TOTO, Yeane H. (2026) AKUNTANSI HIJAU PADA INDUSTRI TENUN IKAT SEHATI DI KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN: STUDI KOMPARATIF HARGA POKOK PRODUKSI PEWARNA ALAMI DAN SINTESIS. Undergraduate thesis, Artha Wacana Christian University.
|
Text
1. COVER, PENGESAHAN, dll.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
2. ABSTRAK.pdf Download (117kB) |
|
|
Text
3. BAB I.pdf Download (162kB) |
|
|
Text
4. BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (176kB) |
|
|
Text
5. BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (133kB) |
|
|
Text
6. BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (261kB) |
|
|
Text
7. BAB V.pdf Download (127kB) |
|
|
Text
8. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (134kB) |
|
|
Text
9. LAMPIRAN.pdf Download (1MB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menghitung Harga Pokok Produksi (HPP) tenun ikat menggunakan metode Job Order Costing, menganalisis penerapan Green Ac-counting melalui identifikasi dan pengalokasian biaya lingkungan, serta mem-bandingkan HPP antara penggunaan pewarna alami dan pewarna sintetis pada UMKM Tenun Ikat Sehati di Kabupaten Timor Tengah Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi biaya produksi. Analisis data dilakukan melalui pengelompokan biaya bahan baku langsung, biaya tenaga kerja langsung, biaya overhead pabrik, iden-tifikasi dan pengalokasian biaya lingkungan, serta analisis komparatif HPP pewarna alami dan pewarna sintetis selama periode 2023–2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa HPP tenun ikat dengan pewarna alami selalu lebih tinggi dibandingkan pewarna sintetis selama periode 2023–2026. Ber-dasarkan metode Job Order Costing, HPP pewarna sintetis berturut-turut sebesar Rp6.840.000, Rp7.290.000, Rp7.740.000, dan Rp8.040.000, sedangkan HPP pewarna alami sebesar Rp8.400.000, Rp8.980.000, Rp9.530.000, dan Rp9.890.000. Selisih HPP antara pewarna alami dan sintetis masing-masing sebesar Rp1.560.000, Rp1.690.000, Rp1.790.000, dan Rp1.850.000. Perbedaan tersebut terutama disebab-kan oleh proses pengolahan pewarna alami yang lebih panjang, tambahan tenaga ker-ja, waktu produksi yang lebih lama, serta penggunaan sumber energi dalam proses pengolahan pewarna. Penerapan Green Accounting dilakukan melalui identifikasi biaya pengelolaan limbah pewarna, kebersihan tempat produksi, perlengkapan kebersihan, dan penye-diaan tong sampah. Total biaya lingkungan meningkat dari Rp500.000 pada tahun 2023 menjadi Rp525.000 pada tahun 2024, Rp550.000 pada tahun 2025, dan Rp575.000 pada tahun 2026. Setelah biaya lingkungan dialokasikan ke dalam HPP, HPP pewarna sintetis menjadi Rp7.340.000, Rp7.815.000, Rp8.290.000, dan Rp8.615.000, sedangkan HPP pewarna alami menjadi Rp8.900.000, Rp9.505.000, Rp10.080.000, dan Rp10.465.000
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Green Accounting, Harga Pokok Produksi, Job Order Costing, Pewarna Alami, Pewarna Sintetis, Tenun Ikat |
| Subjects: | Economic > Accounting |
| Divisions: | Fakultas Ekonomi > Ekonomi Akuntansi |
| Depositing User: | Mrs Skripsi Perpust |
| Date Deposited: | 30 Aug 2026 12:38 |
| Last Modified: | 30 Aug 2026 12:38 |
| URI: | http://repo-ukaw.superspace.id/id/eprint/7832 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
