NUNUHITU, Wim (2026) SUPREMASI KRISTUS DALAM RUANG DIGITAL: Etika Bermedia Sosial Bagi Pendeta GMIT Berdasarkan Kolose 3:17 dan Kolose 4:6”. Undergraduate thesis, Artha Wacana Christian University.
|
Text
I. Cover (Lembaran Pengesahan).pdf Download (519kB) |
|
|
Text
II. Abstraksi Tesis.pdf Download (660kB) |
|
|
Text
III. Bab 1.pdf Download (427kB) |
|
|
Text
IV. Bab 2.pdf Restricted to Registered users only Download (363kB) |
|
|
Text
V. Bab 3.pdf Restricted to Registered users only Download (496kB) |
|
|
Text
VI. Bab 4.pdf Restricted to Registered users only Download (537kB) |
|
|
Text
VII. Bab 5 & 6.pdf Download (895kB) |
|
|
Text
VIII. Bibliografi (Daftar Pustaka).pdf Download (325kB) |
|
|
Text
IX. Lampiran.pdf Download (976kB) |
Abstract
Perkembangan media sosial saat ini telah mengubah cara hidup masyarakat, termasuk para pendeta di lingkungan Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT). Kehadiran internet membuat para pendeta tidak hanya berbicara di atas mimbar gereja, tetapi kini juga aktif membagikan kehidupan mereka di layar gawai. Masalahnya, muncul ketegangan etis karena adanya jurang pemisah antara tuntutan pelayanan yang suci dengan perilaku nyata di dunia maya. Banyak pelayan jemaat terjebak dalam perdebatan tidak sehat, saling menyindir, hingga menciptakan "second self" atau topeng kesalehan demi mengejar pujian, tanda suka, dan popularitas digital. Penelitian ini bertujuan untuk menggali pesan mendalam dari ayat Alkitab Kolose 3:17 dan 4:6, lalu menggunakannya untuk menyusun sebuah usulan panduan etika bermedia sosial yang cocok bagi para pendeta GMIT. Metode yang digunakan dalam riset kualitatif ini adalah pendekatan gabungan (studi kasus). Peneliti mengombinasikan analisis bahasa asli Alkitab (eksegesis) dengan pengamatan langsung terhadap aktivitas media sosial (netnografi) serta wawancara mendalam kepada 15 orang pendeta aktif di wilayah Kupang. Temuan utama penelitian menunjukkan adanya perbedaan kebiasaan berdasarkan gender, di mana pendeta laki-laki cenderung mengunggah opini sosial-politik atau khotbah dogmatis, sedangkan pendeta perempuan lebih fokus pada refleksi personal serta dokumentasi kunjungan pastoral. Selain itu, ditemukan beban batin yang berat akibat tuntutan untuk selalu tampil sempurna, yang memicu munculnya perilaku ganda. Kontribusi ilmiah dan kebaruan dari penelitian ini adalah keberhasilannya mempertemukan teks kuno Alkitab secara langsung dengan data perilaku digital nyata melalui metode netnografi. Melalui tesis ini, media sosial para pendeta dapat dikembalikan fungsinya dari panggung pamer wibawa pribadi menjadi ruang pelayanan pastoral virtual yang ramah, jujur, dan berintegritas. Kata Kunci: Etika Kristosentris, Mediatisasi, Eklesiologi Digital, Netnografi, Kepemimpinan Pastoral.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Etika Kristosentris, Mediatisasi, Eklesiologi Digital, Netnografi, Kepemimpinan Pastoral. |
| Subjects: | Theology > Christian Theology Theology |
| Divisions: | Pascasarjana > Magister > Teologi |
| Depositing User: | Mrs Skripsi Perpust |
| Date Deposited: | 30 Jul 2026 06:43 |
| Last Modified: | 30 Jul 2026 06:43 |
| URI: | http://repo-ukaw.superspace.id/id/eprint/7238 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
