PERSEPSI JEMAAT IMANUEL BAUMATA TENTANG KEPEMIMPINAN PENDETA PEREMPUAN: Studi Kasus di Jemaat Imanuel Baumata

LUBALU, Ester Yuliana (2020) PERSEPSI JEMAAT IMANUEL BAUMATA TENTANG KEPEMIMPINAN PENDETA PEREMPUAN: Studi Kasus di Jemaat Imanuel Baumata. Undergraduate thesis, Artha Wacana Christian University.

[img] Text
A. COVER,PENGESAHAN, KATA PENGANTAR DLL.pdf

Download (182kB)
[img] Text
B. ABSTRAK.pdf

Download (70kB)
[img] Text
C. BAB I.pdf

Download (106kB)
[img] Text
D. BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (108kB)
[img] Text
E. BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (84kB)
[img] Text
F. BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (77kB)
[img] Text
G. BAB V.pdf

Download (66kB)
[img] Text
H. DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (57kB)

Abstract

Sebagai seorang pelaku atau pelayan Firman maka Pendeta harus mampu memperlengkapi anggota-anggotanya, supaya mereka dapat bertindak sebagai pengikut Kristus dan Gembala-gembala yang baik. Pembahasan mengenai peran perempuan di masyarakat hingga saat ini masih menjadi isu yang tetap menarik untuk di perbincangkan. Pengaruh budaya patriarki yang terus menerus diwariskan membawa realitas kaum perempuan yang selalu nampak berada di pinggir sosial, sebagai korban dari bertahannya budaya patriarki tersebut kaum perempuan selalu dianggap sebagai kaum yang bergantung pada laki-laki, Selain dari pandangan tersebut, kaum perempuan seringkali dianggap hanya memiliki kemampuan untuk mengurus rumah tanpa mampu dilibatkan dalam peran lain yang biasa dilakukan oleh kaum laki-laki. Jemaat Imanuel Baumata terdiri dari beberapa suku yang tergabung didalamnya yaitu HUMA’U, TABELAK, TANOF, TANEBETH, dengan kekuatan dan kekuasaannya masing-masing yang membuat jemaat ini susah untuk di atur. BIFEL KASE merupakan sebutan untuk perempuan pendatang.Sebutan inilah yang membuat perbedaan diantara pendeta perempuan dan laki-laki. Oleh karena itu di jemaat Imanuel Baumata selalu di pimpin oleh Pendeta laki-laki karena di anggap mampu menjadi pemimpin yang baik. Budaya Patriakhi merupakan budaya yang dimana lebih mengutamakan laki-laki. Pendapat seperti ini yang membuat perbedaan di antara perempuan dan laki-laki sampai kepada lingkungan bergereja. Dan hal itu yang menjadi masalah dalam Jemaat Imanuel Baumata. Penelitian ini, menggunakan penelitian kualitatif sedangkan dalam penggumpulan data peneltiti mewawancarai ke empat tokoh jemaat dari masing- masing marga dan perwakilan dari enam orang jemaat Imanuel Baumata. Hasil wawancara dari penelitian tersebut ada yang pro dan kontra dalam presepsi jemaat Imanuel Baumata tentang kepemimpinan pendeta perempuan.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Persepsi, Kepemimpinan dan Pendeta Perempuan
Subjects: L Education > L Education (General)
Theology > Christian Theology
Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Ilmu Pendidikan Teologi
Depositing User: Ms Sarce Henukh
Date Deposited: 28 Mar 2026 03:08
Last Modified: 28 Mar 2026 03:08
URI: http://repo-ukaw.superspace.id/id/eprint/7036

Actions (login required)

View Item View Item