EKSTRAKSI MINYAK BERBAHAN DASAR KEMIRI ASAL NAGEKEO DENGAN METODE PENYANGRAIAN (ROASTING)

NUGA, Frederikus Siga (2026) EKSTRAKSI MINYAK BERBAHAN DASAR KEMIRI ASAL NAGEKEO DENGAN METODE PENYANGRAIAN (ROASTING). Undergraduate thesis, Artha Wacana Christian University.

[img] Text
1. COVER, PENGESAHAN, dll.pdf

Download (549kB)
[img] Text
2. ABSTRAK.pdf

Download (101kB)
[img] Text
3. BAB I.pdf

Download (131kB)
[img] Text
4. BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (155kB)
[img] Text
5. BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (127kB)
[img] Text
6. BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (178kB)
[img] Text
7. BAB V.pdf

Download (84kB)
[img] Text
8. DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (71kB)
[img] Text
9. LAMPIRAN.pdf

Download (521kB)

Abstract

Kemiri (Aleurites moluccana) merupakan tanaman industri penghasil minyak yang banyak dimanfaatkan dalam bidang kosmetik, farmasi, dan bahan bakar nabati. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kombinasi suhu dan waktu penyangraian yang paling efektif dalam menghasilkan minyak kemiri dengan rendemen tertinggi dan kualitas terbaik dari kemiri asal Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur. Penelitian menggunakan rancangan faktorial dua faktor tanpa ulangan, yaitu suhu penyangraian (90–95°C dan 100–105°C) dan lama penyangraian (15, 25, dan 35 menit), dengan bahan baku 500 gram daging biji kemiri per unit percobaan. Variabel yang diamati meliputi rendemen minyak, citra warna digital RGB, nilai grayscale luminance, dan penerimaan sensorik aroma serta warna oleh 10 panelis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi suhu dan semakin lama waktu penyangraian, rendemen minyak semakin meningkat. Rendemen tertinggi sebesar 9,8% diperoleh pada suhu 100–105°C selama 35 menit, sedangkan terendah 1,4% pada suhu 90–95°C selama 15 menit. Analisis warna digital menunjukkan bahwa peningkatan suhu dan waktu menyebabkan warna minyak semakin gelap akibat reaksi Maillard dan karamelisasi, tercermin dari penurunan nilai komponen biru (Blue) yang paling drastis. Uji sensorik menunjukkan bahwa perlakuan suhu 100–105°C selama 35 menit menghasilkan aroma dan warna yang paling disukai panelis. Disimpulkan bahwa perlakuan terbaik adalah penyangraian pada suhu 100–105°C selama 35 menit.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Kemiri, Aleurites moluccana, penyangraian, ekstraksi minyak, rendemen, Nagekeo.
Subjects: T Technology > Agricultural Technology
Divisions: Fakultas Teknologi Pertanian > Teknologi Hasil Pertanian
Depositing User: Mrs Skripsi Perpust
Date Deposited: 06 Aug 2026 00:48
Last Modified: 06 Aug 2026 00:48
URI: http://repo-ukaw.superspace.id/id/eprint/7393

Actions (login required)

View Item View Item