Divisions: Fakultas Ekonomi > Ekonomi Akuntansi
Depositing User: Mrs Skripsi Perpust
Date Deposited: 21 Aug 2026 05:18
Last Modified: 21 Aug 2026 05:18
URI: http://repo-ukaw.superspace.id/id/eprint/7731

Actions (login required)

View Item View Item