ALLAH MEMBERKATI PEREMPUAN: SUATU TAFSIR FEMINIS KRITIS TERHADAP HAKIM-HAKIM 4:17-24; 5:24-27 DAN IMPLIKASINYA BAGI JEMAAT GMIT ALFA OMEGA LABAT”

MUSUS, Hilda Maria (2026) ALLAH MEMBERKATI PEREMPUAN: SUATU TAFSIR FEMINIS KRITIS TERHADAP HAKIM-HAKIM 4:17-24; 5:24-27 DAN IMPLIKASINYA BAGI JEMAAT GMIT ALFA OMEGA LABAT”. Undergraduate thesis, Artha Wacana Christian University.

[img] Text
1 HALAMAN DEPAN.pdf

Download (985kB)
[img] Text
2 ABSTRAK.pdf

Download (219kB)
[img] Text
4 BAB I.pdf

Download (412kB)
[img] Text
5 BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (623kB)
[img] Text
6 BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (362kB)
[img] Text
7 PENUTUP.pdf

Download (216kB)
[img] Text
8 DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (301kB)

Abstract

Penindasan gender merupakan persoalan serius yang masih dihadapi dalam kehidupan bergereja di GMIT. Keberadaan jemaat yang hidup dalam konteks masyarakat dengan budaya patriarki yang kuat turut membentuk sistem sosial yang menempatkan perempuan pada posisi subordinat, kurang didengar, dan kerap dipahami sekadar sebagai pelengkap laki-laki. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengungkapkan suara, perasaan, emosi dan tindakan Yael dalam teks Hakim-hakim 4:17–24 dan 5:24–27 yang selama ini terpinggirkan dalam pembacaan Alkitab yang dipengaruhi struktur patriarki serta mengimplikasikannya bagi jemaat GMIT Alfa Omega Labat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode feminis kritis Elisabeth Schüssler Fiorenza yang menafsirkan teks dari pengalaman konkret perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teks Hakim-hakim 4:17–24 dan 5:24–27, menegaskan bahwa kekerasan tidak dibenarkan, melainkan dipahami dalam konteks krisis kehidupan dan ketiadaan sistem keadilan, sehingga penekanan teks terletak pada keberpihakan Allah terhadap kehidupan dan pembebasan dari penindasan. Suara Yael dalam teks ini menegaskan keberanian, kepekaan, dan tanggung jawab moral sebagai sikap iman yang berpihak pada kehidupan. Temuan ini menegaskan bahwa Allah memberkati perempuan bukan karena status sosial atau kepatuhan pada struktur patriarki, melainkan karena keberanian dan tanggung jawab etisnya, sehingga Jemaat GMIT Alfa Omega Labat dipanggil untuk keluar dari struktur patriarki yang menindas serta secara berani, bertanggung jawab, peka, dan cerdik menghadirkan pembebasan.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Feminis Kritis, GMIT Alfa Omega Labat, Hakim-hakim 4: 17-24; 5: 24-27, Patriarki, Penindasan Gender.
Subjects: Theology
Divisions: Fakultas Teologi > Teologi Agama Kristen
Depositing User: Mrs Skripsi Perpust
Date Deposited: 09 Feb 2026 23:45
Last Modified: 09 Feb 2026 23:45
URI: http://repo-ukaw.superspace.id/id/eprint/6130

Actions (login required)

View Item View Item