MEA, Maria Rosadelima (2025) PENGARUH RASIO LIKUIDITAS, SOLVABILITAS DAN PROFITABILITAS TERHADAP HARGA SAHAM PADA SEKTOR JASA TELEKOMUNIKASI DAN JARINGAN DI INDONESIA Tbk. Undergraduate thesis, Artha Wacana Christian University.
|
Text
1. COVER,PENGESAHAN DLL.pdf Download (335kB) |
|
|
Text
2. ABSTRAK.pdf Download (74kB) |
|
|
Text
3. BAB I.pdf Download (141kB) |
|
|
Text
4. BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (215kB) |
|
|
Text
5. BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (135kB) |
|
|
Text
6. BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (258kB) |
|
|
Text
7. BAB V.pdf Download (87kB) |
|
|
Text
8. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (74kB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh rasio likuiditas,rasio solvabilitas, dan rasio profitabilitas terhadap harga saham pada perusahaan sektor jasa telekomunikasi dan jaringan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2018-2022. Sektor telekomunikasi merupakan salah satu sektor penting dalam perekonomian nasional karena berperan dalam menyediakan infrastruktur komunikasi yang mendukung pertumbuhan ekonomi digital. Perusahaan telekomunikasi dituntut untuk memiliki kinerja keuangan yang baik agar dapat mempertahankan kepercayaan investor,meningkatkan nilai saham,serta menjaga keberlanjutan usahanya di tengah persaingan yang ketat. Harga saham merupakan salah satu indikator penting yang mencerminkan kinerja dan nilai suatu perusahaan di mata investor. Pergerakan harga saham sangat dipengaruhi oleh berbagi faktor, baik internal maupun eksternal. Faktor internal dapat diukur melalui analisis laporan keuangan perusahaan dengan menggunakan rasio keuangan seperti rasio likuiditas, solvabilitas, dan profitabilitas. Rasio likuiditas menggambarkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Rasio solvabilitas mengukur sejauh mana asset perusahaan dibiayai dengan utang, sementara rasioprofotabilitas menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari aktivitas operasinalnya. Ketiga rasio ini mencerminkan kinerja keuangan yang menjadi bahan pertimbanga penting bagi investor dalan mengambil keputusan investasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan analisis regresi linear berganda. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari laoran keuangan tahunan lima perusahaan telekomunikasi yang terdaftar di BEI, yaitu PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM),PT Indosat Tbk (ISAT),PT XL Axiata Tbk (EXCL),PT Smartfren Telecom Tbk (FREN), dan PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) sealama lima tahun berturut-turut dari 2018 hingga 2022. Pemilihan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling, yaitu berdasarkan criteria perusahaan yang secara konsisten mempublikasikan laporan keuangannya selama periode penelitian. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah harga saham (Y), sedangkan variabel independen meliputi rasio likuiditas (X1), rasio solvabilitas (X2), dan rasio profitabilitas (X3). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial, rasio likuiditas (current ratio) berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap harga saham. Hal ini berarti bahwa kemampuan perusahaan dalam memnuhi kewajiban jangka pendeknya tidak menjadi faktor utama bagi investor cenderung lebih memperhatikan potensi keuntungan jangka panjang dibandingkan dengan kemampuan perusahaan menjaga likuiditas jangka pendek. Sementara itu rasio solvabilitas (Debt to Equity Ratio) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap harga saham. Artinya, semakin besar tingkat utang yang dimiliki perusahaan dibandingkan dengan modal sendiri, maka semakin tinggi pula risiko keuangan yang ditanggung perusahaan, sehingga berdampak pada penurunan minat investor untuk membeli saham. Tingginya rasio utang menunjukkan ketergantungan perusahaan terhadap sumber pendanaan eksternal dan berpotensi kepercayaan pasar terhadap kinerja jangka jangka panjang