KALE LUDJI, Febrina (2026) PENGARUH BID-ASK SPREAD, MARKET VALUE DAN VARIANCE RETURN TERHADAP HOLDING PERIOD SAHAM PADA SUB INDUSTRI RITEL OTOMOTIF YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA. Undergraduate thesis, Artha Wacana Christian University.
|
Text
1. COVER, PENGESAHAN, dll.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
2. ABSTRAK.pdf Download (105kB) |
|
|
Text
3. BAB I.pdf Download (174kB) |
|
|
Text
4. BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (212kB) |
|
|
Text
5. BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (191kB) |
|
|
Text
6. BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (460kB) |
|
|
Text
7. BAB V.pdf Download (141kB) |
|
|
Text
8. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (91kB) |
|
|
Text
9. LAMPIRAN.pdf Download (404kB) |
Abstract
Perkembangan pasar modal yang semakin pesat mendorong meningkatnya aktivitas investasi saham di Indonesia. Dalam kegiatan investasi, investor tidak hanya mempertimbangkan tingkat keuntungan, tetapi juga menentukan lamanya kepemilikan saham atau holding period. Holding period saham merupakan rata-rata lamanya investor mempertahankan kepemilikan saham sebelum menjualnya kembali. Keputusan tersebut dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya bid-ask spread, market value, dan variance return. Bid-ask spread berkaitan dengan biaya transaksi dan likuiditas saham, market value mencerminkan nilai pasar perusahaan, sedangkan variance return menggambarkan tingkat risiko akibat fluktuasi return saham. Sub industri ritel otomotif menjadi salah satu bidang yang menarik untuk diteliti karena aktivitas perdagangannya serta kepekaannya terhadap kondisi ekonomi dan perkembangan industri otomotif. Berdasarkan fenomena penelitian, rata-rata holding period saham perusahaan sub industri ritel otomotif meningkat dari 21.659,84 pada tahun 2024 menjadi 30.934,80 pada tahun 2025. Meskipun demikian, nilai holding period masing-masing perusahaan menunjukkan perbedaan, baik di atas maupun di bawah rata-rata. Kondisi tersebut menunjukkan adanya perbedaan perilaku investor dalam mempertahankan kepemilikan saham. Selain itu, penelitian terdahulu menunjukkan hasil yang berbeda mengenai pengaruh bid-ask spread, market value, dan variance return terhadap holding period saham. Apriani et al. (2023) menemukan bahwa bid-ask spread berpengaruh, sedangkan Latif et al. (2023) dan Nurjanah et al. (2025) menemukan bahwa variabel tersebut tidak berpengaruh. Pada market value, Latif et al. (2023) menemukan adanya pengaruh, sedangkan Apriani et al. (2023) dan Nurjanah et al. (2025) menemukan tidak adanya pengaruh. Sementara itu, Nurjanah et al. (2025) menemukan bahwa variance return berpengaruh, sedangkan Apriani et al. (2023) serta Widodo dan Fadillah (2022) menemukan hasil yang berbeda. Perbedaan hasil tersebut menunjukkan adanya research gap yang perlu dikaji lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bid-ask spread, market value, dan variance return terhadap holding period saham pada perusahaan sub industri ritel otomotif yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020–2025. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan populasi sebanyak enam perusahaan. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari Bursa Efek Indonesia dan sumber pendukung lainnya. Variabel independen terdiri atas bid-ask spread, market value, dan variance return, sedangkan variabel dependen adalah holding period saham. Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan IBM SPSS Statistics versi 22. Sebelum pengujian hipotesis dilakukan uji asumsi klasik yang meliputi uji normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan autokorelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bid-ask spread tidak berpengaruh signifikan terhadap holding period saham dengan nilai signifikansi 0,085 > 0,05. Hasil tersebut menunjukkan bahwa perubahan selisih harga penawaran beli dan jual belum menjadi pertimbangan utama investor dalam menentukan lamanya kepemilikan saham. Investor diduga lebih mempertimbangkan faktor lain dalam mengambil keputusan investasi. Dengan demikian, hipotesis yang menyatakan bahwa bid-ask spread berpengaruh terhadap holding period saham tidak terbukti. Market value juga tidak berpengaruh signifikan terhadap holding period saham dengan nilai signifikansi 0,332 > 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa besarnya nilai pasar perusahaan belum secara langsung menentukan lamanya investor mempertahankan kepemilikan saham. Investor tidak hanya mempertimbangkan ukuran perusahaan, tetapi juga dapat memperhatikan prospek perusahaan, kondisi pasar, tingkat keuntungan yang diharapkan, serta risiko investasi. Dengan demikian, hipotesis yang menyatakan bahwa market value berpengaruh terhadap holding period saham tidak terbukti. Berbeda dengan kedua variabel tersebut, variance return berpengaruh negatif dan signifikan terhadap holding period saham dengan nilai signifikansi 0,002 < 0,05. Hasil ini menunjukkan bahwa semakin tinggi variance return yang mencerminkan semakin besar risiko akibat fluktuasi return saham, maka semakin pendek holding period yang dipilih investor. Sebaliknya, semakin rendah tingkat risiko, investor cenderung mempertahankan kepemilikan saham lebih lama. Temuan tersebut menunjukkan bahwa risiko investasi menjadi salah satu pertimbangan penting investor dalam menentukan lamanya kepemilikan saham. Dengan demikian, hipotesis yang menyatakan bahwa variance return berpengaruh terhadap holding period saham terbukti. Secara simultan, bid-ask spread, market value, dan variance return berpengaruh terhadap holding period saham. Hasil ini menunjukkan bahwa ketiga variabel secara bersama-sama mampu menjelaskan perubahan holding period saham, meskipun secara parsial hanya variance return yang berpengaruh signifikan. Sementara itu, sebagian variasi holding period lainnya dijelaskan oleh faktor lain yang tidak termasuk dalam model penelitian. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa bid-ask spread dan market value tidak berpengaruh signifikan terhadap holding period saham, sedangkan variance return berpengaruh negatif dan signifikan terhadap holding period saham pada perusahaan sub industri ritel otomotif yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020–2025. Hasil tersebut menunjukkan bahwa risiko investasi yang tercermin melalui variance return merupakan faktor yang lebih berperan dalam menentukan lamanya investor mempertahankan kepemilikan saham. Oleh karena itu, investor perlu mempertimbangkan tingkat risiko saham sebelum mengambil keputusan investasi. Penelitian ini juga dapat menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya dengan menambahkan variabel lain yang diduga memengaruhi holding period saham.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Bid-Ask Spread, Market Value, Variance Return, Holding Period Saham. |
| Subjects: | Economic > Economy Management |
| Divisions: | Fakultas Ekonomi > Ekonomi Manajemen |
| Depositing User: | Mrs Skripsi Perpust |
| Date Deposited: | 20 Oct 2026 05:04 |
| Last Modified: | 20 Oct 2026 05:04 |
| URI: | http://repo-ukaw.superspace.id/id/eprint/7899 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
