BALE DOTO, Hurian Phillip William (2026) MERAWAT PESISIR PANTAI YANG TERLUKA: REFLEKSI TEOLOGIS TENTANG ECOTOURISM SEBAGAI USULAN PELAYANAN GEREJA DALAM MERESPONS KRISIS PESISIR DI PANTAI NUNSUI. Masters thesis, Artha Wacana Christian University.
|
Text
I. Sampul (Sampul dan Lembaran Pengesahan).pdf Download (401kB) |
|
|
Text
Abstrak.pdf Download (259kB) |
|
|
Text
Bab I.pdf Download (458kB) |
|
|
Text
Bab II.pdf Restricted to Registered users only Download (441kB) | Request a copy |
|
|
Text
Bab III.pdf Restricted to Registered users only Download (359kB) | Request a copy |
|
|
Text
Bab IV.pdf Restricted to Registered users only Download (488kB) | Request a copy |
|
|
Text
Bab V.pdf Restricted to Registered users only Download (312kB) | Request a copy |
|
|
Text
Bab VI.pdf Download (267kB) |
|
|
Text
Daftar Pustaka.pdf Download (271kB) |
|
|
Text
Lampiran.pdf Download (963kB) |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh krisis yang terjadi di pesisir Nunsui, Kelurahan Oesapa, Kota Kupang, yang ditandai dengan meningkatnya pencemaran sampah plastik dan praktik pengambilan pasir secara ilegal. Kondisi tersebut tidak hanya menyebabkan kerusakan ekosistem pasir, tetapi juga berdampak pada kehidupan sosial ekonomi masyarakat yang bergantung pada kawasan pantai. Ditengah situasi tersebut, gereja dipandang memiliki tanggung jawab teologis untuk menghadirkan pelayanan yang tidak hanya berpusat pada manusia, tetapi juga pada pemeliharaan seluruh ciptaan Allah. Oleh karena itu, penelitian ini mengkaji ecotourism sebagai salah satu pendekatan yang dapat dikembangkan gereja dalam merespon krisis pesisir. Penelitia ini bertujuan untuk menganalisis penyebab dan dampak kerusakan pesisir Pantai Nunsui, mengkaji signifikansi ecotourism dalam merespon persoalan tersebut, serta merumuskan refleksi teologis mengenai ecotourism sebagai bentuk pelayanan gereja yang kontekstual. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskripsif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam dengan masyarakat pesisir, nelayan, pedagang, majelis jemaat, pendeta, tokoh masyarakat dan pemerintah setempat, serta didukung oleh studi literatur. Data diananlisis menggunakan analisis tematik yang dipadukan dengan refleksi teologis. Hasil penelitian menunjukan bahwa kerusakan pesisir dipengaruhi oleh rendahnya kesadaran masyarakat dan pengunjung terhadap lingkungan, pengambilan pasir ilegal, serta belum optimalnya keterlibatan berbagai pihak dalam menjaga kawasan pesisir. Dampak yang ditimbulkan meliputi abrasi pantai, penurunan hasil tangkapan nelayan, berkurangnya kunjungan wisatawan, dan menurunnya pendapatan masyarakat. penelitian ini menemukan bahwa ecotourism dapat menjadi bentuk pelayanan gereja yang menghadirkan nilai-nilai penata layanan, tanggung jawab iman, dan shalom bagi seluruh ciptaan. Melalui pendidikan ekologis, aksi pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat, serta kolaborasi dengan pemerintah, gereja dapat berperan aktif dalam mewujudkan pengelolaan pesisir yang berkelanjutan.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Ecotourism, refleksi teologis, gereja, krisis ekologi, pesisir Pantai Nunsui, GMIT Nazareth Oesapa Timur. |
| Subjects: | Theology > Christian Theology |
| Divisions: | Pascasarjana > Magister > Teologi |
| Depositing User: | Mrs Skripsi Perpust |
| Date Deposited: | 03 Aug 2026 05:55 |
| Last Modified: | 03 Aug 2026 05:55 |
| URI: | http://repo-ukaw.superspace.id/id/eprint/7312 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