perusahaan. Selanjutnya, rasio profitabilitas (Return on Equity) memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham. Hasil ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari modal sendiri, semakin tinggi pula harga sahamnya di pasar modal. Profitabilitas menjadi faktor dominan yang memengaruhi keputusan investor, karena laba yang tinggi mencerminkan efisiensi pengelolaan sumber daya dan potensi pembagian dividen yang lebih besar di masa depan. Dengan demikian, variabel profitabilitas menjadi indikator utama yang menentukan nilai saham pada sektor telekomunikasi di Indonesia. Secara simultan, ketiga rasio keuangan likuiditas,solvabilitas, dan profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Hasil ini menunjukkan bahwa kinerja keuangan secara keseluruhan merupakan faktor penting yang dipertimbangkan oleh investor sebelum melakukan investasi pada saham perusahaan telekomunikasi. Nilai koefisien determinasi (R2) menunjukkan bahwa variasi harga saham dapat dijelaskan secara signifikan oleh ketiga rasio keuangan tersebut, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti inflasi,suku bunga, dan kondisi makro ekonomi lainnya. Penelitian ini memberikan implikasi penting bagi berbagai pihak. Bagi manajemen perusahaan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pentingnya menjaga keseimbangan antara likuiditas dan solvabilitas serta meningkatkan profitabilitas agar dapat menarik minat investor dan menjaga stabilitas harga saham. Struktur modal yang sehat dan efisiensi operasional yang tinggi akan meningkatkan nilai perusahaan di mata publik. Bagi investor, hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam melakukan analisis fundamental sebelum berinvestasi. Investor disarankan untuk lebih memperhatikan tingkat profitabilitas dan rasio solvabilitas perusahaan karena kedua faktor ini terbukti memiliki pengaruh signifikan terhadap harga saham. Bagi akademis dan peneliti selanjutnya, penelitian ini dapat di jadikan referensi untuk pengembnagan penelitian dibidang keuangan dan investasi, dengan menambahkan variabel lain seperti rasio aktivitas,ukuran perusahaan, maupun faktor eksternal ekonomi makro. Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa kinerja keuangan perusahaan yang diukur melalui rasio keuangan memiliki hubungan yang kuat terhadap pergerakan harga saham di sektor telekomunikasi dan jaringan di Indonesia. Rasio profitabilitas (ROE) merupakan variabel yang paling dominan dalam memengaruhi harga saham, diikuti oleh rasio solvabilitas (DER) yang berpengaruh negative, dan rasio likuiditas(CR) yang tidak signifikan. Hasil penelitian ini sejalan dengan teori signalling, yang menyatakan bahwa inforamasi keuangan memberikan sinyal kepada investor mengenai kondisi dan prospek perusahaan. Profitabilitas yang tinggi memberikan sinyal positif kepada investor, sedangkan tingkat leverage yang tinggi memberikan sinyal negatif karena menunjukkan risiko keuangan yang lebih besar. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa pengelolaan keuangan yang baik, efisiensi dalam penggunaan asset, serta strategi bisnis yang berorientasi pada peningkatan laba merupakan kunci utama dalam menjaga stabilitas harga saham dan menarik investor di sektor telekomunikasi. Dengan demikian, perusahaan perlu berfokus pada peningkatan kinerja keuangan yang berkelanjutan untuk memperkuat posisi di pasar modal dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui kontribusi sektor telekomunikasi.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Rasio Likuiditas, Rasio Solvabilitas, Rasio Profitabilitas, Harga Saham, Sektor Telekomunikasi, Bursa Efek Indonesia. |
| Subjects: | Economic > Economy Management |
| Divisions: | Fakultas Ekonomi > Ekonomi Manajemen |
| Depositing User: | Mrs Skripsi Perpust |
| Date Deposited: | 16 Feb 2026 05:54 |
| Last Modified: | 16 Feb 2026 05:54 |
| URI: | http://repo-ukaw.superspace.id/id/eprint/6526 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
