SUARA KENABIAN DI HADAPAN KEKUASAAN: Analisis Retorik terhadap Teks 2 Samuel 12:1-15 dan Relevansinya bagi Relasi GMIT dan Pemerintah

MUSKANAN, Gery J. (2026) SUARA KENABIAN DI HADAPAN KEKUASAAN: Analisis Retorik terhadap Teks 2 Samuel 12:1-15 dan Relevansinya bagi Relasi GMIT dan Pemerintah. Masters thesis, Artha Wacana Christian University.

[img] Text
I. Cover (dan lembar pengesahan).pdf

Download (365kB)
[img] Text
II. Abstrak.pdf

Download (167kB)
[img] Text
III. Bab 1.pdf

Download (480kB)
[img] Text
IV. Bab 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (358kB)
[img] Text
V. Bab 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (574kB)
[img] Text
VI. Bab 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (447kB)
[img] Text
VII. Bab 5.pdf

Download (269kB)
[img] Text
VIII. Bibliografi (Daftar Pustaka).pdf

Download (261kB)
[img] Text
IX. Lampiran.pdf

Download (432kB)

Abstract

Penelitian ini membahas suara kenabian di hadapan kekuasaan melalui analisis retorik terhadap teks 2 Samuel 12:1–15 dan relevansinya bagi relasi Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) dengan pemerintah. Fokus utama penelitian ini ialah bagaimana strategi retorik dapat dipahami sebagai sarana komunikasi profetis yang bijaksana, khususnya dalam konteks GMIT yang hidup dalam relasi kemitraan dengan pemerintah dan dalam masyarakat yang kaya dengan tradisi lisan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan biblika-eksegetis, khususnya kritik retorik. Teks 2 Samuel 12:1–15 dibaca dalam bentuk akhirnya dengan memperhatikan struktur naratif, perumpamaan, dialog, ironi, karakterisasi, dan alur retorik teks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nabi Natan memakai strategi retorik yang bijaksana ketika menegur Raja Daud. Natan tidak langsung menyampaikan teguran, tetapi memakai perumpamaan tentang orang kaya dan orang miskin untuk membawa Daud masuk ke dalam proses penilaian moral. Melalui strategi tersebut, Daud akhirnya berhadapan dengan dosanya sendiri ketika Natan menyatakan, “Engkaulah orang itu.” Dari hasil tafsir, penelitian ini menemukan beberapa otoritas firman Allah di atas kekuasaan politik, retorika profetis sebagai sarana transformasi, jarak kritis dalam kedekatan dengan kekuasaan, suara kenabian sebagai pelayanan pemulihan, dan imajinasi profetis melawan royal consciousness. Dari sana, kontribusi utama penelitian ini terletak pada pemahaman bahwa suara kenabian gereja tidak cukup hanya dirumuskan sebagai keberanian untuk mengkritik kekuasaan. Suara kenabian juga perlu dipahami sebagai praktik komunikasi teologis yang memperhatikan cara, bentuk, waktu, bahasa, dan tujuan penyampaian kritik. Retorika profetis Natan memperlihatkan bahwa teguran profetis mampu menyingkap kesalahan menggugah kesadaran moral, menghadirkan penderitaan korban, memanggil pelaku kepada pertobatan, dan membuka ruang bagi pemulihan.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Suara kenabian; kekuasaan; retorika profetis; 2 Samuel 12:1–15; GMIT.
Subjects: Theology > Christian Theology
Theology
Divisions: Pascasarjana > Magister > Teologi
Depositing User: Mrs Skripsi Perpust
Date Deposited: 31 Jul 2026 05:52
Last Modified: 31 Jul 2026 05:52
URI: http://repo-ukaw.superspace.id/id/eprint/7271

Actions (login required)

View Item View Item