DOEKA, Fredrik Y. A. Multikulturalisme sebagai Jalan yang Lebih Utama dalam Merawat Hubungan Ekumene GMIT dan Gereja Katolik di NTT. Multikulturalisme sebagai Jalan yang Lebih Utama dalam Merawat Hubungan Ekumene GMIT dan Gereja Katolik di NTT.
|
Text
BKD 2024 Multikulturalisme sebagai Jalan yang Lebih Utama.pdf Download (205kB) |
Abstract
Hingga saat ini banyak orang masih bertanya-tanya: Mengapa badai konflik sosial belum juga berlalu? Mengapa masyarakat dunia masih saling menyerang satu dengan yang lain? Apakah manusia tidak lagi memiliki iktikad baik untuk hidup rukun? Apakah ajaran agama-agama hari ini tidak lagi mempunyai kekuatan untuk memperkuat jalan misi atau dakwah yang mensejahterakan? Kebutuhan kita hari ini, tentunya, bagaimana agama-agama memilih jalan misi atau dakwah yang tepat dengan bahan ajaran yang memenuhi kebutuhan masyatrakat menuju perdamaian dunia. Konflik mondial telah meninggalkan catatan buruk bagi kehidupan warga dunia. Misalnya, perseteruan antara orang-orang Katolik Roma dan Protestan di Irlandia Utara lebih dari tiga dekade yang berakhir pada 2005.1 Konflik etnis Serbia Bosnia dan etnis Kroat Bosnia di Semenanjung Balkan pada 1992-1995.2 Di Irak dan Suriah, ISIS (al-Islāmiyyah fil-'Irāq wasy Syām), yang didirikan pada 29 Juni 2014, membuat para penguasa di kawasan Timur Tengah dan Barat terkejut. Kota-kota penting di Irak dan Suriah jatuh ke tangan organisasi teroris paling mengerikan di abad ini. Ada lebih dari 3.000 warga sipil tak berdosa dieksekusi oleh ISIS dengan kejam. Rumah-rumah ibadah non-Muslim dihancurkan. Abubakar al-Baghdadi, pemimpin tertinggi ISIS, menyerukan kepada kaum Muslim untuk menghancurkan Ka’bah di Mekah, yang baginya dianggap sumber dosa besar. Ideologi ISIS,yang berbasis Salafi-Jihadi, anti Barat dan demokrasi. Sikap dan gerakan ISIS dinilai sebagai reinterpretasi baru dari Khawarij.3 Patut disadari, bahwa kemunculan organisasi semacam ISIS tidaklah berdiri sendiri. Indikasi hegemoni Barat yang serampangan menjadi salah satu alasan kemunculannya. Berikut realisasi kekhilafahan Islam merupakan agama yang benar.4 Pada 6 Juli 2014, seminggu setelah ISIS berdiri, sekelompok orang menamai diri mereka “Penegak Syariat Islam” mengibarkan panji ISIS dan bersumpah setia kepada Khalifah Abu Bakar Al-Baghdadi di lingkungan Kampus Dua UIN Jakarta. Menarik ialah “kampus” dijadikan lokasi pendeklarasian ISIS Indonesia. Sebulan lalu, tepatnya pada 7 Agustus 2015, tiga orang yang diduga simpatisan ISIS ditangkap di Kalabahi, Alor. Dalam keterangannya, mereka menolak pemilihan kepala daerah sebagaimana ideologi ISIS.
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Subjects: | Theology > Christian Theology Theology |
| Divisions: | Pascasarjana > Magister > Teologi |
| Depositing User: | Steven B. R. Waang |
| Date Deposited: | 21 Oct 2026 02:43 |
| Last Modified: | 21 Oct 2026 02:43 |
| URI: | http://repo-ukaw.superspace.id/id/eprint/7908 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
