TANG, Oktofianus (2025) PENERAPAN KONSEP VALUE FOR MONEY DALAM MENILAI KINERJA PELAYANAN SEKTOR PUBLIK PADA DINAS KESEHATAN PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR. Undergraduate thesis, Artha Wacana Christian University.
|
Text
01. COVER - DAFTAR GAMBAR.pdf Download (1MB) | Preview |
|
|
Text
02. ABSTRAK.pdf Download (193kB) | Preview |
|
|
Text
03. BAB I.pdf Download (407kB) | Preview |
|
|
Text
04. BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (355kB) |
||
|
Text
05. BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (341kB) |
||
|
Text
06. BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (819kB) |
||
|
Text
07. BAB V.pdf Download (198kB) | Preview |
|
|
Text
08. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (305kB) | Preview |
Abstract
Kinerja instansi pemerintah kini menjadi sebuah sorotan karena semakin tingginya kesadaran masyarakat terhadap penyelenggaraan administrasi publik. Masyarakat sering menilai organisasi sektor publik sebagai pemborosan, sumber kebocoran dana, dan institusi yang selalu merugikan. Masyarakat yang semakin cerdas dan kritis juga menuntut dilakukannya transparansi dan akuntabilitas publik oleh lembaga-lembaga sektor publik. Tuntutan masyarakat ini sesuai dengan UU No. 22 Tahun 1999 dan UU No. 25 Tahun 1999 yang digunakan sebagai dasar bagi serangkaian reformasi kelembagaan dalam menciptakan good governance yaitu pemerintahan yang bersih, ekonomis, efektif, transparan, responsif, dan akuntanbel. Value For Money merupakan konsep pengelolaan organisasi sektor publik yang mendasarkan pada 3 elemen utama yaitu ekonomis, efisiensi, dan efektivitas. Value For Money sangat penting dalam organisasi sektor publik karena memiliki pengertian penghargaan terhadap nilai uang. Pengukuran kinerja dengan penggunaan konsep Value For Money akan mengukur dalam hal input, output dan outcome. Pengukuran dari sisi ekonomis, akan mengukur perbandingan antara input dan input value. Dimana pada pengukuran ini perolehan input dengan harga terendah untuk mendapatkan kualitas dan kuantitas yang diinginkan. Pengukuran dari sisi efisiensi akan mengukur perbandingan antara output dan input. Dimana pada pengukuran ini akan membahas pencapaian hasil dengan penggunaan input yang rendah. Pengukuran dari sisi efektivitas akan mengukur perbandingan antara outcome dan output. Dimana pada pengukuran ini akan membahas bagaimana pencapaian hasil dibandingkan dengan target yang telah ditentukan. Menurut Abdul Halim (2014:128) konsep Value for Money merupakan konsep untuk mengukur ekonomi, efektifitas, dan efisiensi kinerja program, kegiatan dan organisasi. Ekonomis merupakan hubungan antara nilai uang (pasar) dan masukkan atau praktik pembelian barang dan jasa pada kualitas yang diinginkan dan pada harga terendah. Efektivitas adalah menunjukkan kesuksesan atau kegagalan dalam pencapaian tujuan yang direncanakan dibandingkandengan target yang ditetapkan. Efektivitas adalah ukuran berhasil tidaknya suatu organisasi mencapai tujuannya. Sedangkan menurut Mardiasmo (2018:5) value for money merupakan konsep pengelolaan organisasi sektor publik dengan berdasar pada tiga komponen utama yaitu ekonomi, efisiensi dan efektivitas. Ekonomi adalah perbandingan input dengan input value dalam satuan nilai rupiah. Efisiensi adalah perbandingan output dengan input berdasarkan standar kinerja atau target yang telah ditetapkan. Sedangkan efektivitas adalah perbandingan antara outcome (hasil) dengan output (keluaran). Ketiga hal tersebut merupakan elemen pokok value for money yang saling terkait. Berdasarkan permasalahan diatas maka yang menjadi persoalan penelitian ini adalah : Bagaimana penerapan konsep value for money dalam menilai kinerja Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur jika ditinjau dari elemen 3E (Ekonomi, Efisiensi, dan Efektivitas) ? Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan konsep value for money dalam menilai kinerja Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur, jika ditinjau dari masing-masing elemen 3E ( Ekonomi, Efisiensi, danEfektivitas). Penelitian ini dilakukan di Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan mengambil Data Anggaran dan Realisasi Anggaran, Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur tahun 2022. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode pendekatan deskripsi kuantitatif. Teknik analisis data menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian mengenai pengukuran kinerja dengan menggunakan konsep value for money menunjukan bahwa; (1). Tingkat ekonomis Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur dikategorikan cukup ekonomis karena berada pada rasio antara 80%-90%. Ini menunjukan bahwa pengelolaan anggaran pemerintah sudah digunakan seminimal mungkin dan sudah merealisasikan anggaran tersebut untuk program/kegiatan yang sudah di tetapkan. (2). Tingkat efisiensi untuk realisasi anggaran tahun 2022 dikategorikan sangat efisien karena tingkat rasio efisiensinya mencapai lebih dari 100%. Ini menunjukkan bahwa pengelolaan anggaran belanja sudah memenuhi syarat efisien yaitu penggunaan dana yang minimum untuk mencapai hasil maksimum. (3) Tingkat efektivitas kinerja Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur pada tahun 2022 dikategorikan kurang efektif karena tingkat rasio efektivitasnya berada rata-rata diantara 60% sampai 80%. Ini menunjukan bahwa program/sasaran kegiatan belum terealisasi memenuhi target yang telah ditetapkan.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Penilaian Kinerja, Value For Money, Ekonomi, Efisiensi, Efektivitas. |
| Subjects: | Economic > Accounting |
| Divisions: | Fakultas Ekonomi > Ekonomi Akuntansi |
| Depositing User: | Steven B. R. Waang |
| Date Deposited: | 05 Feb 2026 03:18 |
| Last Modified: | 05 Feb 2026 03:18 |
| URI: | http://repo-ukaw.superspace.id/id/eprint/5997 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
