PENGARUH LITERASI KEUANGAN DAN GAYA HIDUP TERHADAP PENGELOLAAN KEUANGAN USAHA MIKRO DI KELURAHAN LILIBA KECAMATAN OEBOBO KOTA KUPANG

SULIANTO, Emanuel Catur (2026) PENGARUH LITERASI KEUANGAN DAN GAYA HIDUP TERHADAP PENGELOLAAN KEUANGAN USAHA MIKRO DI KELURAHAN LILIBA KECAMATAN OEBOBO KOTA KUPANG. Undergraduate thesis, Artha Wacana Christian University.

[img] Text
1. COVER,LEMBAR PENGESAHAN,DLL.pdf

Download (998kB)
[img] Text
2. ABSTRAK.pdf

Download (15kB)
[img] Text
3. BAB I.pdf

Download (409kB)
[img] Text
4. BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (371kB)
[img] Text
5. BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (438kB)
[img] Text
6. BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (602kB)
[img] Text
7. BAB V.pdf

Download (192kB)
[img] Text
8. DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (298kB)
[img] Text
9. LAMPIRAN.pdf

Download (1MB)

Abstract

Usaha mikro memiliki posisi penting dalam perekonomian lokal karena menjadi sumber pendapatan keluarga, membuka kesempatan kerja, dan menjaga perputaran ekonomi masyarakat. Meskipun demikian, sebagian pelaku usaha mikro masih menghadapi persoalan dalam merencanakan, mencatat, menggunakan, dan mengendalikan keuangan usahanya. Pada skala usaha mikro, pemilik umumnya sekaligus bertindak sebagai pengelola sehingga keuangan pribadi dan keuangan usaha mudah bercampur. Kondisi tersebut dapat menyulitkan pelaku usaha dalam mengetahui laba yang sebenarnya, menjaga ketersediaan kas, menentukan kebutuhan modal, serta menilai perkembangan usaha secara objektif. Oleh karena itu, pengelolaan keuangan menjadi salah satu unsur penting bagi keberlangsungan usaha mikro di Kelurahan Liliba, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang. Literasi keuangan diperkirakan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kualitas pengelolaan keuangan. Pengetahuan dan keterampilan keuangan membantu pelaku usaha memahami sumber penerimaan, menyusun anggaran, membedakan kebutuhan dan keinginan, mengendalikan utang, memilih sumber pembiayaan, serta memisahkan uang usaha dari uang pribadi. Pelaku usaha yang memiliki literasi keuangan memadai diharapkan mampu mengambil keputusan berdasarkan kondisi keuangan usahanya, bukan hanya berdasarkan perkiraan. Sebaliknya, keterbatasan pengetahuan keuangan dapat mendorong pencatatan yang tidak teratur, penggunaan modal yang kurang tepat, dan kesulitan mengendalikan arus kas. Selain literasi keuangan, gaya hidup pemilik usaha juga berkaitan dengan cara pendapatan dan sumber daya keuangan digunakan. Pola konsumsi yang tidak terkendali dapat menyebabkan sebagian dana usaha dialihkan untuk kebutuhan pribadi, sedangkan gaya hidup yang lebih terarah membantu pemilik mendahulukan kebutuhan operasional dan pengembangan usaha. Berdasarkan hubungan tersebut, penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh literasi keuangan dan gaya hidup, baik secara parsial maupun simultan, terhadap pengelolaan keuangan usaha mikro di Kelurahan Liliba. Literasi keuangan ditempatkan sebagai variabel independen pertama (X1), gaya hidup sebagai variabel independen kedua (X2), dan pengelolaan keuangan sebagai variabel dependen (Y). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan penelitian asosiatif untuk menjelaskan hubungan dan pengaruh antarvariabel. Populasi penelitian adalah seluruh pelaku usaha mikro yang berada dalam populasi terjangkau di Kelurahan Liliba, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, yaitu sebanyak 68 pelaku usaha. Karena jumlah populasi dapat dijangkau seluruhnya, teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sampling jenuh atau sensus. Dengan teknik tersebut, seluruh 68 anggota populasi dijadikan responden penelitian sehingga sampel tidak dipilih hanya dari sebagian populasi. Unit analisis penelitian adalah pelaku usaha mikro sebagai pemilik atau pihak yang secara langsung mengelola kegiatan dan keuangan usahanya. