DAJARA LEDE, Leny Marlina (2025) ANALISIS LAPORAN ARUS KAS SEBAGAI ALAT UKUR KINERJA KEUANGAN PADA PT. MAYORA INDAH Tbk DAN PT. UNILEVER INDONESIA Tbk. Undergraduate thesis, Artha Wacana Christian University.
|
Text
01. COVER - DAFTAR LAMPIRAN.pdf Download (1MB) | Preview |
|
|
Text
02. ABSTRAK.pdf Download (292kB) | Preview |
|
|
Text
03. BAB I.pdf Download (425kB) | Preview |
|
|
Text
04. BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (434kB) |
||
|
Text
05. BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (298kB) |
||
|
Text
06. BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (584kB) |
||
|
Text
07. BAB V.pdf Download (291kB) | Preview |
|
|
Text
08. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (547kB) | Preview |
Abstract
Kinerja keuangan merupakan gambaran dari kondisi ekonomi yang dicapai perusahaan dalam suatu periode tertentu melalui aktivitas yang dilakukan untuk menghasilkan laba secara efisien. Kinerja ini dapat dilihat dari laporan keuangan yang mencerminkan posisi keuangan serta perubahannya. Laporan keuangan sangat penting untuk mengevaluasi dan menganalisis seberapa efektif operasional perusahaan dalam mencapai tujuan keuangannya. (Fahmi, 2013).Menganalisis laporan keuangan berarti menilai kinerja perusahaan baik secara internal maupun dibandingkan dengan perusahaan lain yang bergerak di industri yang sama. Tujuannya adalah untuk mengetahui seberapa optimal perusahaan mengelola sumber daya yang dimiliki. Analisis laporan keuangan sangat dibutuhkan, tidak hanya oleh pihak internal, tetapi juga oleh investor dan pemangku kepentingan lainnya. Salah satu metode yang digunakan adalah analisis rasio keuangan. (Hery, 2015:132).Menurut Kasmir (2014:172–196), analisis rasio keuangan terdiri dari berbagai jenis, seperti rasio likuiditas untuk mengukur kemampuan membayar kewajiban jangka pendek, rasio solvabilitas untuk melihat kemampuan memenuhi kewajiban jangka panjang, serta rasio profitabilitas yang mengukur kemampuan menghasilkan laba dan efektivitas penggunaan aset. Dalam perkembangan analisis modern, juga digunakan rasio berbasis arus kas untuk memberikan gambaran lebih realistis terhadap kondisi keuangan perusahaan.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan kinerja keuangan PT Mayora Indah Tbk dan PT Unilever Indonesia Tbk berdasarkan tujuh rasio arus kas, yaitu: Rasio Aktivitas Kas Operasi (AKO), Rasio Cadangan Arus Kas (CAD), Rasio Cakupan Kewajiban Bunga (CKB), Rasio Cakupan Kewajiban Hutang Lancar (CKHL), Rasio Pengeluaran Modal (PM), Rasio Total Hutang (TH), dan Rasio Arus Kas Bersih Bebas (AKBB). Metode penelitian yang digunakan adalah teknik dokumentasi, dengan pengambilan data dari laporan keuangan tahunan kedua perusahaan untuk periode 2022–2024. Teknik sampling menggunakan metode purposive sampling. Data dianalisis secara kuantitatif dengan membandingkan hasil rasio terhadap standar rasio ideal (>1 = Baik, <1 = Tidak Baik). Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT Mayora Indah Tbk memiliki 4 rasio yang memenuhi standar (>1) dan 3 rasio yang tidak memenuhi standar (<1). Rasio yang memenuhi standar adalah CAD, CKB, PM, dan AKBB, yang mencerminkan kemampuan perusahaan dalam menjaga likuiditas, mengelola kas untuk belanja modal, dan menghasilkan arus kas bebas yang positif. Kondisi ini menunjukkan bahwa perusahaan cukup efisien dalam penggunaan kas dan memiliki daya tahan finansial yang baik. Sementara itu, tiga rasio yang tidak memenuhi standar, yaitu AKO, CKHL, dan TH, mengindikasikan bahwa arus kas operasional perusahaan masih belum optimal, kemampuan kas setelah pembagian dividen untuk menutup kewajiban jangka pendek masih terbatas, serta struktur hutang yang belum ideal dan perlu penataan lebih lanjut agar mendukung kestabilan jangka panjang. PT Unilever Indonesia Tbk juga memiliki 4 rasio yang memenuhi standar dan 3 rasio yang tidak memenuhi standar. Rasio yang memenuhi standar adalah CAD, CKB, PM, dan AKBB, menunjukkan kekuatan likuiditas perusahaan, efisiensi pengeluaran kas untuk investasi, dan kemampuan menghasilkan arus kas bebas yang memadai. Adapun rasio yang tidak memenuhi standar, yaitu AKO, CKHL, dan TH, memperlihatkan bahwa perusahaan perlu meningkatkan kinerja arus kas operasional, pengelolaan dividen, dan struktur pembiayaan utangnya agar lebih sehat secara keuangan. Secara keseluruhan, kedua perusahaan menunjukkan jumlah rasio yang memenuhi standar yang sama, yaitu empat dari tujuh rasio. Namun, profil kekuatan keuangan masing-masing berbeda. PT Mayora Indah Tbk lebih unggul dalam hal pengeluaran modal dan arus kas bebas, sedangkan PT Unilever Indonesia Tbk lebih menonjol dalam likuiditas dan efisiensi belanja kas. Penelitian ini dapat dijadikan sebagai acuan penting bagi masing-masing perusahaan dalam mengevaluasi strategi keuangan yang sedang dijalankan, serta sebagai bahan pertimbangan untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan arus kas dan perbaikan struktur keuangan ke depannya.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kinerja Keuangan, Laporan Arus Kas |
| Subjects: | H Social Sciences > HG Finance Economic > Economy Management |
| Divisions: | Fakultas Ekonomi > Ekonomi Manajemen |
| Depositing User: | Ms Sarce Henukh |
| Date Deposited: | 29 Jan 2026 00:50 |
| Last Modified: | 29 Jan 2026 00:50 |
| URI: | http://repo-ukaw.superspace.id/id/eprint/5970 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
