NUBATONIS, Andreas Isak (2026) DAMAI YANG BERPULIH DI TANAH LELUHUR. Masters thesis, Artha Wacana Christian University.
|
Text
I. Cover dan Lembaran Pengesahan.pdf Download (184kB) |
|
|
Text
II. Abstrak.pdf Download (128kB) |
|
|
Text
III. Bab I.pdf Download (210kB) |
|
|
Text
IV. Bab II.pdf Restricted to Registered users only Download (236kB) | Request a copy |
|
|
Text
V. Bab III.pdf Restricted to Registered users only Download (188kB) | Request a copy |
|
|
Text
VI. Bab IV.pdf Restricted to Registered users only Download (352kB) | Request a copy |
|
|
Text
VII. Bab V.pdf Download (264kB) |
|
|
Text
VIII. Daftar Pustaka.pdf Download (147kB) |
|
|
Text
IX. Lampiran-Lampiran.pdf Download (404kB) |
Abstract
Tesis ini mengkaji dinamika resolusi konflik dan relasi oekumenis di Oeluan, Timor Tengah Utara, pasca peristiwa pengrusakan gedung Gereja GMIT Betlehem Oeluan pada 28 Oktober 2013. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi masyarakat dalam membangun relasi sosial dan oekumenis, mengkonstruksi ruang dialog teologis-kultural melalui falsafah lokal "Nekaf Mese Ansaof Mese" sebagai In Between Space, serta merefleksikan nilai-nilai tersebut untuk memperkuat kehidupan kebersamaan dan pelayanan antara umat Protestan dan Katolik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis tematik sistematis. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan tokoh agama, tokoh adat, pemerintah desa, serta jemaat dan umat setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di tengah ancaman keretakan relasi dan munculnya trauma ("memori luka") akibat insiden 2013, masyarakat Oeluan berhasil merawat kerukunan dengan menjadikan falsafah Nekaf Mese Ansaof Mese (satu hati, satu jiwa) sebagai jembatan misi oekumenis. Falsafah ini berfungsi sebagai In Between Space (Ruang Di-Antara) yang mempertemukan teks iman universal dengan realitas kultural lokal tanpa adanya dominasi sepihak. Hal ini memungkinkan terwujudnya praksis koinonia (persekutuan) dan diakonia (pelayanan kasih) lintas denominasi, yang secara nyata dihidupi melalui tradisi gotong royong budaya seperti Koroleli dan Fole Mako, serta pembentukan Ikatan Keluarga Besar Oeluan (IKBO). Meskipun relasi sosial di permukaan telah pulih dan semakin erat, penelitian ini juga menemukan bahwa memori luka akibat peristiwa tersebut masih tersimpan di ruang batin jemaat. Oleh karena itu, sebagai refleksi teologis dan kultural, tesis ini merekomendasikan perlunya pengintegrasian ritus adat Naketi (pengakuan kesalahan untuk pemulihan) dan Hela Keta (pemutusan ikatan dendam masa lalu). Penerapannya berdasarkan dua instrumen kearifan lokal yaitu: “Nekaf Mese Ansaof Mese sebagai In-Between Space Rekonsiliasi yang Memulihkan” serta “Memperkanalkan Nekaf Mese Ansaof Mese melalui Three-Way Conversation (Percakapan Tiga Arah)” sebagai konstruksi paradigma lokal dalam membangun hubungan sosial dan oikumenis yang sehat serta tulus di tanah leluhur. Inilah dipandang krusial sebagai sarana penyembuhan spiritual dan sosiologis, guna memastikan bahwa perdamaian dan relasi oekumenis di tanah leluhur benar-benar tulus, membebaskan, dan tidak bersifat semu. Kata Kunci/Keywords: Misi Oekumenis, Resolusi Konflik, Nekaf Mese Ansaof Mese, In Between Space, Teologi Interkultural, Theree Way Conversation
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Misi Oekumenis, Resolusi Konflik, Nekaf Mese Ansaof Mese, In Between Space, Teologi Interkultural, Theree Way Conversation |
| Subjects: | Theology > Christian Theology Theology |
| Divisions: | Pascasarjana > Magister > Teologi |
| Depositing User: | Mrs Skripsi Perpust |
| Date Deposited: | 29 Jul 2026 00:10 |
| Last Modified: | 29 Jul 2026 00:10 |
| URI: | http://repo-ukaw.superspace.id/id/eprint/7170 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
