DETHAN, Junita Israhel (2026) PENGARUH NILAI TUKAR (KURS DOLLAR), INFLASI DAN SUKU BUNGA TERHADAP RETURN SAHAM PADA PERUSAHAAN SUB SEKTOR TELEKOMUNIKASI YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA. Undergraduate thesis, Artha Wacana Christian University.
|
Text
01 COVER.pdf Download (885kB) |
|
|
Text
02 ABSTRAK.pdf Download (373kB) |
|
|
Text
03 BAB I.pdf Download (300kB) |
|
|
Text
04 BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (290kB) |
|
|
Text
05 BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (207kB) |
|
|
Text
06 BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (596kB) |
|
|
Text
07 BAB V.pdf Download (195kB) |
|
|
Text
08 DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (17kB) |
|
|
Text
09 LAMPIRAN.pdf Download (974kB) |
Abstract
Perubahan kondisi ekonomi makro merupakan saah satu faktor yang dapat memengaruhi aktivitas investasi di pasar modal. Nilai Tukar, Inflasi dan Suku Bunga merupakan indikator makro ekonomi yang sering dijadikan pertimbangan investor dalam mengambil Keputusan investasi karena dapat memengaruhi kondisi perekonomian, kinerja Perusahaan dan tingkat Return Saham yang diharapkan. Perusahaan Sub Sektor Telekomunikasi merupakan saah satu sektor yang mengalami fluktuasi Return Saham selama periode 2021-2025. Penelitian terdahulu oleh Budiman (2023) menyatakan bahwa Nilai Tukar, Inflasi dan Suku Bunga berpengaruh signifikan terhadap Return Saham. Di sisi lain, Penelitian Andes, Puspitaningtyas dan Prakoso (2017) menunjukkan bahwa hanya Nilai Tukar yang berpengaruh terhadap Return Saham sedangkan Inflasi dan Suku Bunga tidak berpengaruh signifikan. Adanya perbedaan hasil penelitian tersebut menunjukkan masih terdapar research gap, sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai Pengaruh Nilai Tukar, Inflasi dan Suku Bunga terhadap Return Saham pada Perusahaan Sub Sektor Telekomunikasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Berdasarkan uraian tersebut, penulis melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Nilai Tukar (Kurs Dollar), Inflasi dan Suku Bunga terhadap Return Saham pada Perusahaan Sub Sektor Telekomunikasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia” Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah Perusahaan Sub Sektor Telekomunikasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2021-2025. Berdasarkan kriteria pemilihan sampel yang telah ditentukan, diperoleh sebanyak 16 perusahaan yang memenuhi kriteria untuk dijadikan sampel penelitian yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dengan total sampel 65 dari setiap tahun tiap Perusahaan yang sudah menggunakan model outlier Boxplot guna untuk mendeteksi data yang memiliki nilai sangat berbeda atau menyimpang jauh dari data lainnya dalam penelitian. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, yaitu pemilihan sampel berdasarkan kriteria tertentu yang sesuai dengan tujuan penelitian. Kriteria tersebut meliputi perusahaan Sub Sektor Telekomunikasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode penelitian, perusahaan yang tidak delisting dan sahamnya aktif diperdagangkan, serta perusahaan yang memiliki kelengkapan data selama periode penelitian. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh melalui metode dokumentasi. Data Nilai Tukar, Inflasi dan Suku bunga diperoleh dari sumber resmi yang berkaitan dengan data ekonomi makro, sedangkan data harga saham perusahaan Sub Sektor Telekomunikasi diperoleh dari sumber resmi Bursa Efek Indonesia. Return Saham dihitung berdasarkan perubahan harga saham dari periode sebelumnya ke periode berikutnya. Variabel Nilai Tukar diukur berdasarkan nilai rupiah terhadap dolar AS, inflasi menggunakan tingkat inflasi tahunan, dan suku bunga menggunakan tingkat BI Rate atau suku bunga kebijakan yang berlaku. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear berganda dengan bantuan program Statistical Package for the Social Sciences (SPSS). Sebelum dilakukan analisis regresi, penelitian ini terlebih dahulu melakukan pengujian asumsi klasik yang meliputi uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas, dan uji autokorelasi. Pengujian tersebut dilakukan untuk mengetahui kelayakan model regresi yang digunakan dalam penelitian. Selanjutnya, dilakukan analisis regresi linear berganda untuk mengetahui arah hubungan antara Nilai Tukar, Inflasi, dan Suku Bunga terhadap Return Saham. Pengujian hipotesis dilakukan melalui uji parsial atau uji t untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel independen terhadap Return Saham. