ANALISIS PENGARUH KOMUNIKASI INTERNAL DAN PERILAKU PEMIMPIN TERHADAP EFEKTIVITAS KERJA PEGAWAI DI DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA PROVINSI NTT

LAMANELE, Sofia Y. Letek (2025) ANALISIS PENGARUH KOMUNIKASI INTERNAL DAN PERILAKU PEMIMPIN TERHADAP EFEKTIVITAS KERJA PEGAWAI DI DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA PROVINSI NTT. Undergraduate thesis, Artha Wacana Christian University.

[img] Text
01. COVER.pdf

Download (1MB)
[img] Text
02. ABSTRAK.pdf

Download (280kB)
[img] Text
03. BAB I.pdf

Download (327kB)
[img] Text
04. BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (562kB)
[img] Text
05. BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (294kB)
[img] Text
06. BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (853kB)
[img] Text
07. BAB V.pdf

Download (283kB)
[img] Text
08. DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (196kB)

Abstract

Apakah perilaku pemimpin berpengaruh terhadap efektivitas kerja pegawai di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi NTT. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh komunikasi internal terhadap efektivitas kerja pegawai di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi NTT, untuk menganalisis pengaruh perilaku pemimpin terhadap efektivitas kerja pegawai di Dinas PMD Provinsi NTT. Penentuan populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi NTT yang berjumlah 62 orang. Dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan sampel sebanyak 61 orang. Teknik penggumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan kuisenor secara online. Sedangkan Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda,uji pasal ( uji t ), uji simultan (uji F), dan koefisen determinasi (R2). Berdasarkan nilai indeks jawaban responden variabel komunikasi internal, nilai indeks setiap indikator berkisar antara 79,672- 76,72, Dengan demikian jumlah dari seluruh indeks yaitu 465,992 dan nilai rata rata indeks 77,67 berada dalam kategori tinggi. Berdasarkan nilai indeks jawaban responden variabel perilaku pemimpin, nilai indeks setiap indikator berkisar antara 89,836 – 77,87, dengan demikian jumlah dari seluruh indeks yaitu 492,484 dan nilai rata-rata indeks 82,08 berada dalam kategori tinggi. Berdasarkan hasil persamaan linear berganda Y= 5,430 + 0,482 + 0,537 diketahui nilai konstanta regresi sebesar 5,430 koefisiem regresi b1= 0,482, koefisien regresi b2= 0,537. Nilai kostanta sebesar 5,430 artinya jika nilai komunikasi internal (X1) motivasi kerja (X2) sama dengan nol, maka efektivitas pegawai (Y) memiliki nilai sebesar 5,430 satuan. Koefisien regresi (b1) sebesar 0,482 artinya jika nilai komunikasi internal (X1) mengalami kenaikan sebesar satu satuan, maka efektivitas kerja pegawai (Y) akan meningkat sebesar 0,537 satuan. Koefisien regresi bernilai positif, artinya terdapat pengaruh positif terhadap perilaku pemimpin (X2) terhadap efektivitas kerja (Y). Implementasi Terapan : Dilihat dari komunikasi internal, nilai indeks terendah terdapat pada indikator “saya memahami dengan jelas apa yang diharapkan dari atasan atau unit lain” dengan hasil 75,41. Hal ini menandahkan bahwa pegawai belum memahami dengan jelas mengenai apa yang harapkan oleh pimpinannya. Oleh karna itu pegawai harus berusaha lebih memahami dengan jelas apa yang diharapkan oleh pimpinan. Dilihat dari perilaku pemimpin, nilai indeks terendah terdapat pada indikator “visi dan misi yang dipaparkan pemimpin mampu menginspirasi dan memotivasi saya untuk berkontribusi secara efektif dalam mencapai tujuan bersama” dengan hasil 77,87 hal ini menandahkan bahwa visi dan misi yang dipaparkan pemimpin belum mampu mengispirasi dan memotivasi pegawai dalam berkontribusi secara efektiv dalam mencapai tujuan bersama. Oleh karena itu pemimpin harus mampu memaparkan visi dan misa yang bisa menginspirasi dan memotivasi pegawainya. Dilihat dari efektivitas kerja pegawai, nilai indeks terendah terdapat pada indikator “saya selalu berusaha untuk menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan oleh pemimpin atau dinas” dengan hasil 79,89. Hal ini menandahkan bahwa pegawai belum mampu menyelesai pekerjaan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Oleh karna itu pegawai harus berusaha menyelesai pekerjaan yang telah di tetapkan. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara parsial komunikasi internal berpengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas kerja pegawai di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Des Provinsi NTT, secara parsial perilaku pemimpin berpengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas kerja pegawai di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi NTT, dan secara simultan komunikasi internal dan perilaku pemimpin berpengaruh secara bersama-sama terhadap efektivitas kerja pegawai di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi NTT.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Komunikasi Internal, Perilaku Pemimpin, Efektivitas kerja pegawai.
Subjects: Economic > Economy Management
Divisions: Fakultas Ekonomi > Ekonomi Manajemen
Depositing User: Steven B. R. Waang
Date Deposited: 13 Feb 2026 04:35
Last Modified: 13 Feb 2026 04:35
URI: http://repo-ukaw.superspace.id/id/eprint/6416

Actions (login required)

View Item View Item