FAKTOR PENYEBAB RENDAHNYA KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS ANAK KELAS REMAJA DI GEREJA MASEHI INJILI DI TIMOR JEMAAT VIADOLOROSA ALAK TAHUN 2025

IBA, Milda (2026) FAKTOR PENYEBAB RENDAHNYA KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS ANAK KELAS REMAJA DI GEREJA MASEHI INJILI DI TIMOR JEMAAT VIADOLOROSA ALAK TAHUN 2025. Undergraduate thesis, Artha Wacana Christian University.

[img] Text
COVER dan LEMBARAN PENGESAHAN.pdf

Download (192kB)
[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (117kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (240kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (313kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (216kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (341kB)
[img] Text
BAB V.pdf

Download (154kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (172kB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor penyebab rendahnya kemampuan berpikir kritis anak kelas remaja di GMIT Jemaat Viadolorosa Alak Tahun 2025, Klasis Kupang Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan Teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Informan penelitian terdiri dari 7 Anak Kelas Remaja, 3 Guru PART dan 7 Orang Tua dari Anak Kelas Remaja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya kemampuan berpikir kritis disebabkan oleh dua kelompok faktor utama, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Dalam aspek faktor internal ditemukan bahwa motivasi belajar anak belum mendorong keterlibatan mendalam dalam memahami materi, interaksi dalam proses pembelajaran masih rendah karena adanya rasa takut dan malu untuk berbicara, serta kepercayaan diri anak yang lemah sehingga ragu dalam bertanya dan menyampaikan pendapat. Kondisi ini membuat anak cenderung pasif dan kurang terlatih dalam menganalisis maupun mengevaluasi informasi. Sementara itu, aspek faktor eksternal terlihat dari metode pembelajaran yang masih berpusat pada guru dan didominasi ceramah, sehingga kesempatan bertanya, berdiskusi dan berpikir mandiri masih terbatas. Lingkungan keluarga juga belum sepenuhnya mendukung, ditandai dengan kurangnya komunikasi dua arah serta minimnya pembiasaan anak untuk bertanya dan menyampaikan pendapat di rumah. Penelitian ini menegaskan pentingnya pembaharuan metode pembelajaran PART yang lebih partisipatif dan kontekstual, serta perlunya kerjasama antara gereja dan keluarga dalam membangun budaya berpikir kritis pada remaja.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Berpikir Kritis, Anak Kelas Remaja, Faktor Internal, Faktor Eksternal
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BV Practical Theology > BV1460 Religious Education
Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Ilmu Pendidikan Teologi
Depositing User: Mrs Skripsi Perpust
Date Deposited: 24 Feb 2026 06:14
Last Modified: 24 Feb 2026 06:14
URI: http://repo-ukaw.superspace.id/id/eprint/6759

Actions (login required)

View Item View Item