TAKENE, Selvi Oktovia (2025) KESIAPAN GURU PELAYANAN ANAK REMAJA DAN TARUNA DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER SPIRITUAL REMAJA DI GEREJA MASEHI INJILI DI TIMOR JEMAAT LUZ FATUKOA KLASIS KOTA KUPANG BARAT. Undergraduate thesis, Artha Wacana Christian University.
|
Text
1. COVER.pdf Download (557kB) |
|
|
Text
2. ABSTRAK.pdf Download (186kB) |
|
|
Text
3. BAB I.pdf Download (336kB) |
|
|
Text
4. BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (503kB) |
|
|
Text
5. BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (318kB) |
|
|
Text
6. BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (521kB) |
|
|
Text
7. BAB V.pdf Download (196kB) |
|
|
Text
8. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (313kB) |
Abstract
Studi inibertujuan untuk menganalisis kesiapan guru Pelayanan Anak Remaja dan Taruna (PART) dalam pembentukan karakter spiritual remaja di GMIT Jemaat Luz Fatukoa, Klasis Kota Kupang Barat, serta mengidentifikasi hambatan yang dihadapi dalam perencanaan pembelajarantersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap delapan guru serta analisis dokumen. Temuan penelitian mengungkapkan dua aspek utama. Pertama, terkait kesiapan guru dalam perencanaan pembelajaran. Para guru tidak menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) secara formal dan tertulis. Persiapan dilakukan secara pribadi karena kesibukan masing-masing guru sehingga belum terbentuknya kelas persiapan bersama. Sebagai alternatif, bahan ajar PART Tunas Kristus dijadikan pedoman utama danpendalaman Alkitab dilakukan melalui perenungan pribadi sebagai inti dari persiapan spiritual. Kedua, dalam hal pembentukan karakter spiritual remaja. fokus utamanya adalah pada pengembangan tiga hubungan penting: (1) hubungan dengan Tuhanyang ditunjukkan melalui pengenalan tubuh sebagai Bait Roh Kudus, dengan kegiatan doa dan membaca kitab suci, serta mengabdikan diri dalam pelayanan sebagai bentuk penghormatan kepada Allah; (2) hubungan dengan orang lain yang melibatkan pengembangan empati dan kesediaan untuk membantu tanpa pamrih; dan (3) visi masa depan yang meliputi penanaman komitmen untuk hidup kudus dan ketahanan pribadi.Meskipun tanpa RPP tertulis, guru mampu menerapkan kerangka tiga hubungan ini secara efektif menggunakan pendekatan yang relevan dengan konteks. Keberhasilan ini terletak pada penguasaan materi yang diperoleh melalui transformasi pribadi para guru.Proses pembentukan karakter berlangsung melalui keteladanan dan internalisasi nilai dalam relasi yang otentik. Faktor pendukung utama adalah adanya buku pedoman GMIT Tunas Kristus, sementara hambatan yang dihadapi meliputi keterbatasan dalam merancang kegiatan pembelajaran sistematis dan kesibukan pribadi dari setiap guru.Kesiapan guru dalam pembentukan karakter spiritual remaja di GMIT Luz Fatukoa memberikan pandanganpraktis mengenai model pelayanan karakter dilingkungan gereja lokal seperti GMIT Luz Fatukoa. Penelitian ini menyarankan perlunya program pendampingan yang menyeluruh guna meningkatkan kapabilitas guru terutama dalam menyusun perencanaan pembelajaran yang terstruktur, mengembangkan materi ajar yang sesuai dengan karakteristik remaja, serta melakukan evaluasi yang nyata, tanpa mengabaikan kekuatan kontekstual yang telah ada dalam praktik pembelajaran.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kesiapan Guru, Karakter Spiritual Remaja, GMIT Luz Fatukoa. |
| Subjects: | L Education > L Education (General) Theology > Christian Theology Theology |
| Divisions: | Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Ilmu Pendidikan Teologi |
| Depositing User: | Mrs Skripsi Perpust |
| Date Deposited: | 13 Feb 2026 01:55 |
| Last Modified: | 13 Feb 2026 01:55 |
| URI: | http://repo-ukaw.superspace.id/id/eprint/6291 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
