RANGGA, Frans Rudolfus Riwu (2026) DESKRIPSI TENTANG PENYIDIKAN KASUS TINDAK PIDANA KEKERASAN SECARA BERSAMA-SAMA DI MUKA UMUM DIWILAYAH HUKUM POLRES SIKKA. Undergraduate thesis, Artha Wacana Christian University.
|
Text
1. COVER, PENGESAHAN, dll.pdf Download (395kB) |
|
|
Text
2. ABSTRAK.pdf Download (173kB) |
|
|
Text
3. BAB I.pdf Download (308kB) |
|
|
Text
4. BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (250kB) |
|
|
Text
5. BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (340kB) |
|
|
Text
6. BAB IV.pdf Download (137kB) |
|
|
Text
7. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (134kB) |
|
|
Text
8. LAMPIRAN.pdf Download (765kB) |
Abstract
Latar belakang penelitian ini didasarkan pada masih ditemukannya perkara tindak pidana kekerasan secara bersama-sama yang belum mencapai tahap P-21 serta adanya penghentian penyidikan dalam penanganan perkara di Polres Sikka. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa proses penegakan hukum terhadap tindak pidana kekerasan secara bersama-sama masih menghadapi berbagai kendala yang memerlukan kajian lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alasan yang menyebabkan masih banyak perkara tindak pidana kekerasan secara bersama-sama yang belum mencapai tahap P-21 serta mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan dikeluarkannya Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) dalam penanganan perkara tindak pidana kekerasan secara bersama-sama di wilayah hukum Polres Sikka. Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris dengan sifat deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui penelitian lapangan di Polres Sikka dengan teknik wawancara terhadap aparat kepolisian yang berwenang menangani perkara tindak pidana kekerasan secara bersama-sama serta didukung oleh studi kepustakaan terhadap peraturan perundang-undangan, buku, dan literatur yang relevan. Populasi penelitian berjumlah 44 kasus tindak pidana kekerasan secara bersama-sama terjadi pada periode tahun 2023–2025 dan seluruhnya dijadikan sebagai sampel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 44 kasus tindak pidana kekerasan secara bersama-sama yang ditangani Polres Sikka, sebanyak 35 kasus telah memasuki tahap penyidikan, sedangkan perkara yang berhasil mencapai tahap P-21 masih relatif terbatas. Belum tercapainya tahap P-21 disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain kurangnya alat bukti, kesulitan mengidentifikasi pelaku karena korban tidak mengenal pelaku, pelaku yang melarikan diri. Selain itu, penghentian penyidikan dilakukan apabila tidak terpenuhi syarat hukum untuk melanjutkan penyidikan, seperti tidak cukupnya alat bukti. Polres Sikka perlu meningkatkan kualitas penyidikan dengan memperkuat pengumpulan alat bukti dan memperbaiki koordinasi dengan Kejaksaan. Pendekatan yang lebih humanis terhadap saksi dan korban juga penting agar mereka kooperatif. Evaluasi penerapan Restorative Justice harus dilakukan secara hati-hati agar tetap sesuai hukum dan tidak mengurangi rasa keadilan.Masyarakat diharapkan lebih sadar hukum dan memahami konsekuensi tindak pidana kekerasan secara bersama-sama di muka umum. Dukungan berupa kesediaan menjadi saksi yang jujur dan kooperatif sangat membantu proses penyidikan. Partisipasi aktif masyarakat juga akan menciptakan lingkungan yang lebih aman dan menekan angka kekerasan bersama-sama
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Tindak pidana kekerasan secara bersama-sama, penyidikan, P-21, SP3, Polres Sikka. |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Hukum > Ilmu Hukum |
| Depositing User: | Mrs Skripsi Perpust |
| Date Deposited: | 11 Aug 2026 01:07 |
| Last Modified: | 11 Aug 2026 01:07 |
| URI: | http://repo-ukaw.superspace.id/id/eprint/7552 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
