SILA, Camelia (2026) ANALISIS PENGARUH STRES KERJA DAN KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT. BANK PERKREDITAN RAKYAT TANAOBA LAIS MANEKAT (TLM) KUPANG. Undergraduate thesis, Artha Wacana Christian University.
|
Text
1. COVER.pdf Download (530kB) |
|
|
Text
2. ABSTRAK.pdf Download (280kB) |
|
|
Text
3. BAB I.pdf Download (388kB) |
|
|
Text
4. BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (446kB) |
|
|
Text
5. BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (504kB) |
|
|
Text
6. BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (543kB) |
|
|
Text
7. BAB V.pdf Download (279kB) |
|
|
Text
8. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (374kB) |
Abstract
Menurut Mangkunegara (2013:4). Sumber Daya Manusia adalah salah satu faktor yang sangat penting bahkan tidak dapat dilepaskan dari sebuah organisasi, baik institusi maupun perusahaan. Sumber daya manusia juga merupakan kunci yang menentukan perkembangan perusahaan. Pada hakikatnya, sumber daya manusia berupa manusia yang dipekerjakan disebuah organisasi sebagai penggerak, pemikir dan perencana untuk mencapai tujuan organisasi itu. Sumber daya manusia secara garis besar adalah individu produktif yang bekerja sebagai penggerak suatu organisasi, baik itu di dalam institusi maupun perusahaan yang memiliki fungsi sebagai aset sehingga harus dilatih dan dikembangkan kemampuannya. Menurut Vanchapo (2020:37) stress kerja adalah keadaan emosional yang timbul karena adanya ketidaksesuaian beban kerja dengan kemampuan individu untuk menghadapi tekanan kerja yang dihadapinya. Padatingkat stress kerja yang rendah kinerja karyawan cenderung rendah. Dalam situasi ini karyawan kurang mempunyai tantangan serta muncul rasa jenuh sebab understimulation, sejalan dengan naiknya stress hingga pada titik maksimal, barulah bisa memberikan kinerja yang lebih baik. Pada tingkat ini bisa muncul gagasan yang inovatif, semangat kerja tinggi, serta hasil yang lebih membangun. Goleman (2009:57) Kecerdasan emosional adalah kemampuan seseorang dalam mengenali perasaan diri dan orang lain, serta kemampuan mengelola emosi secara tepat. Hasibuan (2018:94) menyatakan Kinerja adalah hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseorang atau kelompok orang dalam suatu organisasi sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing dalam rangka upaya mencapai tujuan organisasi bersangkutan secara legal tidak melanggar hukum dan sesuai dengan moral maupun etika. Berdasarkan penjelasan diatas maka peneliti akan membahas hasil mengenai stres kerja dan kecerdasan emosional berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT. Bank Perkreditan Rakyat Tanaoba Lais Manekat (TLM) Kupang. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode kuantitatif, sampel dalam penelitian ini sebanyak 56 orang. Dari hasil penelitian yang dilakukan, peneliti dapat menyimpulkan bahwa stres kerja dan kecerdasan emosional berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT. Bank Perkreditan Rakyat Tanaoba Lais Manekat (TLM) Kupang. Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil pengujian didapati hasil analisis regresi liniear berganda dengan nilai constanta sebesar 15,332 sedangkan koefisien regresi b1 = 0,286 dan b2 = 0,290 dengan demikian persamaan regresi liniear berganda yang memperhatikan pengaruh stres kerja (X1) dan kecerdasan emosional (X2) terhadap kinerja karyawan (Y) adalah sebagai berikut : Y = 15.332 + 0,286 (X1) + 0,290 (X2). Selain itu hasil uji hipotesis pertama yaitu terdapat pengaruh stres kerja (X1) terhadap kinerja karyawan (Y). Dimana variabel stres kerja (X1) memiliki nilai t hitung 2,993 lebih besar dari t tabel yang memiliki nilai sebesar 2,006 dengan tingkat signifikan 0,004. Oleh karena nilai sig. < 0,05 maka, H0 (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1 ≠ 0) diterima artinya bahwa stres kerja (X1) berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan (Y). Serta, hasil uji hipotesis kedua yaitu terdapat pengaruh kecerdasan emosional (X2) terhadap kinerja karyawan (Y). Dimana variabel kecerdasan emosional (X2) memiliki nilai t hitung sebesar 2,434 lebih besar dari t tabel yang memiliki nilai sebesar 2,006 dan tingkat signifikan = 0,018. Oleh karena nilai sig. < 0,05 maka, H0 (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1 ≠ 0) diterima artinya bahwa kecerdasan emosional (X2) berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan (Y). Untuk hasil pengujian Uji F didapati nilai F hitung = 13,204 lebih besar dari F tabel yang memiliki nilai sebesar 3,17 dan tingkat sig. = 0,001. Oleh karena nilai sig. < 0,05 maka, H0 (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1 ≠ 0) diterima artinya bahwa secara simultan stres kerja (X1) dan kecerdasan emosional (X2) berpengaruh signifikan secara sama-sama terhadap kinerja karyawan (Y). Dan terakhir berdasarkan perolehan hasil uji koefisien determinasi (R2) dapat diketahui besarnya koefisien determinasi R2 adalah 0,333 atau 33,3%. Hal ini berarti besarnya pengaruh stres kerja dan kecerdasan emosional terhadap kinerja karyawan adalah 33,3%. Sedangkan pengaruh sebesar 66,7% disebabkan oleh faktor lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Stres Kerja, Kecerdasan Emosional, dan Kinerja Karyawan. |
| Subjects: | Economic > Economy Management |
| Divisions: | Fakultas Ekonomi > Ekonomi Manajemen |
| Depositing User: | Mrs Skripsi Perpust |
| Date Deposited: | 24 Feb 2026 01:50 |
| Last Modified: | 24 Feb 2026 01:50 |
| URI: | http://repo-ukaw.superspace.id/id/eprint/6722 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