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner tertutup menggunakan skala penilaian 1 sampai 10. Jawaban responden kemudian diperiksa, ditabulasi, dan diolah untuk menggambarkan kecenderungan setiap indikator. Analisis pendahuluan menggunakan indeks Three Box Method untuk memberikan gambaran deskriptif mengenai tingkat literasi keuangan, gaya hidup, dan pengelolaan keuangan. Selanjutnya, pengujian hubungan antarvariabel dilakukan dengan regresi linear berganda menggunakan IBM SPSS versi 24. Model regresi digunakan untuk mengetahui arah dan besarnya perubahan pengelolaan keuangan yang berkaitan dengan perubahan literasi keuangan dan gaya hidup ketika variabel lainnya dikendalikan. Pengujian hipotesis dilakukan melalui uji t untuk menilai pengaruh masing-masing variabel independen terhadap pengelolaan keuangan dan uji F untuk menilai pengaruh literasi keuangan serta gaya hidup secara bersama-sama. Taraf signifikansi yang digunakan adalah 5 persen. Keputusan pengujian didasarkan pada perbandingan nilai t-hitung dengan t-tabel, nilai F-hitung dengan F-tabel, serta nilai signifikansi dengan 0,05. Koefisien determinasi digunakan untuk mengetahui besarnya proporsi variasi pengelolaan keuangan yang dapat dijelaskan oleh kedua variabel independen. Tahapan tersebut memungkinkan hasil penelitian dibaca dari sisi arah pengaruh, signifikansi statistik, dan kemampuan model dalam menjelaskan variabel dependen. Hasil analisis regresi linear berganda menghasilkan persamaan Y = 13,041 + 0,467X1 + 0,441X2. Nilai konstanta sebesar 13,041 menunjukkan nilai dasar pengelolaan keuangan ketika literasi keuangan dan gaya hidup diasumsikan tetap. Koefisien literasi keuangan sebesar 0,467 menunjukkan arah pengaruh positif, sehingga peningkatan satu satuan literasi keuangan berkaitan dengan peningkatan pengelolaan keuangan sebesar 0,467 satuan dengan asumsi gaya hidup tetap. Koefisien gaya hidup sebesar 0,441 juga menunjukkan arah positif, yang berarti peningkatan satu satuan gaya hidup sesuai ukuran penelitian berkaitan dengan peningkatan pengelolaan keuangan sebesar 0,441 satuan ketika literasi keuangan tetap. Secara parsial, literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengelolaan keuangan. Kesimpulan tersebut didukung oleh nilai t-hitung 4,130 yang lebih besar daripada t-tabel 1,997 serta nilai signifikansi 0,000 yang lebih kecil daripada 0,05. Gaya hidup juga berpengaruh positif dan signifikan, dengan nilai t-hitung 4,222 yang lebih besar daripada t-tabel 1,997 dan nilai signifikansi 0,000 yang lebih kecil daripada 0,05. Secara simultan, literasi keuangan dan gaya hidup berpengaruh signifikan terhadap pengelolaan keuangan, sebagaimana ditunjukkan oleh F-hitung 26,263 yang lebih besar daripada F-tabel 3,138 dan nilai signifikansi 0,000 yang lebih kecil daripada 0,05. Dengan demikian, ketiga hipotesis penelitian diterima. Nilai R Square sebesar 0,447 menunjukkan bahwa literasi keuangan dan gaya hidup secara bersama-sama mampu menjelaskan 44,7 persen variasi pengelolaan keuangan usaha mikro. Sisanya sebesar 55,3 persen dijelaskan oleh faktor lain di luar model, seperti pendapatan, sikap keuangan, pengalaman usaha, tingkat pendidikan, akses pembiayaan, penggunaan teknologi, dan kondisi lingkungan usaha. Temuan penelitian menegaskan pentingnya peningkatan kemampuan pelaku usaha dalam menyusun anggaran, melakukan pencatatan, memisahkan keuangan pribadi dan usaha, serta mengendalikan pengeluaran. Namun, hasil perlu ditafsirkan secara hati-hati karena beberapa butir instrumen belum sepenuhnya mencerminkan definisi operasional setiap variabel. Penelitian selanjutnya disarankan melakukan validasi isi instrumen dan memasukkan faktor lain agar model pengelolaan keuangan usaha mikro menjadi lebih komprehensif.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Literasi Keuangan, Gaya Hidup dan Pengelolaan Keuangan
Subjects: Economic > Economy Management
Divisions: Fakultas Ekonomi > Ekonomi Manajemen
Depositing User: Mrs Skripsi Perpust
Date Deposited: 02 Sep 2026 01:55
Last Modified: 02 Sep 2026 01:55
URI: http://repo-ukaw.superspace.id/id/eprint/7843

Actions (login required)

View Item View Item