LAJU PERTUMBUHAN RUMPUT LAUT SPECIES BERBEDA YANG DI BUDIDAYAKAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE KERAMBA JARING APUNG DIPERAIRAN BITAN DESA TUAPAKAS KECAMATAN KUALIN KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN

ELUAMA, Lastin Heberto Fikar (2026) LAJU PERTUMBUHAN RUMPUT LAUT SPECIES BERBEDA YANG DI BUDIDAYAKAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE KERAMBA JARING APUNG DIPERAIRAN BITAN DESA TUAPAKAS KECAMATAN KUALIN KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN. Undergraduate thesis, Artha Wacana Christian University.

[img] Text
01. HALAMAN DEPAN.pdf

Download (705kB)
[img] Text
02. RINGKASAN DAN SUMMARY.pdf

Download (221kB)
[img] Text
03. BAB I.pdf

Download (176kB)
[img] Text
04. BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (302kB)
[img] Text
05. BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (549kB)
[img] Text
06. BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (336kB)
[img] Text
07. BAB V.pdf

Download (175kB)
[img] Text
08. DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (209kB)

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Perairan Bitan Desa Tuapakas Kecamatan Kualin Kabupaten Timor Tengah Selatan. Kecamatan Kualin, Kabupaten Timor Tengah Selatan, NTT, terdiri atas delapan desa, salah satunya Desa Tuapakas seluas 20,76 km². Desa ini memiliki potensi budidaya rumput laut dan pariwisata Pantai Oebon, namun pemanfaatan budidaya rumput laut masih terbatas karena kurangnya pengetahuan masyarakat. Penduduk umumnya bekerja sebagai petani dan nelayan. Pantai Oebon merupakan kawasan pesisir dengan suhu relatif tinggi, curah hujan rendah, serta kondisi perairan yang dipengaruhi pasang surut. Substrat dasarnya berupa karang mati, pasir, lumpur, dan lamun. Penelitian ini telah di laksanakan pada bulan Juli 2026 di Perairan Bitan Desa Tuapakas Kecamatan Kualin Kabupaten Timor Tengah Selatan. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertumbuhan Rumput Laut species berbeda yang dibudidaya menggunakan metode keramba jaring apung untuk menghasilkan rumput laut yang berkualitas dengan metode yang efisien di Perairan Bitan Desa Tuapakas Kecamatan Kualin Kabupaten Timor Tengah Selatan. Hasil penelitian, Eucheuma denticulatum menunjukkan pertumbuhan terbaik dengan berat akhir 521,8 g, pertumbuhan mutlak 421,8 g, serta laju pertumbuhan harian/SGR 3,37%/hari, diikuti Kappaphycus striatum dengan berat akhir 332,2 g, pertumbuhan mutlak 232,2 g, dan SGR 2,45%/hari, sedangkan Kappaphycus alvarezii memiliki pertumbuhan terendah dengan berat akhir 196,4 g, pertumbuhan mutlak 96,4 g, dan SGR 1,38%/hari. Kondisi perairan Oebon secara umum mendukung pertumbuhan rumput laut dengan suhu 27–32°C, salinitas 27–36‰, kecerahan 2–4 m, dan pH 7,07–7,36, namun kecepatan arus yang mencapai 1,15 m/detik tergolong tinggi dan berpotensi menyebabkan kerusakan thallus. Dengan demikian, E. denticulatum merupakan jenis yang paling potensial dikembangkan di Perairan Bitan, dengan tetap memperhatikan pengaturan media budidaya dan pemantauan kondisi perairan.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Pertumbuhan Kappaphycus alvarezii, Eucheuma denticulatum, Metode Anaconda, Perairan Bitan
Subjects: S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling
Divisions: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Manajemen Sumber Daya Perairan
Depositing User: Mrs Skripsi Perpust
Date Deposited: 22 Aug 2026 02:47
Last Modified: 22 Aug 2026 02:47
URI: http://repo-ukaw.superspace.id/id/eprint/7740

Actions (login required)

View Item View Item