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial Nilai Tukar (X₁) memperoleh nilai t-hitung sebesar 1,523 lebih kecil dari t-tabel sebesar 1,669 dengan niki signifikan 0,133 > 0,05, sehingga Nilai Tukar tidak berpengaruh signifikan terhadap Return Saham. Infasi (X₂) memperoleh nilai t-hitung sebesar -2,402 (nilai absout lebih besar dari t-tabel 1,669) dengan nilai signifikansi 0,019 < 0,05, sehingga Inflasi berpengaruh negative dan signifikan terhadap Return Saham. Suku Bunga (X₃) memperoleh nilai t-hitung sebesar -2,844 (nilai absolut lebih besar dari t-tabel 1,669) dengan nilai signifikasnsi 0,006 < 0,05, sehingga Suku Bunga berpengaruh negative signifikan terhadap Return Saham. Secara simultan, Nilai Tukar, Inflasi dan Suku Bunga memperoleh nilai f-hitung sebesar 7,478 lebih besar dari f-tabel sebesar 2,75 dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, sehingga ketiga variabel secara Bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap Return Saham pada Perusahaan Sub Sektor Telekomunikasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,227 menunjukkan bahwa 22,7% variasi Return Saham dapat dijelaskan oleh Nilai Tukar, Inflasi dan Suku Bunga, sedangkan sisanya 77,3% dipengaruhi oleh variabel lain diluar model penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nilai Tukar tidak berpengaruh signifikan terhadap Return Saham pada perusahaan Sub Sektor Telekomunikasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2021–2025. Hasil tersebut menunjukkan bahwa perubahan Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat belum menjadi faktor eksternal yang cukup kuat untuk memengaruhi perubahan Return Saham secara signifikan. Meskipun terjadi perubahan Nilai Tukar selama periode penelitian, perubahan tersebut tidak secara langsung menyebabkan perubahan Return Saham yang signifikan pada perusahaan Sub Sektor Telekomunikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengaruh Nilai Tukar terhadap Return Saham tidak selalu bersifat langsung dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor lain, seperti kondisi pasar modal, sentimen investor, kebijakan ekonomi, serta kondisi perekonomian secara keseluruhan. Selanjutnya, hasil penelitian menunjukkan bahwa Inflasi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Return Saham. Hasil ini menunjukkan bahwa peningkatan tingkat Inflasi cenderung diikuti oleh penurunan Return Saham. Sebaliknya, penurunan tingkat Inflasi cenderung diikuti oleh peningkatan Return Saham, dengan asumsi variabel lainnya dianggap konstan. Pengaruh negatif tersebut dapat dijelaskan melalui perubahan kondisi perekonomian dan ekspektasi investor. Ketika Inflasi meningkat, daya beli masyarakat cenderung menurun dan ketidakpastian terhadap kondisi perekonomian dapat meningkat. Kondisi tersebut dapat memengaruhi ekspektasi investor terhadap tingkat pengembalian investasi di pasar modal. Meningkatnya ketidakpastian ekonomi dapat mendorong investor untuk lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi sehingga dapat memengaruhi permintaan terhadap saham dan berdampak pada Return Saham. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa Suku Bunga berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Return Saham. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan Suku Bunga cenderung diikuti oleh penurunan Return Saham. Sebaliknya, ketika Suku Bunga mengalami penurunan, Return Saham cenderung mengalami peningkatan, dengan asumsi variabel lainnya dianggap konstan. Hubungan negatif tersebut dapat dijelaskan melalui perubahan keputusan investor dalam memilih instrumen investasi. Ketika Suku Bunga meningkat, instrumen investasi berbasis bunga menjadi relatif lebih menarik bagi investor. Kondisi tersebut dapat memengaruhi keputusan investor dalam mengalokasikan dana dan dapat mengurangi minat terhadap investasi saham. Berkurangnya minat terhadap saham dapat memengaruhi permintaan saham dan selanjutnya berdampak pada penurunan Return Saham. Sebaliknya, ketika Suku Bunga menurun, daya tarik instrumen investasi berbasis bunga cenderung berkurang sehingga investor dapat mencari alternatif investasi lain, termasuk saham. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa tidak semua variabel ekonomi makro memiliki pengaruh yang sama terhadap Return Saham. Nilai Tukar tidak terbukti memengaruhi Return Saham secara signifikan, sedangkan Inflasi dan Suku Bunga terbukti memberikan pengaruh negatif dan signifikan terhadap Return Saham. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa investor perlu lebih memperhatikan perkembangan Inflasi dan Suku Bunga dalam mengambil keputusan investasi pada Perusahaan Sub Sektor Telekomunikasi karena kedua variabel tersebut terbukti memengaruhi Return Saham, sedangkan perubahan Nilai Tukar belum dapat dijadikan indikator utama dalam memprediksi perubahan Return Saham selama periode penelitian.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Nilai Tukar, Inflasi, Suku Bunga, Return Saham, Sub Sektor Telekomunikasi. |
| Subjects: | Economic > Economy Management |
| Divisions: | Fakultas Ekonomi > Ekonomi Manajemen |
| Depositing User: | Mrs Skripsi Perpust |
| Date Deposited: | 12 Aug 2026 01:25 |
| Last Modified: | 12 Aug 2026 01:25 |
| URI: | http://repo-ukaw.superspace.id/id/eprint/7593 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
